alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Kabar Buruk! Cedera Hamstring, Marcos Belum Pasti ke Samarinda

RadarBali.com – Kemenangan 5-1 Bali United atas Persela Lamongan, Minggu lalu (3/9) harus dibayar mahal.

Gelandang Laskar Tridatu asal Argentina Marcos Flores mengalami cedera hamstring di ujung babak pertama. Saat itu, Marcos harus digotong keluar lapangan dan digantikan Irfan Bachdim.

Cedera itu membuat Marcos harus absen dalam latihan recovery tim Senin kemarin (5/9) di Lapangan Trisakti, Legian.

Pelatih Kepala Bali United Widodo Cahyono Putro belum mau terbuka terkait cedera pemain bernomor punggung 48 itu .

“Untuk cedera pastinya bisa langsung tanyakan ke dokter tim,” ucap Coach Widodo kemarin. Widodo juga belum mengetahui pasti apakah pemain berjenggot itu bisa ikut melawat ke kandang Borneo FC Samarinda pada Senin 11 September mendatang.

Pelatih yang menggantikan Hans Peter Schaller tersebut tak memungkiri ada perubahan sekaligus tekanan berarti ke mistar gawang Choirul Huda setelah Irfan Harrys Bachdim dan Stefano Lilipally dimasukkan di pengunjung babak pertama.

Baca Juga:  Performa Menanjak, Ini Hasrat Irfan Bachdim di Bali United

Meski demikian coach Wiwid- sapaan akrab Widodo- menampik ketergantungan skema permainan Bali United terhadap dua sosok pemain berdarah Belanda tersebut.

“Ya, kalau ketergantungan jangan hanya melihat pertandingan sekarang. Sebelumnya saat tak ada Lilipally dan Irfan Bachdim kena kartu merah? Bagaimana gitu? Sama saja. Cuma di mana ada kebuntuan apa yang harus kita lakukan? Itu yang kita lakukan,” imbuhnya.

Coach Widodo dengan yakin mengatakan bahwa bila Irfan dan Lilipally tak dimainkan Bali United tetap akan menang melawan Persela Lamongan di kandang.

“Tapi skornya mungkin tidak 5-1. Tapi pasti menang karena di babak kedua kita pasti main menekan,” tandasnya.
Soal dimainkannya Irfan dan Lilipally meski keduanya baru tiba di Bali pasca membela Timnas melawan Fiji di Stadion Patriot Candrabaga, Jawa Barat, Widodo mengatakan apresiasi patut diberikan kepada dua pemain tersebut.

Baca Juga:  Kadek Dimas Optimis Liga 1 Bergulir, Idolakan Bepe, Ingin Merantau

“Saya sempat bicara pada Irfan sebelum pertandingan dan bilang pada dia tidak akan dimainkan sejak babak pertama.  Saya pernah jadi pemain. Kalau habis perjalanan capek di awal (pertandingan red) kurang fresh. Tapi kalau sudah melihat pertandingan, adrenalin itu akan naik. Itu yang membantu mereka sehingga bisa langsung on fire. Karena dia melihat, gemes, gregetan. Itu yang menyebabkan saya tidak menurunkan mereka sejak babak awal,” ujarnya.

Bagaimana perkembangan Stefano Lilipally? Coach Wiwid menjawab tidak ada masalah dengan sang pemain.

“Saya sudah tahu kualitas Lilipally. Saya mau bilang apa sama dia? Lilipally tak bisa disamakan dengan Marcos Flores. Tipikalnya kan beda,” pungkasnya. 



RadarBali.com – Kemenangan 5-1 Bali United atas Persela Lamongan, Minggu lalu (3/9) harus dibayar mahal.

Gelandang Laskar Tridatu asal Argentina Marcos Flores mengalami cedera hamstring di ujung babak pertama. Saat itu, Marcos harus digotong keluar lapangan dan digantikan Irfan Bachdim.

Cedera itu membuat Marcos harus absen dalam latihan recovery tim Senin kemarin (5/9) di Lapangan Trisakti, Legian.

Pelatih Kepala Bali United Widodo Cahyono Putro belum mau terbuka terkait cedera pemain bernomor punggung 48 itu .

“Untuk cedera pastinya bisa langsung tanyakan ke dokter tim,” ucap Coach Widodo kemarin. Widodo juga belum mengetahui pasti apakah pemain berjenggot itu bisa ikut melawat ke kandang Borneo FC Samarinda pada Senin 11 September mendatang.

Pelatih yang menggantikan Hans Peter Schaller tersebut tak memungkiri ada perubahan sekaligus tekanan berarti ke mistar gawang Choirul Huda setelah Irfan Harrys Bachdim dan Stefano Lilipally dimasukkan di pengunjung babak pertama.

Baca Juga:  Pilih Tinggal di Bali, Bantu 1000 Orang Terdampak Melalui Project Nasi

Meski demikian coach Wiwid- sapaan akrab Widodo- menampik ketergantungan skema permainan Bali United terhadap dua sosok pemain berdarah Belanda tersebut.

“Ya, kalau ketergantungan jangan hanya melihat pertandingan sekarang. Sebelumnya saat tak ada Lilipally dan Irfan Bachdim kena kartu merah? Bagaimana gitu? Sama saja. Cuma di mana ada kebuntuan apa yang harus kita lakukan? Itu yang kita lakukan,” imbuhnya.

Coach Widodo dengan yakin mengatakan bahwa bila Irfan dan Lilipally tak dimainkan Bali United tetap akan menang melawan Persela Lamongan di kandang.

“Tapi skornya mungkin tidak 5-1. Tapi pasti menang karena di babak kedua kita pasti main menekan,” tandasnya.
Soal dimainkannya Irfan dan Lilipally meski keduanya baru tiba di Bali pasca membela Timnas melawan Fiji di Stadion Patriot Candrabaga, Jawa Barat, Widodo mengatakan apresiasi patut diberikan kepada dua pemain tersebut.

Baca Juga:  Sanksi Dipotong, Irfan Bachdim Gagal Main

“Saya sempat bicara pada Irfan sebelum pertandingan dan bilang pada dia tidak akan dimainkan sejak babak pertama.  Saya pernah jadi pemain. Kalau habis perjalanan capek di awal (pertandingan red) kurang fresh. Tapi kalau sudah melihat pertandingan, adrenalin itu akan naik. Itu yang membantu mereka sehingga bisa langsung on fire. Karena dia melihat, gemes, gregetan. Itu yang menyebabkan saya tidak menurunkan mereka sejak babak awal,” ujarnya.

Bagaimana perkembangan Stefano Lilipally? Coach Wiwid menjawab tidak ada masalah dengan sang pemain.

“Saya sudah tahu kualitas Lilipally. Saya mau bilang apa sama dia? Lilipally tak bisa disamakan dengan Marcos Flores. Tipikalnya kan beda,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/