alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 16, 2022

Skuad Pincang, Widodo: Sriwijaya Pasti Ngotot, tapi Kami Wajib Menang

KUTA – Dua kali kekalahan dalam dua pertandingan terakhir menjadi modal buruk bagi Bali United.

Belum lagi tekanan dari suporter yang menuntut Serdadu Tridatu bisa menunjukkan hasil evaluasinya yang selama ini terus digembar-gemborkan staf pelatih Bali United.

Masalahnya, beberapa pemain kunci Serdadu Tridatu diprediksi absen karena cedera dan menjalani sanksi dari Komdis PSSI.

Hal ini tentu menjadi kabar buruk untuk menatap pekan ketujuh di bulan Mei menghadapi pemilik dua kali gelar juara Indonesia Super League (ISL); Sriwijaya FC (SFC) malam hari ini.

Saat Bali United masih mencoba melawan badai cedera, lain halnya dengan Sriwijaya FC. Skuad asuhan Rahmad Darmawan (RD) ini bertandang ke Bali dengan skuad lengkap.

Termasuk Zulfiandi yang baru saja kembali dari membela Timnas Indonesia di ajang PSSI Anniversay Cup 2018. Jika melihat performa Bali United hingga pekan ketujuh, kesempatan menang masih 50:50.

Baca Juga:  FIFA Tunda Piala Dunia U-20, Minta PUPR Tak Stop Revitalisasi Stadion

Sebab, meskipun SFC bertarung dengan full team, kondisi SFC tidak lebih baik dari Serdadu Tridatu. Laskar Wong Kito – julukan SFC baru memenangkan satu pertandingan.

Dengan satu kali kekalahan dan empat kali hasil seri. Coach RD mengatakan, mental anak asuhnya sedikit terganggu. Karena itu, dia mencoba memberikan motivasi ekstra kepada Hamka Hamzah dkk.

Apakah karena masalah gaji yang membuat skuad SFC melempem? Entahlah. Yang jelas, Coach RD masih bungkam seribu bahasa.

Hanya Coach RD dan pemain SFC yang tahu bagaimana kondisi internal tim. Yang jelas, bagi Serdadu Tridatu, kemenangan adalah harga mati yang harus diberikan untuk para suporter yang menuntut perubahan.

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro saat konferensi pers di Natya Hotel Jumat pagi kemarin (4/5) mengatakan,

Baca Juga:  Kabar Buruk! Ahn Byung Keon Alami Dislokasi Bahu

ada beberapa evaluasi yang ditekankan kepada anak asuhnya selama latihan pascakekalahan perdana kontra PS Tira.

“Ada beberapa evaluasi yang tentu sudah kami lakukan. Secara keseluruhan, kami sudah siap untuk pertandingan hari ini,” ujar Widodo.

Dia tahu mantan tim yang pernah ditangani di ISC A 2016 itu akan mengincar kemenangan di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Apalagi berdasar data statistik, SFC sudah tiga kali tidak pernah memenangkan pertandingan di stadion kebanggaan masyarakat Bali ini.

Mulai dari era Widodo hingga RD, mereka semua tidak bisa menaklukkan Bali United dikandang sendiri.

“Sriwijaya FC pasti menggebu-gebu. Tapi, kami tidak mau kalah dan kami harus berusaha sekuat tenaga. Fokus 90 menit dan kami tidak boleh kalah lagi dan kami ingin menang di kandang sendiri,” bebernya. 



KUTA – Dua kali kekalahan dalam dua pertandingan terakhir menjadi modal buruk bagi Bali United.

Belum lagi tekanan dari suporter yang menuntut Serdadu Tridatu bisa menunjukkan hasil evaluasinya yang selama ini terus digembar-gemborkan staf pelatih Bali United.

Masalahnya, beberapa pemain kunci Serdadu Tridatu diprediksi absen karena cedera dan menjalani sanksi dari Komdis PSSI.

Hal ini tentu menjadi kabar buruk untuk menatap pekan ketujuh di bulan Mei menghadapi pemilik dua kali gelar juara Indonesia Super League (ISL); Sriwijaya FC (SFC) malam hari ini.

Saat Bali United masih mencoba melawan badai cedera, lain halnya dengan Sriwijaya FC. Skuad asuhan Rahmad Darmawan (RD) ini bertandang ke Bali dengan skuad lengkap.

Termasuk Zulfiandi yang baru saja kembali dari membela Timnas Indonesia di ajang PSSI Anniversay Cup 2018. Jika melihat performa Bali United hingga pekan ketujuh, kesempatan menang masih 50:50.

Baca Juga:  FIX! PT. LIB Pastikan Selebrasi Juara Liga I Tetap di Pekan 34

Sebab, meskipun SFC bertarung dengan full team, kondisi SFC tidak lebih baik dari Serdadu Tridatu. Laskar Wong Kito – julukan SFC baru memenangkan satu pertandingan.

Dengan satu kali kekalahan dan empat kali hasil seri. Coach RD mengatakan, mental anak asuhnya sedikit terganggu. Karena itu, dia mencoba memberikan motivasi ekstra kepada Hamka Hamzah dkk.

Apakah karena masalah gaji yang membuat skuad SFC melempem? Entahlah. Yang jelas, Coach RD masih bungkam seribu bahasa.

Hanya Coach RD dan pemain SFC yang tahu bagaimana kondisi internal tim. Yang jelas, bagi Serdadu Tridatu, kemenangan adalah harga mati yang harus diberikan untuk para suporter yang menuntut perubahan.

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro saat konferensi pers di Natya Hotel Jumat pagi kemarin (4/5) mengatakan,

Baca Juga:  Kagum Suporter Bali United, Spaso Siap Allout di Musim Liga 2018

ada beberapa evaluasi yang ditekankan kepada anak asuhnya selama latihan pascakekalahan perdana kontra PS Tira.

“Ada beberapa evaluasi yang tentu sudah kami lakukan. Secara keseluruhan, kami sudah siap untuk pertandingan hari ini,” ujar Widodo.

Dia tahu mantan tim yang pernah ditangani di ISC A 2016 itu akan mengincar kemenangan di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Apalagi berdasar data statistik, SFC sudah tiga kali tidak pernah memenangkan pertandingan di stadion kebanggaan masyarakat Bali ini.

Mulai dari era Widodo hingga RD, mereka semua tidak bisa menaklukkan Bali United dikandang sendiri.

“Sriwijaya FC pasti menggebu-gebu. Tapi, kami tidak mau kalah dan kami harus berusaha sekuat tenaga. Fokus 90 menit dan kami tidak boleh kalah lagi dan kami ingin menang di kandang sendiri,” bebernya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/