alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Dibantu Cuaca Panas, Pelatih Arsenal Puji Permainan Timnas Indonesia

GIANYAR – Bulan Mei lalu, Garuda Select tumbang dengan skor menyakitkan 7-2 melawan Arsenal U-16.

Sekarang, Timnas U-20 All Star mampu membalas kekalahan menyakitkan tersebut ketika menghadapi Arsenal U-18 di International Cup U-20 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu sore kemarin (1/12).

Skuad asuhan Eko Purdjianto tersebut menang dengan skor 3-1 melalui gol yang dilesakkan M. Supriadi pada menit ke-34, Theo Fillo Da Costa Numberi pada menit ke-41, dan Irfan Jauhari pada menit ke-70.

Gol balasan The Young Gunner dicetak sang kapten yang juga menjadi pemain Timnas Inggris U-18, Sam Greenwood melalui sepakan penalti pada menit ke-90.

Kebetulan beberapa pemain di U-20 All Star adalah jebolan dari Garuda Select tahap pertama seperti Ernando Ari Sutaryadi, M. Supriadi, dan Bagas Kaffa Arrizqi.

Baca Juga:  Ini Kata Nano Sukadana tentang Yangon United, Waspada…

“Mereka senang karena bisa menang. Ernando sebelum pertandingan sempat bilang kalau sebelumnya sempat kalah besar lawan Arsenal,” ucap Coach Eko usai pertandingan.

Cuaca panas tampaknya sangat membantu Timnas U-20 All Star membekap Arsaenal U-18. “Disana (Inggris) waktu itu cuacanya dingin dan sekarang panas.

Yang pasti dengan kemenangan ini, kami berharap lebih fokus di pertandingan berikutnya,” tambah pelatih yang saat ini masih menjabat sebagai Asisten Pelatih Bali United tersebut.

Sebelum pertandingan, Eko mengaku memiliki kendala mengenai fisik pemainnya. Ada beberapa pemain dari tim penghuni EPA Liga 1 U-20 yang ikut bergabung dan hampir satu bulan lamanya tidak ada pertandingan.

“Fisik mereka kurang menunjang tetapi ada beberapa yang fisiknya bagus karena tergabung di skuad U-19 di kualifikasi Piala Asia U-19 beberapa waktu lalu,” terangnya.

Baca Juga:  Genjot Latihan di Trisakti, Irfan Minta Semeton Penuhi Stadion Dipta

Di sisi lain, Pelatih Arsenal U-18 Kenneth Joseph Gillard menilai jika Timnas U-20 bermain sangat luar biasa.

“Mereka punya energi yang fantastis. Pemain mereka sangat kuat dan performa mereka maksimal. Kami sebenarnya mampu menyeimbangkan permainan di 20 menit pertama. Tetapi menjaga kondisi di cuaca seperti tidak mudah,” bebernya.

Mantan arsitek Crystal Palace U-18 itu benar-benar mengatakan bahwa cuaca yang cukup panas dengan suhu 32 derajat celcius sangat berpengaruh jika dibandingkan dengan cuaca di London saat ini yang -1 derajat Celsius.

“Jujur kami kecewa dengan penampilan pemain kami. Tidak ada alasan kami untuk kalah dan kami mengakui Indonesia sangat kuat. Banyak peluang yang tercipta, tapi inilah keajaiban sepakbola.

Indonesia benar-benar jeli dan cekatan dalam melihat peluang yang ada untuk dimaksimalkan sebaik mungkin,” tutupnya. 



GIANYAR – Bulan Mei lalu, Garuda Select tumbang dengan skor menyakitkan 7-2 melawan Arsenal U-16.

Sekarang, Timnas U-20 All Star mampu membalas kekalahan menyakitkan tersebut ketika menghadapi Arsenal U-18 di International Cup U-20 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu sore kemarin (1/12).

Skuad asuhan Eko Purdjianto tersebut menang dengan skor 3-1 melalui gol yang dilesakkan M. Supriadi pada menit ke-34, Theo Fillo Da Costa Numberi pada menit ke-41, dan Irfan Jauhari pada menit ke-70.

Gol balasan The Young Gunner dicetak sang kapten yang juga menjadi pemain Timnas Inggris U-18, Sam Greenwood melalui sepakan penalti pada menit ke-90.

Kebetulan beberapa pemain di U-20 All Star adalah jebolan dari Garuda Select tahap pertama seperti Ernando Ari Sutaryadi, M. Supriadi, dan Bagas Kaffa Arrizqi.

Baca Juga:  3 Pemain Bali United Dipanggil Shin Tae-yong, Begini Kata Kadek Agung

“Mereka senang karena bisa menang. Ernando sebelum pertandingan sempat bilang kalau sebelumnya sempat kalah besar lawan Arsenal,” ucap Coach Eko usai pertandingan.

Cuaca panas tampaknya sangat membantu Timnas U-20 All Star membekap Arsaenal U-18. “Disana (Inggris) waktu itu cuacanya dingin dan sekarang panas.

Yang pasti dengan kemenangan ini, kami berharap lebih fokus di pertandingan berikutnya,” tambah pelatih yang saat ini masih menjabat sebagai Asisten Pelatih Bali United tersebut.

Sebelum pertandingan, Eko mengaku memiliki kendala mengenai fisik pemainnya. Ada beberapa pemain dari tim penghuni EPA Liga 1 U-20 yang ikut bergabung dan hampir satu bulan lamanya tidak ada pertandingan.

“Fisik mereka kurang menunjang tetapi ada beberapa yang fisiknya bagus karena tergabung di skuad U-19 di kualifikasi Piala Asia U-19 beberapa waktu lalu,” terangnya.

Baca Juga:  Widodo Diproyeksikan Jadi Pelatih Timnas Senior, Ini Kata Bos Pieter..

Di sisi lain, Pelatih Arsenal U-18 Kenneth Joseph Gillard menilai jika Timnas U-20 bermain sangat luar biasa.

“Mereka punya energi yang fantastis. Pemain mereka sangat kuat dan performa mereka maksimal. Kami sebenarnya mampu menyeimbangkan permainan di 20 menit pertama. Tetapi menjaga kondisi di cuaca seperti tidak mudah,” bebernya.

Mantan arsitek Crystal Palace U-18 itu benar-benar mengatakan bahwa cuaca yang cukup panas dengan suhu 32 derajat celcius sangat berpengaruh jika dibandingkan dengan cuaca di London saat ini yang -1 derajat Celsius.

“Jujur kami kecewa dengan penampilan pemain kami. Tidak ada alasan kami untuk kalah dan kami mengakui Indonesia sangat kuat. Banyak peluang yang tercipta, tapi inilah keajaiban sepakbola.

Indonesia benar-benar jeli dan cekatan dalam melihat peluang yang ada untuk dimaksimalkan sebaik mungkin,” tutupnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/