alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Ini Kejanggalan Sanksi Komdis PSSI yang Berefek ke Bali United, Kacau

RadarBali.com – Ada kejanggalan dari sanksi yang diberikan Komdis PSSI untuk Mitra Kukar sehingga memberikan hadiah tiga poin langsung

kepada Bhayangkara FC yang merugikan semua pihak khususnya Bali United untuk bisa merengkuh gelar juara Liga 1.

Berikut beberapa fakta kejanggalan sanksi tersebut yang perlu semeton ketahui bersama.

1.       Mengapa pihak Komdis PSSI tidak langsung memberikan tambahan larangan tampil sebanyak dua pertandingan kepada Mohammed Sissoko yang diganjar kartu merah saat melawan Borneo FC di pekan ke-31 (23/10/17)

2.       Mengapa keputusan Komdis PSSI terkait tambahan larangan bermain bagi Momo Sissoko dikeluarkan setelah pertandingan antara Mitra Kukar vs Bhayangkara FC?

3.       Dalam MCM sehari sebelum pertandingan yang diwakili kedua tim, PSSI, PT LIB, wasit, dan Match Commissioner , tidak membahas tentang larangan tampil Momo Sissoko?

Baca Juga:  Kunci Yabes Jadi Pahlawan Bali United; Cueki Omongan Negatif Hatters!

4.       Dalam surat Revisi NLB, tidak dijelaskan bahwa Sissoko tidak boleh tampil melawan Bhayangkara FC

5.       Presdir PT LIB Berlinton Siahaan mengaku bahwa siding Komdis PSSI yang berlangsung hari Minggu (5/11) terjadi tanpa sepengetahuannya. Cukup aneh, bukan!

6.       Di pasal 57 ayat 14 dalam Regulasi Liga 1, menyebutkan bahwa klub bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap kartu kuning dan/atau

kartu merah serta status hukuman yang diterima oleh pemain dan ofisial masing-masing dan memastikan semua pemain dan ofisial tersebut terdaftar

dan berhak untuk terlibat dalam pertandingan. Keberatan atau protes yang disampaikan setelah pertandingan berakhir akan diabaikan.

Dengan sejumlah kejanggalan tersebut, keputusan Komdis PSSI patut dilawan. Langkah Mitra Kukar mengajukan banding patut didukung bersama.

Baca Juga:  Komentari Pacheco - Gunawan, Coach Teco: Ini Bali United Bukan Persija

Apalagi, keputusan Komdis mengancam peluang Bali United merengkuh juara liga I. Karena begitu kecewa, CEO Bali United Yabes dengan tegas akan berjuang penuh menuntut keadilan.

“Sangat-sangat janggal. Di sistem sudah ada siapa yang bisa bermain atau tidak. Ini ranahnya sudah bukan kesalahan Mitra Kukar, tapi ada di Komdis dan PT Liga.

Mitra Kukar yang terkena hukuman,

tapi kenapa Bhayangkara FC yang dapat tiga poin? Kami harus berjuang bersama dan butuh dukungan suporter,” ungkapnya.

Menurut Yabes, keputusan Komdis PSSI dianggapnya tidak logis dan sama sekali tidak objektif. Jika terus dipaksakan, PT LIB seharusnya mendapatkan sanksi. “Kenapa tidak ditanyakan saat MCM siapa pemain yang absen?” terangnya. 



RadarBali.com – Ada kejanggalan dari sanksi yang diberikan Komdis PSSI untuk Mitra Kukar sehingga memberikan hadiah tiga poin langsung

kepada Bhayangkara FC yang merugikan semua pihak khususnya Bali United untuk bisa merengkuh gelar juara Liga 1.

Berikut beberapa fakta kejanggalan sanksi tersebut yang perlu semeton ketahui bersama.

1.       Mengapa pihak Komdis PSSI tidak langsung memberikan tambahan larangan tampil sebanyak dua pertandingan kepada Mohammed Sissoko yang diganjar kartu merah saat melawan Borneo FC di pekan ke-31 (23/10/17)

2.       Mengapa keputusan Komdis PSSI terkait tambahan larangan bermain bagi Momo Sissoko dikeluarkan setelah pertandingan antara Mitra Kukar vs Bhayangkara FC?

3.       Dalam MCM sehari sebelum pertandingan yang diwakili kedua tim, PSSI, PT LIB, wasit, dan Match Commissioner , tidak membahas tentang larangan tampil Momo Sissoko?

Baca Juga:  Tak Ubah Formasi, Ini Line Up Lini Tengah Bali United Kontra Persib

4.       Dalam surat Revisi NLB, tidak dijelaskan bahwa Sissoko tidak boleh tampil melawan Bhayangkara FC

5.       Presdir PT LIB Berlinton Siahaan mengaku bahwa siding Komdis PSSI yang berlangsung hari Minggu (5/11) terjadi tanpa sepengetahuannya. Cukup aneh, bukan!

6.       Di pasal 57 ayat 14 dalam Regulasi Liga 1, menyebutkan bahwa klub bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap kartu kuning dan/atau

kartu merah serta status hukuman yang diterima oleh pemain dan ofisial masing-masing dan memastikan semua pemain dan ofisial tersebut terdaftar

dan berhak untuk terlibat dalam pertandingan. Keberatan atau protes yang disampaikan setelah pertandingan berakhir akan diabaikan.

Dengan sejumlah kejanggalan tersebut, keputusan Komdis PSSI patut dilawan. Langkah Mitra Kukar mengajukan banding patut didukung bersama.

Baca Juga:  Berpeluang Berlaga di Asia, Coach Widodo: Ada Peluang, Ya Ambil Dong

Apalagi, keputusan Komdis mengancam peluang Bali United merengkuh juara liga I. Karena begitu kecewa, CEO Bali United Yabes dengan tegas akan berjuang penuh menuntut keadilan.

“Sangat-sangat janggal. Di sistem sudah ada siapa yang bisa bermain atau tidak. Ini ranahnya sudah bukan kesalahan Mitra Kukar, tapi ada di Komdis dan PT Liga.

Mitra Kukar yang terkena hukuman,

tapi kenapa Bhayangkara FC yang dapat tiga poin? Kami harus berjuang bersama dan butuh dukungan suporter,” ungkapnya.

Menurut Yabes, keputusan Komdis PSSI dianggapnya tidak logis dan sama sekali tidak objektif. Jika terus dipaksakan, PT LIB seharusnya mendapatkan sanksi. “Kenapa tidak ditanyakan saat MCM siapa pemain yang absen?” terangnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/