alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Coach Eko: Lini Tengah Bali United Minim Kreativitas, Ini Salah Saya

GIANYAR – Status juara Liga 1, tampaknya, dinikmati betul suporter Bali United. Karena itu, meski kalah tipis dari Tira Persikabo dengan skor 0 – 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis malam kemarin (12/12), suporter tak perduli.

Padahal, kekalahan ini menodai rekor skuad Serdadu Tridatu kala main kendang di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Osas Saha menjadi aktor antagonis atas kekalahan perdana Serdadu Tridatu musim ini. Osas berhasil mencetak gol pada menit ke-55.

Kekalahan ini sendiri bisa dimaklumi. Pasalnya, di starting eleven yang diturunkan Asisten Pelatih Bali United Eko Purdjianto kemarin, hanya Ilija Spasojevic yang bermain reguler.

Sisanya, hampir semua pemain jarang dimainkan musim ini. Permainan Serdadu Tridatu kemarin sedikit berantakan dan terlihat hampir selalu kalah di lini tengah.

Baca Juga:  Latihan Bareng Pemain Klub Lain, Dias Angga: Harus Tetap Berolahraga

Di lini tengah Serdadu Tridatu, Coach Eko mengandalkan dua gelandang muda Arapenta Lingka Poerba dan Kadek Agung Widnyana Putra.

Asisten pelatih asal Semarang tersebut sadar jika permainan anak asuhnya kurang maksimal. Tapi, dia juga tidak mau menyalahkan pemainnya.

Coach Eko seolah ingin menjadi tameng atas kekalahan perdana Serdadu Tridatu di kandang sendiri musim ini.

“Babak kedua kami lengah meskipun sudah bermain maksimal. Kami bisa menahan mereka dan berinsiatif untuk menyerang.

Tapi dengan beberapa pemain berpengalaman yang dimiliki oleh Tira seperti Osas dan Ciro, mereka akhirnya bisa menciptakan peluang dan terjadi gol,” ujar Coach Eko membela diri.

Apakah ini juga efek dari tidak adanya sosok Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra di pinggir lapangan?

Baca Juga:  Indonesia Terpilih Jadi Host Piala Dunia U-20, Dipta Jadi Venue Utama

Coach Eko tidak terlalu menanggapi. Yang jelas, kata Coach Eko, ini adalah hasil maksimal yang didapat dengan memanfaatkan pemain yang ada.

“Kami sudah berusaha yang terbaik. Kami akui, minim kreativitas di lini tengah meskipun permainan dari Kadek Agung dan Arapenta lumayan.

Inilah materi pemain yang ada dan harus kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kelengahan kami sekarang, itu adalah kesalahan saya. Mudah-mudahan bisa lebih bagus lagi,” pungkasnya. 



GIANYAR – Status juara Liga 1, tampaknya, dinikmati betul suporter Bali United. Karena itu, meski kalah tipis dari Tira Persikabo dengan skor 0 – 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis malam kemarin (12/12), suporter tak perduli.

Padahal, kekalahan ini menodai rekor skuad Serdadu Tridatu kala main kendang di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Osas Saha menjadi aktor antagonis atas kekalahan perdana Serdadu Tridatu musim ini. Osas berhasil mencetak gol pada menit ke-55.

Kekalahan ini sendiri bisa dimaklumi. Pasalnya, di starting eleven yang diturunkan Asisten Pelatih Bali United Eko Purdjianto kemarin, hanya Ilija Spasojevic yang bermain reguler.

Sisanya, hampir semua pemain jarang dimainkan musim ini. Permainan Serdadu Tridatu kemarin sedikit berantakan dan terlihat hampir selalu kalah di lini tengah.

Baca Juga:  Ambisi Rebut Kemenangan, SFC Fokus Menyerang Sejak Menit Awal

Di lini tengah Serdadu Tridatu, Coach Eko mengandalkan dua gelandang muda Arapenta Lingka Poerba dan Kadek Agung Widnyana Putra.

Asisten pelatih asal Semarang tersebut sadar jika permainan anak asuhnya kurang maksimal. Tapi, dia juga tidak mau menyalahkan pemainnya.

Coach Eko seolah ingin menjadi tameng atas kekalahan perdana Serdadu Tridatu di kandang sendiri musim ini.

“Babak kedua kami lengah meskipun sudah bermain maksimal. Kami bisa menahan mereka dan berinsiatif untuk menyerang.

Tapi dengan beberapa pemain berpengalaman yang dimiliki oleh Tira seperti Osas dan Ciro, mereka akhirnya bisa menciptakan peluang dan terjadi gol,” ujar Coach Eko membela diri.

Apakah ini juga efek dari tidak adanya sosok Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra di pinggir lapangan?

Baca Juga:  Kabar Baik, Pulih dari Cedera Lutut, Agus Nova Siap Jadi Starter

Coach Eko tidak terlalu menanggapi. Yang jelas, kata Coach Eko, ini adalah hasil maksimal yang didapat dengan memanfaatkan pemain yang ada.

“Kami sudah berusaha yang terbaik. Kami akui, minim kreativitas di lini tengah meskipun permainan dari Kadek Agung dan Arapenta lumayan.

Inilah materi pemain yang ada dan harus kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kelengahan kami sekarang, itu adalah kesalahan saya. Mudah-mudahan bisa lebih bagus lagi,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/