alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Rivalitas Dimulai, Coach Rene Albert Kembali Cibir Penalti Bali United

RadarBali.com – DI Indonesia sudah ada rivalitas abadi antara Persib Bandung dan Persija Jakarta serta Persebaya Surabaya dan Arema FC.

Nah rivalitas di liga Indonesia mungkin bisa bertambah seiring. Jelang kontra PSM Makassar kontra Bali United dalam lanjutan pekan-33 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar malam hari ini, rivalitas tinggi bisa terjadi.

Rivalitas baru akan dimulai hari ini. Bali United akhirnya mendapat lawan dan musuh sesungguhnya. Psywar dan “hadiah selamat datang” juga sudah dilakukan pendukung PSM kepada Serdadu Tridatu.

Bisa dikatakan, saat Bali United mencari rival abadi di sepakbola Indonesia. Sebab kejadian ini baru pertama kali diterima Bali United meskipun pemain sudah terbiasa dengan hal ini.

Kontra Pasukan Ramang – julukan PSM Makassar, juga menjadi partai final bagi kedua tim. Kedua tim sama-sama mengincar poin penuh untuk bisa bersaing merebut gelar juara Liga 1.

Kalah, kedua tim sama-sama sulit untuk menjadi juara kompetisi tertinggi di persepakbolaan Indonesia.

Baca Juga:  Maknai Sumpah Pemuda, Ini Impian Gelandang Muda Bali United

Tensi tinggi, sarat emosi, dan wajib menang menjadi sebagian kecil faktor pendukung di pertandingan hari ini.

Saking serunya pertandingan “final” kali ini, Ketum Asprov PSSI Bali I Ketut Suardana kemungkinan besar hadir.

Selain itu, Ketum PSSI Eddy Rahmayadi pun bisa saja hadir karena diundang langsung oleh Owner Bali United Pieter Tanuri dan CEO Yabes Tanuri.

Keduanya juga akan datang ke Andi Mattalatta. Tetapi, Bali United bisa sulit menang di kandang PSM. Ini tak lain dan tak bukan adalah isu-isu yang mengatakan bahwa PSM harus menang apapun caranya.

Masalah-masalah ini tidak dikhawatirkan Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro. “Kami justru tidak takut karena pertandingan ini kan bukan perang.

Kecuali ada perang, ngapain kami datang kesini (Makassar, Red). Jangan sampai ada pertandingan keras besok (hari ini, red) dan saya tidak mau seperti itu.

Baca Juga:  Usung Misi Balas Dendam, Coach PSM Robert Rene Alberts Panik

Kami harus menjaga suasana,” ucap Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro saat konferensi pers di Same Hotel Makassar Minggu kemarin (5/11).

Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts yang sepertinya sedikit tegang. Tetapi dia tidak ingin terlihat mau membalas dendam atas kekalahan menyakitkan timnya di putaran pertama lalu.

Saat itu, Bali United berhasil menghajar PSM dengan skor telak 3-0. “Tidak ada dari kami untuk balas dendam. Kami tidak ingin melihat ke belakang,” ucapnya.

Pelatih asal Belanda itu juga kembali menyindir Bali United dengan 12 gol yang dihasilkan Serdadu Tridatu adalah buah dari penalti yang diberikan pengadil di lapangan.

“Sekali lagi, 12 penalti tidak normal. Jumlah ini dua kali lebih banyak dari tim-tim lain. Setengah lebih didapat dari Bali.

Ini jelas mempengaruhi hasil-hasil sebelumnya. tapi sekarang kami bermain di Makassar dan kami wajib menang,” tuturnya.



RadarBali.com – DI Indonesia sudah ada rivalitas abadi antara Persib Bandung dan Persija Jakarta serta Persebaya Surabaya dan Arema FC.

Nah rivalitas di liga Indonesia mungkin bisa bertambah seiring. Jelang kontra PSM Makassar kontra Bali United dalam lanjutan pekan-33 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar malam hari ini, rivalitas tinggi bisa terjadi.

Rivalitas baru akan dimulai hari ini. Bali United akhirnya mendapat lawan dan musuh sesungguhnya. Psywar dan “hadiah selamat datang” juga sudah dilakukan pendukung PSM kepada Serdadu Tridatu.

Bisa dikatakan, saat Bali United mencari rival abadi di sepakbola Indonesia. Sebab kejadian ini baru pertama kali diterima Bali United meskipun pemain sudah terbiasa dengan hal ini.

Kontra Pasukan Ramang – julukan PSM Makassar, juga menjadi partai final bagi kedua tim. Kedua tim sama-sama mengincar poin penuh untuk bisa bersaing merebut gelar juara Liga 1.

Kalah, kedua tim sama-sama sulit untuk menjadi juara kompetisi tertinggi di persepakbolaan Indonesia.

Baca Juga:  Chaos, Coach Widodo Bilang Harus Ada Sanksi Biar Ada Efek Jera

Tensi tinggi, sarat emosi, dan wajib menang menjadi sebagian kecil faktor pendukung di pertandingan hari ini.

Saking serunya pertandingan “final” kali ini, Ketum Asprov PSSI Bali I Ketut Suardana kemungkinan besar hadir.

Selain itu, Ketum PSSI Eddy Rahmayadi pun bisa saja hadir karena diundang langsung oleh Owner Bali United Pieter Tanuri dan CEO Yabes Tanuri.

Keduanya juga akan datang ke Andi Mattalatta. Tetapi, Bali United bisa sulit menang di kandang PSM. Ini tak lain dan tak bukan adalah isu-isu yang mengatakan bahwa PSM harus menang apapun caranya.

Masalah-masalah ini tidak dikhawatirkan Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro. “Kami justru tidak takut karena pertandingan ini kan bukan perang.

Kecuali ada perang, ngapain kami datang kesini (Makassar, Red). Jangan sampai ada pertandingan keras besok (hari ini, red) dan saya tidak mau seperti itu.

Baca Juga:  Jadi Pemain Penting di Timnas, Widodo: Level Lilipaly Memang Beda

Kami harus menjaga suasana,” ucap Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro saat konferensi pers di Same Hotel Makassar Minggu kemarin (5/11).

Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts yang sepertinya sedikit tegang. Tetapi dia tidak ingin terlihat mau membalas dendam atas kekalahan menyakitkan timnya di putaran pertama lalu.

Saat itu, Bali United berhasil menghajar PSM dengan skor telak 3-0. “Tidak ada dari kami untuk balas dendam. Kami tidak ingin melihat ke belakang,” ucapnya.

Pelatih asal Belanda itu juga kembali menyindir Bali United dengan 12 gol yang dihasilkan Serdadu Tridatu adalah buah dari penalti yang diberikan pengadil di lapangan.

“Sekali lagi, 12 penalti tidak normal. Jumlah ini dua kali lebih banyak dari tim-tim lain. Setengah lebih didapat dari Bali.

Ini jelas mempengaruhi hasil-hasil sebelumnya. tapi sekarang kami bermain di Makassar dan kami wajib menang,” tuturnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/