alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Rumput Stadion Pengganti Kontra Barito Standart FIFA, Begini Kata Teco

DENPASAR – Stadion Demang Lehman menjadi markas sementara Barito Putra kala menjamu Bali United dipekan ketujuh Liga 1, Minggu besok (14/7).

Stadion 17 Mei, Banjarmasin masih dalam pemugaran sehingga tidak mungkin Barito menggunakan stadion tersebut.

Laskar Antasari juga rencananya akan menggunakan stadion ini selama kurang lebih tiga musim. Stadion Demang Lehman sendiri adalah markas dari Martapura FC. Klub kontestan Liga 2 2019.

Ada dua pemain asal Bali yang menghuni stadion ini yakni mantan penjaga gawang Bali United Ngurah Arya Perdana dan mantan pemain Persekabpas Pasuruan dan PS Badung Bayu Yusa.

Untuk pertama kalinya Bali United akan mencicipi stadion berkapasitas 15 ribu supporter tersebut. Jika dilihat, stadion ini lebih bagus dari Stadion 17 Mei, Banjarmasin.

Baca Juga:  Mulia, Pemain Bali United Ikut Bantu Korban Gempa Lombok

Dari segi kualitas lapangan, banyak pihak yang mengatakan jika stadion ini memiliki lapangan yang lebih baik dari Stadion 17 Mei.

Saat dikonfirmasi kemarin, Ngurah Arya Perdana mengatakan, stadion Demang Lehman cukup bagus. Kondisi rumputnya juga sangat rapi.

“Rumputnya bagus dan tidak keras menurut saya,” terang mantan pemain PSM Makassar tersebut.

Dari data yang diperoleh, rumput stadion tersebut menggunakan rumput jenis Zoyzia Matrela Lin yang merupakan rumput standar FIFA.

Di sisi lain, Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra belum mengetahui secara pasti bagaimana kondisi stadion disana.

“Kalau ada yang bilang bagus, saya tidak tahu karena saya belum pernah kesana. Kalau benar bagus, tentu juga berpengaruh pada permainan kami. Pemain lebih enak dan enjoy bermain,” terang Teco kemarin.

Baca Juga:  Bali United Gelar Latihan Awal Agustus, Teco Minta Siapkan Protokol

Dia hanya berharap kualitas lapangan bisa bagus seperti Stadion Sumpah Pemuda, PKOR, Way Halim, Lampung, markas dari Perseru Badak Lampung FC.

Dengan kondisi lapangan yang tidak bergelombang, tentu akan lebih mudah untuk mengontrol bola dan menerapkan satu dua sentuhan khas yang dimiliki pelatih berusia 44 tahun tersebut.

 



DENPASAR – Stadion Demang Lehman menjadi markas sementara Barito Putra kala menjamu Bali United dipekan ketujuh Liga 1, Minggu besok (14/7).

Stadion 17 Mei, Banjarmasin masih dalam pemugaran sehingga tidak mungkin Barito menggunakan stadion tersebut.

Laskar Antasari juga rencananya akan menggunakan stadion ini selama kurang lebih tiga musim. Stadion Demang Lehman sendiri adalah markas dari Martapura FC. Klub kontestan Liga 2 2019.

Ada dua pemain asal Bali yang menghuni stadion ini yakni mantan penjaga gawang Bali United Ngurah Arya Perdana dan mantan pemain Persekabpas Pasuruan dan PS Badung Bayu Yusa.

Untuk pertama kalinya Bali United akan mencicipi stadion berkapasitas 15 ribu supporter tersebut. Jika dilihat, stadion ini lebih bagus dari Stadion 17 Mei, Banjarmasin.

Baca Juga:  Bali United Ikut IBL 2021, Fadil Sausu: Ini Bukti Manajemen Oke

Dari segi kualitas lapangan, banyak pihak yang mengatakan jika stadion ini memiliki lapangan yang lebih baik dari Stadion 17 Mei.

Saat dikonfirmasi kemarin, Ngurah Arya Perdana mengatakan, stadion Demang Lehman cukup bagus. Kondisi rumputnya juga sangat rapi.

“Rumputnya bagus dan tidak keras menurut saya,” terang mantan pemain PSM Makassar tersebut.

Dari data yang diperoleh, rumput stadion tersebut menggunakan rumput jenis Zoyzia Matrela Lin yang merupakan rumput standar FIFA.

Di sisi lain, Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra belum mengetahui secara pasti bagaimana kondisi stadion disana.

“Kalau ada yang bilang bagus, saya tidak tahu karena saya belum pernah kesana. Kalau benar bagus, tentu juga berpengaruh pada permainan kami. Pemain lebih enak dan enjoy bermain,” terang Teco kemarin.

Baca Juga:  Persaingan Bek Kanan BU Kian Sengit, Eky Taufik Pantang Ciut Nyali

Dia hanya berharap kualitas lapangan bisa bagus seperti Stadion Sumpah Pemuda, PKOR, Way Halim, Lampung, markas dari Perseru Badak Lampung FC.

Dengan kondisi lapangan yang tidak bergelombang, tentu akan lebih mudah untuk mengontrol bola dan menerapkan satu dua sentuhan khas yang dimiliki pelatih berusia 44 tahun tersebut.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/