alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Bersaing dengan Luis Milla dan Seto, Pemain Brazil Pilih Dukung Teco

DENPASAR – Ini menarik dan jelas cukup menarik. Setelah Timnas Indonesia tumbang empat kali beruntun menghadapi Malaysia, 

Thailand, UAE, dan Vietnam dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2022, suara suporter langsung bergema menyerukan Simon Out. 

Simon McMenemy dianggap gagal dalam menukangi skuad Garuda. Semua pihak langsung berspekulasi terkait siapa yang layak menggantikan Simon sebagai juru kemudi di Timnas Indonesia. 

Mulai dari kembalinya Luis Milla Aspas, masuknya nama pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro, hingga Pelatih Bali United Allesandro Stefano Cugurra Rodrigues atau yang akrab disapa Teco. 

Pihak-pihak yang mengusung tiga nama tersebut memiliki alasannya tersendiri. Pertama Luis Milla dianggap sebagai sosok 

yang berhasil membangun sebuah tim ketika membesut Timnas U-23 hingga melaju ke delapan besar Asian Games 2018. 

Baca Juga:  Persaingan Bek Kanan BU Kian Sengit, Eky Taufik Pantang Ciut Nyali

Seto juga dianggap sukses mengantarkan PSS Sleman promosi dari Liga 2 2018 dan sekarang berada di papan atas klasemen sementara Liga 1.

Untuk Teco, tentu karena pelatih asal Brazil tersebut memiliki DNA juara dalam darahnya. Tahun 2018, dia berhasil membawa Persija menjadi kampiun Liga 1 2018. 

Musim ini, Bali United yang sebentar lagi dibuatnya menjadi jawara perdana. Apalagi dengan jarak 10 poin dari tim penghuni runner up Madura United hingga pekan ke-26. 

Alasan ini ditegaskan langsung oleh mantan anak asuhnya di Persija, Addison Alves De Oliveira. 

Melalui unggahan di akun instagram miliknya, Addison mengatakan bahwa ada beberapa orang yang menanyakan siapa yang harus menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Baca Juga:  5 Pelatih Asing Peluang Tangani BU, Sinyal Robert Albert Paling Kuat

Pemain berusia 38 tahun tersebut menjelaskan bahwa Teco mempunyai prestasi yang baik selama tiga musim di Indonesia, termasuk pengetahuannya tentang pemain lokal. 

“Tahun pertama AFC Cup, tahun kedua juara, dan tahun ketiga hampir mengklaim liga (hampir juara),” tulisnya. 

Unggahannya tersebut langsung dibanjiri komentar. Sebagian besar komentar setuju dengan pernyataan penyerang yang sempat membela Persipura Jayapura tersebut. 



DENPASAR – Ini menarik dan jelas cukup menarik. Setelah Timnas Indonesia tumbang empat kali beruntun menghadapi Malaysia, 

Thailand, UAE, dan Vietnam dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2022, suara suporter langsung bergema menyerukan Simon Out. 

Simon McMenemy dianggap gagal dalam menukangi skuad Garuda. Semua pihak langsung berspekulasi terkait siapa yang layak menggantikan Simon sebagai juru kemudi di Timnas Indonesia. 

Mulai dari kembalinya Luis Milla Aspas, masuknya nama pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro, hingga Pelatih Bali United Allesandro Stefano Cugurra Rodrigues atau yang akrab disapa Teco. 

Pihak-pihak yang mengusung tiga nama tersebut memiliki alasannya tersendiri. Pertama Luis Milla dianggap sebagai sosok 

yang berhasil membangun sebuah tim ketika membesut Timnas U-23 hingga melaju ke delapan besar Asian Games 2018. 

Baca Juga:  Eks Thai League Jadi Pengganti Paulo Sergio, Teco Impikan Dream Team

Seto juga dianggap sukses mengantarkan PSS Sleman promosi dari Liga 2 2018 dan sekarang berada di papan atas klasemen sementara Liga 1.

Untuk Teco, tentu karena pelatih asal Brazil tersebut memiliki DNA juara dalam darahnya. Tahun 2018, dia berhasil membawa Persija menjadi kampiun Liga 1 2018. 

Musim ini, Bali United yang sebentar lagi dibuatnya menjadi jawara perdana. Apalagi dengan jarak 10 poin dari tim penghuni runner up Madura United hingga pekan ke-26. 

Alasan ini ditegaskan langsung oleh mantan anak asuhnya di Persija, Addison Alves De Oliveira. 

Melalui unggahan di akun instagram miliknya, Addison mengatakan bahwa ada beberapa orang yang menanyakan siapa yang harus menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Baca Juga:  Jelang Kontra Blitar United, Ini Pesan Berkelas Coach Teco...

Pemain berusia 38 tahun tersebut menjelaskan bahwa Teco mempunyai prestasi yang baik selama tiga musim di Indonesia, termasuk pengetahuannya tentang pemain lokal. 

“Tahun pertama AFC Cup, tahun kedua juara, dan tahun ketiga hampir mengklaim liga (hampir juara),” tulisnya. 

Unggahannya tersebut langsung dibanjiri komentar. Sebagian besar komentar setuju dengan pernyataan penyerang yang sempat membela Persipura Jayapura tersebut. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/