alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Pecah Telur Pascacedera, Widodo Puji Spaso Habis-habisan

DENPASAR-Ilija Spasojevic berhasil membuka keran golnya kembali di Liga 1 2018. Tambahan satu golnya saat menghadapi PSM Makassar membuatnya mencatatkan tiga gol di Liga 1.

Gol pertama Spaso di Liga 1 bersama Bali United terjadi saat menghadapi Persela Lamongan dan gol kedua terjadi saat menghadapi Sriwijaya FC.

Tiga gol untuk seorang penyerang bukanlah jumlah yang menggembirakan. Gol Spaso juga masih kalah dari kompatriotnya di Bali United,

Stefano Lilipaly yang sudah mencatatkan sembilan gol dan Samsul Arief yang sudah membukukan delapan gol untuk Barito Putera.

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro tampaknya tidak melihat berapa gol yang sudah dilesakkan Spaso sejauh ini.

Pelatih kelahiran Cilacap, 47 tahun silam ini memuji Spaso. “Spaso dia luar biasa kontrol bolanya. Pelan-pelan terus arahkan dia. Makanya saya sering ajarkan kalau bola diposisi ini harus bagaimana,” ucapnya.

Gol mantan pemain Persib Bandung itu memang tercipta seperti kebetulan. Tetapi jika diamati, Spaso mampu mencari posisi yang tepat sat bola rebound.

Widodo mengatakan, ayah dua anak itu sudah belajar dari kesalahannya dan dia mau mendengarkan kritikan-kritikan yang dilayangkan kepadanya selama ini.

“Biarpun mereka pemain super, tetapi yang bisa melihat kelemahan mereka sendiri adalah orang lain. Itulah pemain besar yang mau menerima kelemahan sendiri dan memperbaikinya,” tegasnya.

Sebagai seorang pelatih, dia juga tidak luput dari kesalahan dan Widodo juga membutuhkan sara serta kritikan dari orang lain.

“Sebagai seorang pelatih kepala, tentu harus ada asisten karena mata saya tidak bisa memantau secara langsung 30 pemain yang ada dalam tim,” tutupnya. 



DENPASAR-Ilija Spasojevic berhasil membuka keran golnya kembali di Liga 1 2018. Tambahan satu golnya saat menghadapi PSM Makassar membuatnya mencatatkan tiga gol di Liga 1.

Gol pertama Spaso di Liga 1 bersama Bali United terjadi saat menghadapi Persela Lamongan dan gol kedua terjadi saat menghadapi Sriwijaya FC.

Tiga gol untuk seorang penyerang bukanlah jumlah yang menggembirakan. Gol Spaso juga masih kalah dari kompatriotnya di Bali United,

Stefano Lilipaly yang sudah mencatatkan sembilan gol dan Samsul Arief yang sudah membukukan delapan gol untuk Barito Putera.

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro tampaknya tidak melihat berapa gol yang sudah dilesakkan Spaso sejauh ini.

Pelatih kelahiran Cilacap, 47 tahun silam ini memuji Spaso. “Spaso dia luar biasa kontrol bolanya. Pelan-pelan terus arahkan dia. Makanya saya sering ajarkan kalau bola diposisi ini harus bagaimana,” ucapnya.

Gol mantan pemain Persib Bandung itu memang tercipta seperti kebetulan. Tetapi jika diamati, Spaso mampu mencari posisi yang tepat sat bola rebound.

Widodo mengatakan, ayah dua anak itu sudah belajar dari kesalahannya dan dia mau mendengarkan kritikan-kritikan yang dilayangkan kepadanya selama ini.

“Biarpun mereka pemain super, tetapi yang bisa melihat kelemahan mereka sendiri adalah orang lain. Itulah pemain besar yang mau menerima kelemahan sendiri dan memperbaikinya,” tegasnya.

Sebagai seorang pelatih, dia juga tidak luput dari kesalahan dan Widodo juga membutuhkan sara serta kritikan dari orang lain.

“Sebagai seorang pelatih kepala, tentu harus ada asisten karena mata saya tidak bisa memantau secara langsung 30 pemain yang ada dalam tim,” tutupnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/