alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Ubah Skema Demi Poin Absolut, Coach Widodo Mainkan Banyak Pemain Muda

KUTA – Selama ISC A 2016 dan Piala Presiden 2017, Widodo Cahyono Putro adalah arsitek Sriwijaya FC (SFC).

Di tangan Widodo, SFC berhasil menghuni peringkat keempat ISC A 2016. Tentu bukanlah hasil yang buruk bagi Widodo.

Meski saat ini SFC sudah diarsiteki Rahmad Darmawan (RD), tampaknya, gaya permainan SFC yang dulu masih ada meski sedikit.

Widodo tahu SFC musim ini lebih mengandalkan kecepatan dari sayap mereka. Apalagi wonderkid SFC, Syahrian Abimanyu sudah klop dengan gaya permainan RD.

Mulai dari lini belakang hingga lini depan, SFC dianggap memiliki kedalaman tim yang sangat kokoh. “Tipikal permainan SFC lebih mengandalkan kecepatan dari sayap,” kata Widodo.

“Mereka akan membangun serangan dari second line. Ini yang perlu diantisipasi,” kata pelatih berusia 47 tahun ini.

Baca Juga:  Yes, Bali United Sukses Pecundangi Persekabpas Dua Gol Tanpa Balas

Yang menarik, seringkali Widodo mengatakan, sudah mempelajari gaya permainan lawan lewat video. Tapi yang perlu diketahui, gaya permainan Bali United sudah diketahui calon lawan mereka.

Contoh mutakhir adalah kekalahan Bali United dari PS Tira di pekan keenam lalu. Saat itu, Pelatih PS Tira Rudy Eka Priyambada mengatakan

 sudah mempelajari gaya permainan Serdadu Tridatu dan skemanya berhasil membuat Bali United menelan kekalahan perdana.

Rudy tahu bahwa Stefano Lilipaly dkk akan terus melakukan serangan balik cepat jika PS Tira lebih condong untuk bermain terbuka.

Akhirnya, dia memutuskan untuk membalikkan strategi widodo dengan sama-sama melakukan serangan balik. Apakah Widodo akan melakukan improvisasi untuk pertandingan malam hari ini?

“Tentu main di kandang sendiri kami pasti akan lebih berinisiatif. Tapi, strategi tidak akan saya umbar di media. Mereka harus kami redam dan kami yang harus mengendalikan mereka,” tegas Widodo.

Baca Juga:  Kalah Menyakitkan di Kandang Borneo, Teco: Semua Salah, Termasuk Saya!

Disamping harus melakukan improvisasi permainan agar tidak mudah dibaca Sriwijaya FC, Widodo juga masih sedikit pusing dengan beberapa pemain yang absen. Ahn Byung Keon sudah dipastikan tidak akan bermain.

Selain itu, ada Irfan Bachdim dan Muhammad Taufiq yang juga masih absen.  Nick Van Der Velden yang masih harus dipantau kondisinya hingga menjelang pertandingan.

Krisis ini disikapi dengan bijak oleh mantan arsitek Persela Lamongan ini. “Tentu kami harus percaya dengan pemain pengganti. Ini adalah kesempatan bagi pemain-pemain lainnya untuk bisa bermain,” paparnya.

Tapi, masalah lainnya adalah ketimpangan kualitas dari pemain inti dan pemain pelapis karena jarangnya menit bermain yang diberikan.



KUTA – Selama ISC A 2016 dan Piala Presiden 2017, Widodo Cahyono Putro adalah arsitek Sriwijaya FC (SFC).

Di tangan Widodo, SFC berhasil menghuni peringkat keempat ISC A 2016. Tentu bukanlah hasil yang buruk bagi Widodo.

Meski saat ini SFC sudah diarsiteki Rahmad Darmawan (RD), tampaknya, gaya permainan SFC yang dulu masih ada meski sedikit.

Widodo tahu SFC musim ini lebih mengandalkan kecepatan dari sayap mereka. Apalagi wonderkid SFC, Syahrian Abimanyu sudah klop dengan gaya permainan RD.

Mulai dari lini belakang hingga lini depan, SFC dianggap memiliki kedalaman tim yang sangat kokoh. “Tipikal permainan SFC lebih mengandalkan kecepatan dari sayap,” kata Widodo.

“Mereka akan membangun serangan dari second line. Ini yang perlu diantisipasi,” kata pelatih berusia 47 tahun ini.

Baca Juga:  Genjot Fisik, Ini Harapan Eks Sarawak FA Milik Bali United untuk Liga

Yang menarik, seringkali Widodo mengatakan, sudah mempelajari gaya permainan lawan lewat video. Tapi yang perlu diketahui, gaya permainan Bali United sudah diketahui calon lawan mereka.

Contoh mutakhir adalah kekalahan Bali United dari PS Tira di pekan keenam lalu. Saat itu, Pelatih PS Tira Rudy Eka Priyambada mengatakan

 sudah mempelajari gaya permainan Serdadu Tridatu dan skemanya berhasil membuat Bali United menelan kekalahan perdana.

Rudy tahu bahwa Stefano Lilipaly dkk akan terus melakukan serangan balik cepat jika PS Tira lebih condong untuk bermain terbuka.

Akhirnya, dia memutuskan untuk membalikkan strategi widodo dengan sama-sama melakukan serangan balik. Apakah Widodo akan melakukan improvisasi untuk pertandingan malam hari ini?

“Tentu main di kandang sendiri kami pasti akan lebih berinisiatif. Tapi, strategi tidak akan saya umbar di media. Mereka harus kami redam dan kami yang harus mengendalikan mereka,” tegas Widodo.

Baca Juga:  Penampilan Spaso Bak Roller Coaster, Widodo dan Irfan Bachdim Bilang…

Disamping harus melakukan improvisasi permainan agar tidak mudah dibaca Sriwijaya FC, Widodo juga masih sedikit pusing dengan beberapa pemain yang absen. Ahn Byung Keon sudah dipastikan tidak akan bermain.

Selain itu, ada Irfan Bachdim dan Muhammad Taufiq yang juga masih absen.  Nick Van Der Velden yang masih harus dipantau kondisinya hingga menjelang pertandingan.

Krisis ini disikapi dengan bijak oleh mantan arsitek Persela Lamongan ini. “Tentu kami harus percaya dengan pemain pengganti. Ini adalah kesempatan bagi pemain-pemain lainnya untuk bisa bermain,” paparnya.

Tapi, masalah lainnya adalah ketimpangan kualitas dari pemain inti dan pemain pelapis karena jarangnya menit bermain yang diberikan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/