alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Nomor 93 Angka Keramat, Ternyata Eks Persebaya Ini Kerap Bawa Hoki

DENPASAR – Sudah dua kali penjaga gawang anyar Serdadu Tridatu Samuel Reimas merasakan bagaimana atmosfer Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Dua pertandingan di Liga 1 2018 itu berbuah manis. Samuel Reimas sukses membantu Perseru Serui meraih dua hasil imbang.

Pertama saat menghadapi Bali United di pekan ketiga Liga 1 (7/4/18). Saat itu Perseru yang masih ditukangi I Putu Gede Dwi Santoso berhasil menahan imbang Bali United dengan skor 1-1.

Samuel Reimas bersama Perseru kembali datang ke Stadion Dipta. Kali ini saat menghadapi Persib Bandung di pekan ke-32 Liga 1 (23/11).

Lagi-lagi Cendrawasih Jingga – julukan Perseru Serui berhasil mengemas satu poin setelah laga berakhir imbang 2-2.

Baca Juga:  Kadek Agung dan Dicky Perkuat Timnas U - 23, Begini Respons Coach Teco

Dari dua pertandingan tersebut, Perseru melakukan comeback indah setelah tertinggal lebih dulu.

Satu poin menghadapi Persib Bandung juga menjadi titik balik Perseru yang akhirnya berhasil lolos dari jurang degredasi Liga 1 dan bertengger diperingkat ke-14 Liga 1 2018.

Sepertinya, eks jebolan klub internal Persebaya Surabaya, Anak Bangsa, ini kerap membawa hoki di setiap klub yang dibelanya.

Saat bersama Persebaya Surabaya di Liga 2 2017, dia juga ikut andil membawa Bajul Ijo promosi ke Liga 1 2018 dengan status juara.

“Bisa dikatakan Stadion Dipta bawa keberuntungan (bagi saya). Semoga berlanjut karena kemarin Perseru belum kalah di Dipta,” terang Samuel Reimas.

Dia juga tetap mempertahankan nomor punggung keberuntungannya yakni 93. Nomor punggung 93 juga sudah dipakainya sejak berseragam Persebaya Surabaya di Liga 2 2017.

Baca Juga:  Disikat Persija 3 – 0, Bali United Gagal Bawa Pulang Piala Presiden

Baginya, nomor 93 menjadi nomor hokinya. “Mungkin saya tetap pakai nomor punggung 93. Maknanya sendiri tidak ada sih menurut saya.

Hanya kebetulan waktu di Persebaya saya mau pilih nomor punggung 92. Tapi kebetulan Dimas Galih sudah pakai nomor itu. Akhirnya saya pakai nomor punggung 93.

Justru nomor itu bisa bawa Persebaya juara Liga 2 dan membantu Perseru bertahan di Liga 1. Jadi, nomor itu menjadi nomor keberuntungan saya,” tuturnya.



DENPASAR – Sudah dua kali penjaga gawang anyar Serdadu Tridatu Samuel Reimas merasakan bagaimana atmosfer Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Dua pertandingan di Liga 1 2018 itu berbuah manis. Samuel Reimas sukses membantu Perseru Serui meraih dua hasil imbang.

Pertama saat menghadapi Bali United di pekan ketiga Liga 1 (7/4/18). Saat itu Perseru yang masih ditukangi I Putu Gede Dwi Santoso berhasil menahan imbang Bali United dengan skor 1-1.

Samuel Reimas bersama Perseru kembali datang ke Stadion Dipta. Kali ini saat menghadapi Persib Bandung di pekan ke-32 Liga 1 (23/11).

Lagi-lagi Cendrawasih Jingga – julukan Perseru Serui berhasil mengemas satu poin setelah laga berakhir imbang 2-2.

Baca Juga:  Kontra Tampines Rovers, Stefano Lilipaly: Kami Optimistis Menang

Dari dua pertandingan tersebut, Perseru melakukan comeback indah setelah tertinggal lebih dulu.

Satu poin menghadapi Persib Bandung juga menjadi titik balik Perseru yang akhirnya berhasil lolos dari jurang degredasi Liga 1 dan bertengger diperingkat ke-14 Liga 1 2018.

Sepertinya, eks jebolan klub internal Persebaya Surabaya, Anak Bangsa, ini kerap membawa hoki di setiap klub yang dibelanya.

Saat bersama Persebaya Surabaya di Liga 2 2017, dia juga ikut andil membawa Bajul Ijo promosi ke Liga 1 2018 dengan status juara.

“Bisa dikatakan Stadion Dipta bawa keberuntungan (bagi saya). Semoga berlanjut karena kemarin Perseru belum kalah di Dipta,” terang Samuel Reimas.

Dia juga tetap mempertahankan nomor punggung keberuntungannya yakni 93. Nomor punggung 93 juga sudah dipakainya sejak berseragam Persebaya Surabaya di Liga 2 2017.

Baca Juga:  Rebut Poin Penuh di Kandang PSM, Waspadai Pluim dan Sinaga

Baginya, nomor 93 menjadi nomor hokinya. “Mungkin saya tetap pakai nomor punggung 93. Maknanya sendiri tidak ada sih menurut saya.

Hanya kebetulan waktu di Persebaya saya mau pilih nomor punggung 92. Tapi kebetulan Dimas Galih sudah pakai nomor itu. Akhirnya saya pakai nomor punggung 93.

Justru nomor itu bisa bawa Persebaya juara Liga 2 dan membantu Perseru bertahan di Liga 1. Jadi, nomor itu menjadi nomor keberuntungan saya,” tuturnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/