alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Tatap 64 Besar Liga 3, Perseden Lawan Trauma 2019

DENPASAR – Perseden Denpasar bersama PS Jembrana menjadi wakil Bali dalam kancah babak 64 besar Liga 3 2021. Khusus Perseden Denpasar akan melewati babak penyisihan di Grup I. Yang jadi soal, Perseden harus melawan trauma keok di Stadion Joko Samudro tahun 2019 lalu.

Pada babak 16 besar Liga 3 2019, Perseden Denpasar begitu kecewa. Saat itu menghadapi Putra Sinar Giri (sekarang AHHA PS Pati), Perseden harus tumbang melalui drama adu penalti dengan skor 4-2. Kekecewaan yang dirasakan Laskar Catur Muka saat itu karena keberpihakan pengadil lapangan terhadap PSG.

Saat itu, kedua tim bermain di Stadion Joko Samudro. Di babak 64 besar Liga 3 2021, Perseden kembali ke stadion tersebut. Namun bukan PSG yang dilawan, tapi klub asal Jawa Timur lainnya Gresik United. Bukan hanya Gresik United, masih ada Persemar Martapura, dan Alesha FC Makassar.

Baca Juga:  Ketum PB WI Airlangga Hartarto Siap Bangun Pusat Pelatihan Wushu

Keempat tim ini tergabung di grup I. Sedangkan PS Jembrana tergabung di grup H bersama PS Palembang, PSKB Bukittinggi, Persak Kebumen. Persiapan matang sudah dilakukan Perseden Denpasar untuk menatap babak 64 besar Liga 3 2021.

Serangkaian uji coba menghadapi klub-klub Liga 1 2021/2022 sudah dilakukan. Rencananya, pertandingan akan dimulai pada 6 Februari mendatang. Namun sang arsitek I Wayan Sukadana masih belum mengetahui siapa yang menjadi lawan mereka terlebih dahulu.

Sukadana sendiri tidak mau kecewa untuk kedua kalinya. Dia juga seperti trauma bermain di Stadion Gelora Joko Samudro setelah apa yang sudah menimpa mereka di babak 16 besar Liga 3 2019.

“Stadion yang kami gunakan sekarang, sempat membuat kami gagal. Mudah-mudahan tahun ini kebalikannya,” ucap Sukadana saat diwawancarai Kamis kemarin (27/1).

- Advertisement -

Bagi Sukadana, Gresik menjadi salah satu lawan berbahaya. Apalagi Laskar Joko Samudro bertindak sebagai tuan rumah dengan sejarah panjang di persepakbolaan Tanah Air.

Baca Juga:  Duh! Regulasi Baru, Perseden Harus Ulang Laga di Regional Provinsi

“Mereka ini tim yang sangat berpengalaman dan selalu eksis di sepak bola nasional,” ujarnya.

“Tahun ini, mereka bangkit dan berani mengajukan diri sebagai tuan rumah. Pasti mereka sudah sangat siap dari segala aspek. Kami sangat berharap setiap pertandingan di babak 64 besar nanti sesuai dengan law of the game dan tidak ada faktor nonteknis,” tambahnya.

Terkait Persemar Martapura dan Alesha FC Makassar, Sukadana tidak mau menganggap remeh. Sejak pertandingan perdana di Bali United Liga 3 2021, Sukadana tidak mau menganggap remeh setiap lawan.

“Mereka jelas yang terbaik di provinsi mereka. Tidak ada lawan yang enteng dan kami ingin setiap pertandingan wajib bermain maksimal,” tutupnya. 

- Advertisement -

DENPASAR – Perseden Denpasar bersama PS Jembrana menjadi wakil Bali dalam kancah babak 64 besar Liga 3 2021. Khusus Perseden Denpasar akan melewati babak penyisihan di Grup I. Yang jadi soal, Perseden harus melawan trauma keok di Stadion Joko Samudro tahun 2019 lalu.

Pada babak 16 besar Liga 3 2019, Perseden Denpasar begitu kecewa. Saat itu menghadapi Putra Sinar Giri (sekarang AHHA PS Pati), Perseden harus tumbang melalui drama adu penalti dengan skor 4-2. Kekecewaan yang dirasakan Laskar Catur Muka saat itu karena keberpihakan pengadil lapangan terhadap PSG.

Saat itu, kedua tim bermain di Stadion Joko Samudro. Di babak 64 besar Liga 3 2021, Perseden kembali ke stadion tersebut. Namun bukan PSG yang dilawan, tapi klub asal Jawa Timur lainnya Gresik United. Bukan hanya Gresik United, masih ada Persemar Martapura, dan Alesha FC Makassar.

Baca Juga:  Wayan Sukadana Kecewa Regulasi Baru PSSI di Liga 3 2020

Keempat tim ini tergabung di grup I. Sedangkan PS Jembrana tergabung di grup H bersama PS Palembang, PSKB Bukittinggi, Persak Kebumen. Persiapan matang sudah dilakukan Perseden Denpasar untuk menatap babak 64 besar Liga 3 2021.

Serangkaian uji coba menghadapi klub-klub Liga 1 2021/2022 sudah dilakukan. Rencananya, pertandingan akan dimulai pada 6 Februari mendatang. Namun sang arsitek I Wayan Sukadana masih belum mengetahui siapa yang menjadi lawan mereka terlebih dahulu.

Sukadana sendiri tidak mau kecewa untuk kedua kalinya. Dia juga seperti trauma bermain di Stadion Gelora Joko Samudro setelah apa yang sudah menimpa mereka di babak 16 besar Liga 3 2019.

“Stadion yang kami gunakan sekarang, sempat membuat kami gagal. Mudah-mudahan tahun ini kebalikannya,” ucap Sukadana saat diwawancarai Kamis kemarin (27/1).

Bagi Sukadana, Gresik menjadi salah satu lawan berbahaya. Apalagi Laskar Joko Samudro bertindak sebagai tuan rumah dengan sejarah panjang di persepakbolaan Tanah Air.

Baca Juga:  Omicron Mengganas, Laga Liga 3 Terpaksa Ditunda

“Mereka ini tim yang sangat berpengalaman dan selalu eksis di sepak bola nasional,” ujarnya.

“Tahun ini, mereka bangkit dan berani mengajukan diri sebagai tuan rumah. Pasti mereka sudah sangat siap dari segala aspek. Kami sangat berharap setiap pertandingan di babak 64 besar nanti sesuai dengan law of the game dan tidak ada faktor nonteknis,” tambahnya.

Terkait Persemar Martapura dan Alesha FC Makassar, Sukadana tidak mau menganggap remeh. Sejak pertandingan perdana di Bali United Liga 3 2021, Sukadana tidak mau menganggap remeh setiap lawan.

“Mereka jelas yang terbaik di provinsi mereka. Tidak ada lawan yang enteng dan kami ingin setiap pertandingan wajib bermain maksimal,” tutupnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/