alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Coach Pasek Wijaya Beber Kunci Bali United Rebut Runner Up Liga I

RadarBali.com – Jika ingin melenggang mulus ke penyisihan grup Liga Champions Asia (LCA), setidaknya Bali United harus melewati tiga kali babak kualifikasi.

Apa yang dibutuhkan? Jelas kekompakan tim. Termasuk mental pemain yang tidak boleh lemah. Ya, meski beberapa pemain sudah pernah mencicipi kompetisi Asia atau Timnas Indonesia,

tapi masih banyak yang belum pernah merasakan. Itu pula yang pernah dialami asisten pelatih Bali United I Made Pasek Wijaya.

Pernah mencicipi kejuaraan Asia bersama Pelita Jaya, Pasek Wijaya ingin anak asuhnya bisa memiliki mental juara seperti musim lalu.

“Yang penting jangan minder dan terus kerja keras. Kami kan tidak tahu bagaimana peta kekuatan tim lawan pertama,” ujar Pasek Wijaay saat ditemui Jawa Pos Radar Bali di kediamannya Jumat sore kemarin (1/12).

Baca Juga:  Berharap Gol “Selangkangan” Spaso Jadi Kunci Gol Berikutnya di Liga 1

Lawan perdana Serdadu Tridatu di babak preliminary round 1 LCA adalah Tampines Rovers, runner up Singapore League 2017.

Pasek Wijaya sendiri cukup berpengalaman di Liga Champions Asia sebagai pemain kala membela Pelita Jaya.

Mantan Asisten Pelatih Arema FC itu bahkan sempat membawa Pelita Jaya finish di peringkat empat di musim 1989/1990 dan musim 1990/1991.

Untuk musim kedua, Pelita Jaya bermain di Pyongyang, Korea Utara. “Tapi dulu, beda dengan sekarang. Dulu itu sistemnya home tournament. Waktu itu, Liga Champions di Bangladesh. Pengalaman berharga waktu itu,” ucapnya.

“Saya sempat kartu merah waktu itu. Itu menjadi kartu merah satu-satunya bagi saya di kompetisi Asia. Liga Champions itu susah. Semoga saja kami bisa melewati tahap demi tahap dengan mulus,” tambah ayah dari bek muda Bali United I Made Andhika Wijaya ini.

Baca Juga:  FIX! Kontra Tampines Rovers Tanpa Spaso di Lini Depan, Ada Apa Coach?

Yang jelas, Bali United memiliki jadwal cukup padat musim depan. Tenaga menjadi kunci utama keberhasilan Bali United musim depan. Karena itu, dia ingin kebersamaan di Bali United terus dijaga.

Baik dari staf pelatih, pemain, hingga ofisial tim. Tak terkecuali juga untuk manajemen Bali United.  “Yang pasti kompetisi musim depan akan menguras banyak tenaga. Tetapi saya yakin karena Widodo (C. Putro, red) adalah pelatih yang berpengalaman.

Yang terpenting adalah menjaga kebersamaan. Apa gunanya banyak pemain bintang tapi tidak harmonis? Kalau sudah masuk ke lingkungan Bali United, semua adalah pemain bintang,” ucapnya.



RadarBali.com – Jika ingin melenggang mulus ke penyisihan grup Liga Champions Asia (LCA), setidaknya Bali United harus melewati tiga kali babak kualifikasi.

Apa yang dibutuhkan? Jelas kekompakan tim. Termasuk mental pemain yang tidak boleh lemah. Ya, meski beberapa pemain sudah pernah mencicipi kompetisi Asia atau Timnas Indonesia,

tapi masih banyak yang belum pernah merasakan. Itu pula yang pernah dialami asisten pelatih Bali United I Made Pasek Wijaya.

Pernah mencicipi kejuaraan Asia bersama Pelita Jaya, Pasek Wijaya ingin anak asuhnya bisa memiliki mental juara seperti musim lalu.

“Yang penting jangan minder dan terus kerja keras. Kami kan tidak tahu bagaimana peta kekuatan tim lawan pertama,” ujar Pasek Wijaay saat ditemui Jawa Pos Radar Bali di kediamannya Jumat sore kemarin (1/12).

Baca Juga:  Dipukul Asisten Pelatih PSM, Gede Nano Sukadana: Tidak Layak Dicontoh

Lawan perdana Serdadu Tridatu di babak preliminary round 1 LCA adalah Tampines Rovers, runner up Singapore League 2017.

Pasek Wijaya sendiri cukup berpengalaman di Liga Champions Asia sebagai pemain kala membela Pelita Jaya.

Mantan Asisten Pelatih Arema FC itu bahkan sempat membawa Pelita Jaya finish di peringkat empat di musim 1989/1990 dan musim 1990/1991.

Untuk musim kedua, Pelita Jaya bermain di Pyongyang, Korea Utara. “Tapi dulu, beda dengan sekarang. Dulu itu sistemnya home tournament. Waktu itu, Liga Champions di Bangladesh. Pengalaman berharga waktu itu,” ucapnya.

“Saya sempat kartu merah waktu itu. Itu menjadi kartu merah satu-satunya bagi saya di kompetisi Asia. Liga Champions itu susah. Semoga saja kami bisa melewati tahap demi tahap dengan mulus,” tambah ayah dari bek muda Bali United I Made Andhika Wijaya ini.

Baca Juga:  Liga 1 Break Tanpa Kepastian, Suporter Bali United Rindu Stadion Dipta

Yang jelas, Bali United memiliki jadwal cukup padat musim depan. Tenaga menjadi kunci utama keberhasilan Bali United musim depan. Karena itu, dia ingin kebersamaan di Bali United terus dijaga.

Baik dari staf pelatih, pemain, hingga ofisial tim. Tak terkecuali juga untuk manajemen Bali United.  “Yang pasti kompetisi musim depan akan menguras banyak tenaga. Tetapi saya yakin karena Widodo (C. Putro, red) adalah pelatih yang berpengalaman.

Yang terpenting adalah menjaga kebersamaan. Apa gunanya banyak pemain bintang tapi tidak harmonis? Kalau sudah masuk ke lingkungan Bali United, semua adalah pemain bintang,” ucapnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/