alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Ubah Persepsi Publik, Nyoman Paul: Saya Ini Bukan Pemain Naturalisasi

DENPASAR – Nama Nyoman Paul Aro Fernando beberapa hari terakhir menjadi perbincangan pecinta sepak bola di Indonesia.

Nama Nyoman Paul digadang-gadang bisa menembus skuad Timnas U-20 untuk Piala Dunia U-20 tahun depan di Indonesia.

Atau bahkan bisa lebih cepat karena Timnas U-19 lebih dulu bertarung di AFC Cup U-19 di Uzbekistan akhir tahun ini. Nyoman Paul sendiri baru meneken kontrak dengan klub Liga Swedia, Skovde AIK.

Selain Nyoman Paul, masih ada Joe Ferguson (Blackburn Rovers U-18), Jack Brown (Lincoln City FC U-18), dan Elkan Baggott (Ipswich Town U-18) yang juga tengah dipantau Pelatih Timnas Indonesia.

Dengan menjadi pemain berdarah Indonesia yang dipantau dan menjadi perbincangan hangat saat ini, jelas ada rasa skeptis yang dimiliki suporter Indonesia.

Baca Juga:  WASPADA! Tumbang di Tangan PSIS, PSS Cari Tumbal di Stadion Dipta

Mereka pasti berpikir mengapa tidak putra terbaik asli Indonesia saja yang dipantau dan coba diberikan kesempatan.

Mengapa harus pemain beradarah campuran yang ikut dilirik? Nyoman Paul sepertinya tahu apa yang terjadi.

Pemain berdarah Singaraja, Bali dan Swedia tersebut tidak mempermasalahkan pandangan sebagian orang.

“Saya (tergolong) itu orang yang jarang posting sesuatu di media sosial pribadi. Tapi saya tetap memantau perkembangan yang terjadi di media sosial dan saya lihat

ada kesalahpahaman yang terjadi. Saya dibilang pemain naturalisasi. Padahal kan tidak. SD dan SMP saya di Singaraja. SMP saya di SMP negeri.

Pokoknya, saya tidak menyalahkan persepsi orang tentang saya,” tegas Nyoman Paul Ario Fernando kepada Jawa Pos Radar Bali.

Baca Juga:  Gawang Wawan Jebol 5 Gol, Coach Djanur: Permainan Bali Tidak Buruk Kok

“Saya dari kecil di Bali. Keluarga semua ada di Bali. Mungkin karena wajah saya yang bule banget, jadinya saya dianggap pemain naturalisasi. Kadene tamu sajaan,” tambahnya.

Terlebih, dia sangat fasih mebasa Bali dengan logat khas Buleleng. Apa yang dilakukannya bisa menghilangkan sifat skeptis dari sebagian orang. 



DENPASAR – Nama Nyoman Paul Aro Fernando beberapa hari terakhir menjadi perbincangan pecinta sepak bola di Indonesia.

Nama Nyoman Paul digadang-gadang bisa menembus skuad Timnas U-20 untuk Piala Dunia U-20 tahun depan di Indonesia.

Atau bahkan bisa lebih cepat karena Timnas U-19 lebih dulu bertarung di AFC Cup U-19 di Uzbekistan akhir tahun ini. Nyoman Paul sendiri baru meneken kontrak dengan klub Liga Swedia, Skovde AIK.

Selain Nyoman Paul, masih ada Joe Ferguson (Blackburn Rovers U-18), Jack Brown (Lincoln City FC U-18), dan Elkan Baggott (Ipswich Town U-18) yang juga tengah dipantau Pelatih Timnas Indonesia.

Dengan menjadi pemain berdarah Indonesia yang dipantau dan menjadi perbincangan hangat saat ini, jelas ada rasa skeptis yang dimiliki suporter Indonesia.

Baca Juga:  WASPADA! Tumbang di Tangan PSIS, PSS Cari Tumbal di Stadion Dipta

Mereka pasti berpikir mengapa tidak putra terbaik asli Indonesia saja yang dipantau dan coba diberikan kesempatan.

Mengapa harus pemain beradarah campuran yang ikut dilirik? Nyoman Paul sepertinya tahu apa yang terjadi.

Pemain berdarah Singaraja, Bali dan Swedia tersebut tidak mempermasalahkan pandangan sebagian orang.

“Saya (tergolong) itu orang yang jarang posting sesuatu di media sosial pribadi. Tapi saya tetap memantau perkembangan yang terjadi di media sosial dan saya lihat

ada kesalahpahaman yang terjadi. Saya dibilang pemain naturalisasi. Padahal kan tidak. SD dan SMP saya di Singaraja. SMP saya di SMP negeri.

Pokoknya, saya tidak menyalahkan persepsi orang tentang saya,” tegas Nyoman Paul Ario Fernando kepada Jawa Pos Radar Bali.

Baca Juga:  TERUNGKAP! Komang Teguh Akui Kesal Ketika Elkan Dipanggil Coach Shin

“Saya dari kecil di Bali. Keluarga semua ada di Bali. Mungkin karena wajah saya yang bule banget, jadinya saya dianggap pemain naturalisasi. Kadene tamu sajaan,” tambahnya.

Terlebih, dia sangat fasih mebasa Bali dengan logat khas Buleleng. Apa yang dilakukannya bisa menghilangkan sifat skeptis dari sebagian orang. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/