alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Dibayangi Nama Besar Paulo, Ini Rekam Jejak Assis Sang Rekrutan Anyar

DENPASAR – Paulo Sergio sangat dicintai oleh Semeton Dewata dan basis suporter Bali United lainnya.

Dia menjadi pemain yang sangat vital di skuad Serdadu Tridatu saat berhasil merengkuh gelar juara di Liga 1 2019. 

Ketika tidak ada Paulo, Bali United bermain kurang maksimal. Beberapa kali Serdadu Tridatu tumbang saat Paulo absen.

Seperti ketika bertandang ke Stadion Moch. Soebroto Magelang kala Bali United menghadapi PSIS Semarang pada November 2019.

Namun ketika Paulo Sergio tampil, Serdadu Tridatu tampil superior. Dalam 38 pertandingan yang dijalaninya bersama Bali United, dia menjadi sosok “pembantu” lini serang.

Total, gelandang asal Portugal itu berhasil mengemas 20 assist dan dua gol. Ketika memperkuat Bhayangkara FC selama dua musim sebelumnya, penampilannya bahkan impresif.

Dari 59 pertandingan, 19 gol berhasil dilesakkan dan 13 assist diciptakannya. Maka dari itu Ilija Spasojevic yang sedikit kurang

Baca Juga:  Profil Lawan Bali United di Laga Ujicoba Menterang, Ini Kata Teco‚Ķ

maksimal di Liga 1 2018, akhirnya kembali lebih produktif setelah duetnya kala bersama Bhayangkara FC direkrut Bali United.

Sekarang, Paulo sudah resmi meninggalkan Bali United. Dia juga tidak mencari klub lain meski belum memberikan pernyataan resmi untuk pensiun di usianya yang menginjak 37 tahun.

Sekarang Paulo Sergio berada di Portugal. Dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya disana.

Nah, di Bali United musim ini, ada sosok Diego Assis yang menjadi suksesornya. Namun pertanyaanya adalah, bisakah gelandang asal Brasil tersebut menyamai capaian Paulo ketika berseragam Bali United?

Tentu banyak yang bertanya-tanya. Tipikal kedua pemain hampir mirip meski ada perbedaan. Paulo bisa bermain di tiga posisi yaitu gelandang serang dan sayap kiri-kanan.

Baca Juga:  Rumor Didekati Persis Solo Kian Kencang, Respons Coach Eko Mengejutkan

Sedangkan Diego Assis posisi idelanya adalah gelandang serang, sama dengan Paulo. Namun, dia kurang cocok bermain sebagai pemain sayap.

Dia masih bisa bermain sebagai gelandang tengah. Bagaimana dengan performanya di lapangan? Berdasar data statistik yang dihimpun dari transfermarkt.com, penampilan Diego Assis masih dibawah Paulo.

Di Madura United, dia melesakkan dua gol dan delapan assist dari 16 pertandingan. Sedangkan di Persela Lamongan dalam 28 pertandingan, gelandang mungil yang memiliki tinggi badan 1,66 meter itu mengemas enam gol dan tujuh assist.

Kuncinya sekarang adalah bagaimana caranya Diego menjadi pelayan yang baik bagi Ilija Spasojevic, Melvin Platje, Lerby Eliandri, dan pemain depan lainnya yang dimiliki Bali United. 



DENPASAR – Paulo Sergio sangat dicintai oleh Semeton Dewata dan basis suporter Bali United lainnya.

Dia menjadi pemain yang sangat vital di skuad Serdadu Tridatu saat berhasil merengkuh gelar juara di Liga 1 2019. 

Ketika tidak ada Paulo, Bali United bermain kurang maksimal. Beberapa kali Serdadu Tridatu tumbang saat Paulo absen.

Seperti ketika bertandang ke Stadion Moch. Soebroto Magelang kala Bali United menghadapi PSIS Semarang pada November 2019.

Namun ketika Paulo Sergio tampil, Serdadu Tridatu tampil superior. Dalam 38 pertandingan yang dijalaninya bersama Bali United, dia menjadi sosok “pembantu” lini serang.

Total, gelandang asal Portugal itu berhasil mengemas 20 assist dan dua gol. Ketika memperkuat Bhayangkara FC selama dua musim sebelumnya, penampilannya bahkan impresif.

Dari 59 pertandingan, 19 gol berhasil dilesakkan dan 13 assist diciptakannya. Maka dari itu Ilija Spasojevic yang sedikit kurang

Baca Juga:  Berlaga di Kompetisi Asia, 6 Klub Potensi Juara Dipanggil PSSI

maksimal di Liga 1 2018, akhirnya kembali lebih produktif setelah duetnya kala bersama Bhayangkara FC direkrut Bali United.

Sekarang, Paulo sudah resmi meninggalkan Bali United. Dia juga tidak mencari klub lain meski belum memberikan pernyataan resmi untuk pensiun di usianya yang menginjak 37 tahun.

Sekarang Paulo Sergio berada di Portugal. Dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya disana.

Nah, di Bali United musim ini, ada sosok Diego Assis yang menjadi suksesornya. Namun pertanyaanya adalah, bisakah gelandang asal Brasil tersebut menyamai capaian Paulo ketika berseragam Bali United?

Tentu banyak yang bertanya-tanya. Tipikal kedua pemain hampir mirip meski ada perbedaan. Paulo bisa bermain di tiga posisi yaitu gelandang serang dan sayap kiri-kanan.

Baca Juga:  Mau Main Dimana Saja, Haudi Abdillah No Problem

Sedangkan Diego Assis posisi idelanya adalah gelandang serang, sama dengan Paulo. Namun, dia kurang cocok bermain sebagai pemain sayap.

Dia masih bisa bermain sebagai gelandang tengah. Bagaimana dengan performanya di lapangan? Berdasar data statistik yang dihimpun dari transfermarkt.com, penampilan Diego Assis masih dibawah Paulo.

Di Madura United, dia melesakkan dua gol dan delapan assist dari 16 pertandingan. Sedangkan di Persela Lamongan dalam 28 pertandingan, gelandang mungil yang memiliki tinggi badan 1,66 meter itu mengemas enam gol dan tujuh assist.

Kuncinya sekarang adalah bagaimana caranya Diego menjadi pelayan yang baik bagi Ilija Spasojevic, Melvin Platje, Lerby Eliandri, dan pemain depan lainnya yang dimiliki Bali United. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/