alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Didenda Komdis PSSI Rp 200 Juta, Ini Permintaan Teco untuk Suporter…

DENPASAR – Jumat lalu (5/7), Komdis PSSI melakukan sidang dan hasilnya tentu semua orang sudah tahu.

Bali United didenda sebesar Rp 200 juta akibat flare yang dinyalakan suporter di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul saat meladeni tuan rumah Kalteng Putra dipekan keempat Liga 1 2019.

Selain itu, Pelatih Fisik Bali United Yogi Nugraha mendapat sanksi teguran keras akibat protes berlebihan kepada asisten wasit.

Jelas hal ini merugikan Bali United. Denda tersebut wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan tersebut oleh Bali United.

Bukan itu saja, Komdis PSSI dengan tegas menyebutkan bahwa jika ada oknum yang melakukan hal serupa akan berakibat hukuman yang lebih berat untuk Bali United.

Baca Juga:  Kata Steven Imbiri, Ini Kunci Tekuk Lutut Tim Mutiara Hitam

Hukuman yang lebih berat tersebut menurut Manajemen Bali United adalah larangan bertanding tanpa penonton di laga kandang mereka.

Sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI jelas saja disesalkan manajemen. Terlebih Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra.

“Tentu akan sangat merugikan jika tidak ada penonton di laga kandang. Soal bisnis juga rugi karena tidak ada pemasukan dari penjualan tiket, makanan, dan sebagainya.

Tim tentu benar-benar rugi,” ucap Coach Teco usai sesi latihan Bali United di Lapangan Gelora Trisakti, Legian, kemarin (9/7).

Tanpa supporter yang memberikan dukungan tentu saja bisa membuat semangat bertanding I Made Andhika Wijaya dkk menurun.

Pelatih berpaspor Brazil tersebut hanya berharap jika penyalaan flare menjadi yang terakhir kalinya. Tidak lagi diulangi para suporter untuk pertandingan selanjutnya.

Baca Juga:  Jawab Analisis Coach Teco, PSM Siapkan Tim Terbaik Redam Bali United

“Soal denda, jelas hilang Rp 200 juta. Uang sebesar itu bisa untuk beli banyak bola, perbaiki lapangan, atau membeli hal lainnya,” pungkasnya.



DENPASAR – Jumat lalu (5/7), Komdis PSSI melakukan sidang dan hasilnya tentu semua orang sudah tahu.

Bali United didenda sebesar Rp 200 juta akibat flare yang dinyalakan suporter di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul saat meladeni tuan rumah Kalteng Putra dipekan keempat Liga 1 2019.

Selain itu, Pelatih Fisik Bali United Yogi Nugraha mendapat sanksi teguran keras akibat protes berlebihan kepada asisten wasit.

Jelas hal ini merugikan Bali United. Denda tersebut wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan tersebut oleh Bali United.

Bukan itu saja, Komdis PSSI dengan tegas menyebutkan bahwa jika ada oknum yang melakukan hal serupa akan berakibat hukuman yang lebih berat untuk Bali United.

Baca Juga:  Sssttt….Manajemen Bali United Terbuka Rekrut Pemain Baru Lagi

Hukuman yang lebih berat tersebut menurut Manajemen Bali United adalah larangan bertanding tanpa penonton di laga kandang mereka.

Sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI jelas saja disesalkan manajemen. Terlebih Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra.

“Tentu akan sangat merugikan jika tidak ada penonton di laga kandang. Soal bisnis juga rugi karena tidak ada pemasukan dari penjualan tiket, makanan, dan sebagainya.

Tim tentu benar-benar rugi,” ucap Coach Teco usai sesi latihan Bali United di Lapangan Gelora Trisakti, Legian, kemarin (9/7).

Tanpa supporter yang memberikan dukungan tentu saja bisa membuat semangat bertanding I Made Andhika Wijaya dkk menurun.

Pelatih berpaspor Brazil tersebut hanya berharap jika penyalaan flare menjadi yang terakhir kalinya. Tidak lagi diulangi para suporter untuk pertandingan selanjutnya.

Baca Juga:  Melvin Kurang Impresif, Coach Teco Berdalih Karena Pemain Kunci Absen

“Soal denda, jelas hilang Rp 200 juta. Uang sebesar itu bisa untuk beli banyak bola, perbaiki lapangan, atau membeli hal lainnya,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/