alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Test PCR Usai Tiba di Bekasi, Arel Latihan Tipis-tipis untuk Adaptasi

DENPASAR – Protokol kesehatan yang sangat ketat benar-benar dijalani 26 pemain Timnas U-16 yang menjalani pemusatan latihan di Bekasi untuk persiapan Piala Asia U-16 di Bahrain.

Bahkan protokol kesehatan tersebut sudah mulai berlaku setibanya mereka di Hotel Amaroossa Grande, Bekasi.

Ini yang dirasakan oleh pemain asal Pulau Dewata, Kadek Arel Priyatna. Saat dihubungi Jawa Pos Radar Bali, Kadek Arel bersama

25 pemain lainnya baru saja menjalani Polymerase Chain Reaction (PCR) test yang dilakukan di hotel Kadek Arel dkk menginap.

“Kata tim medis, hasil tes baru diketahui nanti (kemarin) malam,” terangnya. Dengan kondisi ini pula, Pelatih Timnas U-16 Bima Sakti masih belum memberikan porsi latihan berlebih kepada semua pemain.

Baca Juga:  Hanya Dijatah Kuota 8.000 Tiket, Pemain Pasrah dengan Regulasi AFC

Hal ini bertujuan untuk meminimalisir resiko sekecil apapun jika terjadi kontak fisik saat sesi latihan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Itu sebabnya menurut Kadek Arel, semua pemain selama tiga hari latihan masih melakukan adaptasi saja dan belum bisa berlatih dengan intensitas yang tinggi.

“Masih adaptasi ya setelah sekian lama tidak berkumpul bersama. Jadi latihannya hanya interval training untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kalau hasil tes sudah keluar dan semua pemain dinyatakan negatif Covid-19, baru latihan berjalan seperti biasa dan fokus untuk menatap Piala Asia U-16,” ujar pemain Bali United U-16 tersebut.

Semua pemain tanpa terkecuali juga mendapatkan protokol yang sangat ketat seperti tidak diperbolehkan untuk keluar dari hotel selain untuk berlatih.

Baca Juga:  Posting Ucapan Terima Kasih, Mau Kemana Bro Fadil Sausu?

Selain itu, pemakaian gawai dibatasi oleh Bima Sakti. Menurutnya, ada waktu tertentu bisa menggunakan gawai.

Pemakaian gawai ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Kadek Arel. Dia selalu menyempatkan diri menghubungi keluarganya di Bali. Saat dia baru saja tiba di Bekasi, dia sering mengabari kedua orang tuanya.

“Disini (Bekasi) kalau ada kesempatan pegang handphone, saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kadang juga main game atau mabar (main bareng) game online dengan pemain lain,” ucap peraih medali perunggu AFF Cup U-16 di Thailand tahun lalu tersebut.

 



DENPASAR – Protokol kesehatan yang sangat ketat benar-benar dijalani 26 pemain Timnas U-16 yang menjalani pemusatan latihan di Bekasi untuk persiapan Piala Asia U-16 di Bahrain.

Bahkan protokol kesehatan tersebut sudah mulai berlaku setibanya mereka di Hotel Amaroossa Grande, Bekasi.

Ini yang dirasakan oleh pemain asal Pulau Dewata, Kadek Arel Priyatna. Saat dihubungi Jawa Pos Radar Bali, Kadek Arel bersama

25 pemain lainnya baru saja menjalani Polymerase Chain Reaction (PCR) test yang dilakukan di hotel Kadek Arel dkk menginap.

“Kata tim medis, hasil tes baru diketahui nanti (kemarin) malam,” terangnya. Dengan kondisi ini pula, Pelatih Timnas U-16 Bima Sakti masih belum memberikan porsi latihan berlebih kepada semua pemain.

Baca Juga:  Kontra Persija, Legenda Sepakbola Bali Minta Fadil Dkk Menang, Titik!

Hal ini bertujuan untuk meminimalisir resiko sekecil apapun jika terjadi kontak fisik saat sesi latihan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Itu sebabnya menurut Kadek Arel, semua pemain selama tiga hari latihan masih melakukan adaptasi saja dan belum bisa berlatih dengan intensitas yang tinggi.

“Masih adaptasi ya setelah sekian lama tidak berkumpul bersama. Jadi latihannya hanya interval training untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kalau hasil tes sudah keluar dan semua pemain dinyatakan negatif Covid-19, baru latihan berjalan seperti biasa dan fokus untuk menatap Piala Asia U-16,” ujar pemain Bali United U-16 tersebut.

Semua pemain tanpa terkecuali juga mendapatkan protokol yang sangat ketat seperti tidak diperbolehkan untuk keluar dari hotel selain untuk berlatih.

Baca Juga:  Ternyata Ini Resep Wawan Dua Kali Gagalkan Penalti Sacramento, Joss…

Selain itu, pemakaian gawai dibatasi oleh Bima Sakti. Menurutnya, ada waktu tertentu bisa menggunakan gawai.

Pemakaian gawai ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Kadek Arel. Dia selalu menyempatkan diri menghubungi keluarganya di Bali. Saat dia baru saja tiba di Bekasi, dia sering mengabari kedua orang tuanya.

“Disini (Bekasi) kalau ada kesempatan pegang handphone, saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kadang juga main game atau mabar (main bareng) game online dengan pemain lain,” ucap peraih medali perunggu AFF Cup U-16 di Thailand tahun lalu tersebut.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/