alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Fano Kembali Masuk Skuad Timnas, Ini Kata Legenda Sepakbola Bali…

DENPASAR – Mandulnya lini depan Timnas Indonesia proyeksi Asian Games 2018 memaksa Pelatih Timnas U-23 Luis Milla Aspas mencari alternatif dengan memanggil pemain baru untuk melengkapi skuad.

Nama gelandang serang Bali United Stefano Lilipaly yang lama menghilang dari skuad Timnas Indonesia akhirnya kembali.

Fano – sapaan akrabnya masuk list terakhir bersama bek Bali United Ricky Fajrin. Kabar baik ini tertuang dari surat resmi PSSI kepada Bali United.

“Sehubungan dengan road to Asian Games 2018, Timnas Indonesia U-23 akan melakukan pertandingan persahabatan internasional melawan Timnas Korea Selatan U-23

pada tanggal 23 Juni 2018 di Jakarta. Maka dengan ini, PSSI memanggil Ricky Fajrin dan Stefano Lilipaly untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-23,” demikian bunyi surat PSSI.  

Baca Juga:  Puji Klub Baru, Melvin Target Bawa Graafschap Promosi ke Eredivise

Kembalinya pemain berusia 28 tahun itu ke Timnas Indonesia disambut suka cita suporter Bali United. Termasuk pengamat sepakbola Bali I Made Sony Kawiarda.

Dari pekan pertama hingga pekan ke-13 Liga 1, legenda hidup sepakbola Bali ini selalu memperhatikan perkembangan Fano.

Menurutnya, inilah saatnya Fano membuktikan diri bahwa dia layak untuk terus berseragam Garuda. Terlebih Fano yang sempat diacuhkan Luis Milla dalam beberapa kali laga uji coba.

“Menurut saya, seorang pemain professional yang memiliki jiwa nasionalis tinggi akan siap kapanpun dipanggil Timnas. Ada rasa kebanggaan tersendiri menurut saya,” ucap Sony Kawiarda.

Mantan Pelatih Persegi Gianyar serta Asisten Pelatih Niac Mitra dan Bali Devata itu menilai, masuknya ayah satu anak itu sangat berpengaruh untuk Timnas.

Baca Juga:  Agus Nova - Ahmad Agung Cedera, WCP Optimis Tatap Laga Kontra Madura

Sebab dia menilai permainan Timnas terutama di lini tengah masih kurang maksimal. “Fano bisa menghidupkan permainan tim karena dia bisa jadi leader untuk pemain-pemain muda lainnya.

Disamping itu, dia juga konsisten selama ini. Sebagai gelandang serang, dia bisa memecah kebuntuan di lini depan Timnas Indonesia

kalau formasi yang diterapkan adalah 4-3-3. Dia bisa masuk di pos yang ditinggalkan penyerang,” pungkasnya. 



DENPASAR – Mandulnya lini depan Timnas Indonesia proyeksi Asian Games 2018 memaksa Pelatih Timnas U-23 Luis Milla Aspas mencari alternatif dengan memanggil pemain baru untuk melengkapi skuad.

Nama gelandang serang Bali United Stefano Lilipaly yang lama menghilang dari skuad Timnas Indonesia akhirnya kembali.

Fano – sapaan akrabnya masuk list terakhir bersama bek Bali United Ricky Fajrin. Kabar baik ini tertuang dari surat resmi PSSI kepada Bali United.

“Sehubungan dengan road to Asian Games 2018, Timnas Indonesia U-23 akan melakukan pertandingan persahabatan internasional melawan Timnas Korea Selatan U-23

pada tanggal 23 Juni 2018 di Jakarta. Maka dengan ini, PSSI memanggil Ricky Fajrin dan Stefano Lilipaly untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-23,” demikian bunyi surat PSSI.  

Baca Juga:  Liburkan Pemain, Coach Teco Kirim Pesan "Menyengat" ke PSSI dan PT LIB

Kembalinya pemain berusia 28 tahun itu ke Timnas Indonesia disambut suka cita suporter Bali United. Termasuk pengamat sepakbola Bali I Made Sony Kawiarda.

Dari pekan pertama hingga pekan ke-13 Liga 1, legenda hidup sepakbola Bali ini selalu memperhatikan perkembangan Fano.

Menurutnya, inilah saatnya Fano membuktikan diri bahwa dia layak untuk terus berseragam Garuda. Terlebih Fano yang sempat diacuhkan Luis Milla dalam beberapa kali laga uji coba.

“Menurut saya, seorang pemain professional yang memiliki jiwa nasionalis tinggi akan siap kapanpun dipanggil Timnas. Ada rasa kebanggaan tersendiri menurut saya,” ucap Sony Kawiarda.

Mantan Pelatih Persegi Gianyar serta Asisten Pelatih Niac Mitra dan Bali Devata itu menilai, masuknya ayah satu anak itu sangat berpengaruh untuk Timnas.

Baca Juga:  Ini Alasan Coach Widodo Ubah Posisi VDV, Ternyata Kerena Ini…

Sebab dia menilai permainan Timnas terutama di lini tengah masih kurang maksimal. “Fano bisa menghidupkan permainan tim karena dia bisa jadi leader untuk pemain-pemain muda lainnya.

Disamping itu, dia juga konsisten selama ini. Sebagai gelandang serang, dia bisa memecah kebuntuan di lini depan Timnas Indonesia

kalau formasi yang diterapkan adalah 4-3-3. Dia bisa masuk di pos yang ditinggalkan penyerang,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/