alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Kecewa Hasil Akhir, Leo Ungkap Alasan Marah Besar ke Ofisial Persija

DENPASAR – Keputusan wasit asal Semarang Handri Kristanto cukup kontroversial saat memimpin pertandingan di leg kedua Piala Indonesia 2018

antara Persija Jakarta menghadapi Bali United di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Minggu sore kemarin (5/4).

Banyak keputusan yang dianggap berat sebelah dan memantik emosi dari para pemain Serdadu Tridatu. Mulai dari hadiah penalty yang diprotes keras oleh para pemain Bali United meski

memang jelas Brwa Hekmat Nouri handsball, hingga kartu merah yang diberikan Handri kepada I Made Andhika Wijaya yang jelas-jelas melakukan tekel bersih kepada Riko Simanjuntak.

Berbagai pihak mulai dari supporter hingga pengamat sepakbola bahkan membenarkan bahwa Andhika melakukan tekel bersih dan menganggap posisi Riko

juga bisa terjatuh meskipun tanpa dijegal oleh anak kandung legenda hidup sepakbola Bali, I Made Pasek Wijaya tersebut.

Baca Juga:  Widodo Out, Suporter Bali United Shock, Ingatkan Memori Gelora Dewata

Selain itu, sembilan kartu kuning dan dua kartu merah dikeluarkan oleh Handi. Jelas ini menjadi pertandingan yang sarat emosi dan tekanan untuk kedua tim.

Sang kapten Bali United Stefano Lilipaly bahkan ngambek dan langsung melepas jersey tanda protes.

Dia langsung menuju bench Bali United dan seakan ogah untuk melanjutkan pertandingan meskipun akhirnya kembali ke tengah lapangan.

Kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak untuk Bali United karena langsung tersingkir di dua ajang berbeda, Piala Presiden 2019 dan Piala Indonesia 2018.

Usai pertandingan, adu mulut masih berlanjut. Kali ini antara Leonard Tupamahu dengan salah seorang ofisial Persija Jakarta.

Usai pertandingan, Leo langsung menghampiri ofisial Macan Kemayoran dan terlibat adu mulut. Mengenai masalah tersebut, mantan pemain Borneo FC tersebut meminta maaf.

Tapi, dia memiliki alasan jelas mengapa harus bertindak demikian. “Saya meminta maaf. Tadi ada ofisial Persija yang melakukan tindakan kurang terpuji terhadap pelatih kipper kami (Andy Peterson),” terangnya.

Baca Juga:  Kerjasama Antar Lini Kian Apik, Spaso Puji Lini Tengah Bali United

“Waktu kami menang di Bali, kami tidak bertindak macam-macam karena kami tahu Persija sedang banyak masalah,” tambah pemain berusia 35 tahun tersebut.

Selain itu, dia juga mengaku kecewa dengan hasil yang diraih Serdadu Tridatu kali ini. Bukan hanya dengan hasil yang diraih, tetapi dia juga kecewa dengan The Jakmania kemarin.

“Saya respect karena Persija bisa keluar dari tekanan. Kami kecewa atas hasil yang kami raih hari ini (kemarin). Suporter tuan rumah juga membuat kami kecewa, tetapi inilah resiko kami menjadi pemain,” terangnya.

Namun sayang, Leo juga tidak mau menerangkan apa yang membuatnya kecewa dengan supporter Persija Jakarta. 



DENPASAR – Keputusan wasit asal Semarang Handri Kristanto cukup kontroversial saat memimpin pertandingan di leg kedua Piala Indonesia 2018

antara Persija Jakarta menghadapi Bali United di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Minggu sore kemarin (5/4).

Banyak keputusan yang dianggap berat sebelah dan memantik emosi dari para pemain Serdadu Tridatu. Mulai dari hadiah penalty yang diprotes keras oleh para pemain Bali United meski

memang jelas Brwa Hekmat Nouri handsball, hingga kartu merah yang diberikan Handri kepada I Made Andhika Wijaya yang jelas-jelas melakukan tekel bersih kepada Riko Simanjuntak.

Berbagai pihak mulai dari supporter hingga pengamat sepakbola bahkan membenarkan bahwa Andhika melakukan tekel bersih dan menganggap posisi Riko

juga bisa terjatuh meskipun tanpa dijegal oleh anak kandung legenda hidup sepakbola Bali, I Made Pasek Wijaya tersebut.

Baca Juga:  Jajal Fano-Irfan Posisi Striker, Coach Yogi: Bali United Wajib Menang

Selain itu, sembilan kartu kuning dan dua kartu merah dikeluarkan oleh Handi. Jelas ini menjadi pertandingan yang sarat emosi dan tekanan untuk kedua tim.

Sang kapten Bali United Stefano Lilipaly bahkan ngambek dan langsung melepas jersey tanda protes.

Dia langsung menuju bench Bali United dan seakan ogah untuk melanjutkan pertandingan meskipun akhirnya kembali ke tengah lapangan.

Kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak untuk Bali United karena langsung tersingkir di dua ajang berbeda, Piala Presiden 2019 dan Piala Indonesia 2018.

Usai pertandingan, adu mulut masih berlanjut. Kali ini antara Leonard Tupamahu dengan salah seorang ofisial Persija Jakarta.

Usai pertandingan, Leo langsung menghampiri ofisial Macan Kemayoran dan terlibat adu mulut. Mengenai masalah tersebut, mantan pemain Borneo FC tersebut meminta maaf.

Tapi, dia memiliki alasan jelas mengapa harus bertindak demikian. “Saya meminta maaf. Tadi ada ofisial Persija yang melakukan tindakan kurang terpuji terhadap pelatih kipper kami (Andy Peterson),” terangnya.

Baca Juga:  Terpeleset di Tangan Boaz Dkk, Coach Widodo Salahkan Suhu Panas

“Waktu kami menang di Bali, kami tidak bertindak macam-macam karena kami tahu Persija sedang banyak masalah,” tambah pemain berusia 35 tahun tersebut.

Selain itu, dia juga mengaku kecewa dengan hasil yang diraih Serdadu Tridatu kali ini. Bukan hanya dengan hasil yang diraih, tetapi dia juga kecewa dengan The Jakmania kemarin.

“Saya respect karena Persija bisa keluar dari tekanan. Kami kecewa atas hasil yang kami raih hari ini (kemarin). Suporter tuan rumah juga membuat kami kecewa, tetapi inilah resiko kami menjadi pemain,” terangnya.

Namun sayang, Leo juga tidak mau menerangkan apa yang membuatnya kecewa dengan supporter Persija Jakarta. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/