25.4 C
Denpasar
Tuesday, November 29, 2022

Kompetisi Lanjut Lagi, PSSI Datangi Polda Bali, Ini Hasil Pertemuannya

DENPASAR – Saat Liga 1 2020 akan bergulir, Asprov PSSI Bali bersama dengan perwakilan Manajemen Bali United serta KONI Bali bertemu di Polda Bali untuk membahas mengenai kompetisi.

Saat itu, mereka melakukan pertemuan dengan Polda Bali mengenai pemberantasan dan penanganan mafia bola. Jumat lalu (3/7) mereka kembali bertemu.

Kali ini yang dibahas tidak terfokus pada penanganan dan pengawasan mafia bola. Ketum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana yang diwawancarai usai pertemuan

di Polda Bali mengungkapkan bahwa yang dibahas menyangkut petunjuk teknis mengenai bergulirnya kembali Liga 1 dan Liga 2 2020 ditengah pagebluk Covid-19.

“Sesuai dengan keputusan dari PSSI Pusat, Liga 1 dan Liga 2 yang akan segera bergulir harus sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Segala sesuatu termasuk mengenai izin keramaian juga dibahas,” ungkap Suardana.

Baca Juga:  Terima Kucuran Dana Segar, Ini Realisasi Rencana Investasi Bali United

“Kami di Asprov PSSI Bali sebagai kepanjangan tangan PSSI Pusat siap berkoordinasi mengenai penanganan pencegahan dan protokol kesehatan Covid-19,” tambah pria asal Ubud tersebut.

Mungkin ada sedikit keberuntungan karena kompetisi tidak dilakukan dengan format home-away, melainkan format home tournament.

Berdasar informasi terbaru, kompetisi musim ini akan dilakukan di Pulau Jawa tepatnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan kata lain, menurut Suardana, Stadion Kapten I Wayan Dipta bisa difokuskan untuk dilakukan revitalisasi.

“ini terkait juga dengan perbaikan Stadion Dipta jelang Piala Dunia U-20 tahun depan,” bebernya. Kurang lengkap rasanya jika bertemu dengan Satgas Anti Mafia Bola,

Suardana yang juga sebagai Ketua Yayasan Mudra Saraswati menambahkan jika semua pihak harus bisa mengantisipasi adanya pengaturan skor.

Baca Juga:  MENGEJUTKAN! Jelang Kontra Tampines, Teco Lengser Diganti Emral Abus

“Saat pertemuan juga dibahas mengenai match fixing. Memang belum ada kompetisi, tapi seharusnya bisa lebih diantisipasi lagi.

 Satgas Anti Mafia Bola mengajak semua komponen di dunia sepak bola untuk bekerjasama membasmi mafia bola khususnya yang ada di Bali,” tutur mantan Manajer Persegi Gianyar tersebut.



DENPASAR – Saat Liga 1 2020 akan bergulir, Asprov PSSI Bali bersama dengan perwakilan Manajemen Bali United serta KONI Bali bertemu di Polda Bali untuk membahas mengenai kompetisi.

Saat itu, mereka melakukan pertemuan dengan Polda Bali mengenai pemberantasan dan penanganan mafia bola. Jumat lalu (3/7) mereka kembali bertemu.

Kali ini yang dibahas tidak terfokus pada penanganan dan pengawasan mafia bola. Ketum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana yang diwawancarai usai pertemuan

di Polda Bali mengungkapkan bahwa yang dibahas menyangkut petunjuk teknis mengenai bergulirnya kembali Liga 1 dan Liga 2 2020 ditengah pagebluk Covid-19.

“Sesuai dengan keputusan dari PSSI Pusat, Liga 1 dan Liga 2 yang akan segera bergulir harus sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Segala sesuatu termasuk mengenai izin keramaian juga dibahas,” ungkap Suardana.

Baca Juga:  Mahe Tampil Apik di Tour de Java, Puji Ricky Fajrin dan Michael Orah

“Kami di Asprov PSSI Bali sebagai kepanjangan tangan PSSI Pusat siap berkoordinasi mengenai penanganan pencegahan dan protokol kesehatan Covid-19,” tambah pria asal Ubud tersebut.

Mungkin ada sedikit keberuntungan karena kompetisi tidak dilakukan dengan format home-away, melainkan format home tournament.

Berdasar informasi terbaru, kompetisi musim ini akan dilakukan di Pulau Jawa tepatnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan kata lain, menurut Suardana, Stadion Kapten I Wayan Dipta bisa difokuskan untuk dilakukan revitalisasi.

“ini terkait juga dengan perbaikan Stadion Dipta jelang Piala Dunia U-20 tahun depan,” bebernya. Kurang lengkap rasanya jika bertemu dengan Satgas Anti Mafia Bola,

Suardana yang juga sebagai Ketua Yayasan Mudra Saraswati menambahkan jika semua pihak harus bisa mengantisipasi adanya pengaturan skor.

Baca Juga:  Punya Skuad Mentereng, Coach Djanur Ingin PSMS Tetap Dianggap Underdog

“Saat pertemuan juga dibahas mengenai match fixing. Memang belum ada kompetisi, tapi seharusnya bisa lebih diantisipasi lagi.

 Satgas Anti Mafia Bola mengajak semua komponen di dunia sepak bola untuk bekerjasama membasmi mafia bola khususnya yang ada di Bali,” tutur mantan Manajer Persegi Gianyar tersebut.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/