alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Tempat Latihan Wajib Berstandar FIFA, Optimis Ekonomi Bali Terdongkrak

DENPASAR – Lapangan Gelora Tri Sakti, Lapangan Gelora Samudera, Lapangan Kapten Japa, Stadion Kompyang Sujana, dan Stadion Ngurah Rai

adalah lima lapangan yang dipersiapkan oleh PSSI sebagai lapangan penunjang Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar saat Piala Dunia U-20, Mei tahun depan.

Untuk proyek revitalisasi, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR yang memiliki wewenang penuh.

Berapa anggarannya masih belum jelas termasuk kapan akan dimulai pengerjaan.

Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra mengatakan jika anggaran yang disiapkan oleh Kementrian PUPR sebesar Rp 250 miliar dengan pengerjaan multi year.

Entah jumlah anggaran sebesar itu hanya untuk revitalisasi Stadion Kapten I Wayan Dipta saja sebagai stadion utama atau juga mencakup lima lapangan penunjang.

Baca Juga:  Kirim Salam Perpisahan, Brwa Nouri Doakan Terbaik untuk Zakho FC

Mengenai hal tersebut, KONI Bali mendorong pemerintah untuk melakukan yang terbaik bagi venue Piala Dunia U-20 yang ada di Pulau Dewata.

“Kami mendorong pemerintah untuk memenuhi persyaratan teknis mengenai stadion dan lapangan penunjang agar sesuai dengan standar FIFA.

Beberapa bulan lalu saat kunjungan ke Bali, Ketum PSSI Moch. Iriawan memang menyoroti infrastruktur,” ucap Ketua KONI Bali Ketut Suwandi.

Bisa menyelenggarakan hajatan besar sekelas Piala Dunia U-20 dengan melibatkan 32 tim yang terbagi menjadi delapan grup, tentu menurut Suwandi, bisa mendongkrak perekonomian Bali yang sedang terpuruk dari sisi sport tourism.

Mantan Ketua KONI Badung tersebut mengaku bangga sebagai putra daerah karena Bali menjadi salah satu daerah yang terpilih sebagai host Piala Dunia.

Baca Juga:  Masuk Skuad Timnas Senior Proyeksi AFF Cup, Ricky Fajrin Dag Dig Dug

“Semoga saja sport tourism bisa lebih berkembang lagi dan mnndapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder untuk mendongkrak potensi pariwisata yang ada di Bali.

Terpilihnya Bali menjadi sebuah kepercayaan yang luar biasa. Maka dari itu pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan harus bersatu

serta mendukung hajatan besar ini. Semua pihak harus ikut bertanggung jawab atas kepercayaan yang telah diberikan sekarang,” tuturnya. 



DENPASAR – Lapangan Gelora Tri Sakti, Lapangan Gelora Samudera, Lapangan Kapten Japa, Stadion Kompyang Sujana, dan Stadion Ngurah Rai

adalah lima lapangan yang dipersiapkan oleh PSSI sebagai lapangan penunjang Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar saat Piala Dunia U-20, Mei tahun depan.

Untuk proyek revitalisasi, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR yang memiliki wewenang penuh.

Berapa anggarannya masih belum jelas termasuk kapan akan dimulai pengerjaan.

Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra mengatakan jika anggaran yang disiapkan oleh Kementrian PUPR sebesar Rp 250 miliar dengan pengerjaan multi year.

Entah jumlah anggaran sebesar itu hanya untuk revitalisasi Stadion Kapten I Wayan Dipta saja sebagai stadion utama atau juga mencakup lima lapangan penunjang.

Baca Juga:  Empat Tim Berpeluang Juara Liga I, WCP: Jangan Lihat Atas Dulu!

Mengenai hal tersebut, KONI Bali mendorong pemerintah untuk melakukan yang terbaik bagi venue Piala Dunia U-20 yang ada di Pulau Dewata.

“Kami mendorong pemerintah untuk memenuhi persyaratan teknis mengenai stadion dan lapangan penunjang agar sesuai dengan standar FIFA.

Beberapa bulan lalu saat kunjungan ke Bali, Ketum PSSI Moch. Iriawan memang menyoroti infrastruktur,” ucap Ketua KONI Bali Ketut Suwandi.

Bisa menyelenggarakan hajatan besar sekelas Piala Dunia U-20 dengan melibatkan 32 tim yang terbagi menjadi delapan grup, tentu menurut Suwandi, bisa mendongkrak perekonomian Bali yang sedang terpuruk dari sisi sport tourism.

Mantan Ketua KONI Badung tersebut mengaku bangga sebagai putra daerah karena Bali menjadi salah satu daerah yang terpilih sebagai host Piala Dunia.

Baca Juga:  Laga Kontra Bali United Ditunda, Coach Jacksen Doakan Papua Damai

“Semoga saja sport tourism bisa lebih berkembang lagi dan mnndapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder untuk mendongkrak potensi pariwisata yang ada di Bali.

Terpilihnya Bali menjadi sebuah kepercayaan yang luar biasa. Maka dari itu pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan harus bersatu

serta mendukung hajatan besar ini. Semua pihak harus ikut bertanggung jawab atas kepercayaan yang telah diberikan sekarang,” tuturnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/