alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

PSSI Rilis Stop Pertandingan saat Nyayian Rasis, Ini Respons CEO BU…

GIANYAR – PSSI melalui Exco PSSI memutuskan secara resmi merilis prosedur penghentian pertandingan jika terdapat unsur SARA, politik, dan hinaan dalam sebuah pertandingan.

Keputusan ini terhitung berlaku sejak pekan ke-25 Liga 1. Hal ini juga sudah disosialisasikan kepada klub melalui surat bernomor 4573/UDN/2114/X-2018 tertanggal 8 Oktober.

Penghentian pertandingan bisa dilakukan secara permanen atau sementara. Jika sudah tiga penghentian sementara yang dilakukan oleh wasit tetapi kembali terulang,

maka wasit berhak untuk menghentikan permainan sepenuhnya dan menyatakan pertandingan selesai dan status pertandingan diserahkan kepada PSSI.

Terkait masalah ini, Manajemen Bali United tampaknya setuju dengan apa yang dibuat oleh PSSI.

Menurut CEO Bali United Yabes Tanuri, hal ini bagus karena nyanyian-nyanyian rasis justru kurang bermanfaat.

Baca Juga:  Kontra Timnas U-23 5 Maret, Coach Teco Enggan TC di Jakarta

Dia mengimbau suporter khususnya suporter Bali United bisa mentaati peraturan saat menghadapi Mitra Kukar hari ini.

“Menurut saya itu bagus. Nyanyian-nyanyian seperti itu memang kurang bermanfaat. Banyak anak kecil yang ada di stadion atau yang menonton di rumah mereka masing-masing dan itu tidak baik.

Bisa terdoktrin hingga dewasa kalau mendengar hal-hal seperti itu secara terus menerus. Jangan sampai lagi ada ujaran kebencian,” terang Yabes kemarin.

Saat disinggung seperti kasus suporter Bali United yang membentangkan spanduk besar untuk Bhayangkara FC diputaran pertama lalu, dia pun tidak membenarkan hal tersebut. Baginya,

chant atau sejenisnya harus sesuai dengan aturan. “Sekali lagi, jangan sampai ada ujaran kebencian,” tuturnya. 

Baca Juga:  Fadil Sausu Urung Lawan Fiji, Ini Pertimbangan PSSI yang Bikin Nyesek


GIANYAR – PSSI melalui Exco PSSI memutuskan secara resmi merilis prosedur penghentian pertandingan jika terdapat unsur SARA, politik, dan hinaan dalam sebuah pertandingan.

Keputusan ini terhitung berlaku sejak pekan ke-25 Liga 1. Hal ini juga sudah disosialisasikan kepada klub melalui surat bernomor 4573/UDN/2114/X-2018 tertanggal 8 Oktober.

Penghentian pertandingan bisa dilakukan secara permanen atau sementara. Jika sudah tiga penghentian sementara yang dilakukan oleh wasit tetapi kembali terulang,

maka wasit berhak untuk menghentikan permainan sepenuhnya dan menyatakan pertandingan selesai dan status pertandingan diserahkan kepada PSSI.

Terkait masalah ini, Manajemen Bali United tampaknya setuju dengan apa yang dibuat oleh PSSI.

Menurut CEO Bali United Yabes Tanuri, hal ini bagus karena nyanyian-nyanyian rasis justru kurang bermanfaat.

Baca Juga:  Dipukul Asisten Pelatih PSM, Gede Nano Sukadana: Tidak Layak Dicontoh

Dia mengimbau suporter khususnya suporter Bali United bisa mentaati peraturan saat menghadapi Mitra Kukar hari ini.

“Menurut saya itu bagus. Nyanyian-nyanyian seperti itu memang kurang bermanfaat. Banyak anak kecil yang ada di stadion atau yang menonton di rumah mereka masing-masing dan itu tidak baik.

Bisa terdoktrin hingga dewasa kalau mendengar hal-hal seperti itu secara terus menerus. Jangan sampai lagi ada ujaran kebencian,” terang Yabes kemarin.

Saat disinggung seperti kasus suporter Bali United yang membentangkan spanduk besar untuk Bhayangkara FC diputaran pertama lalu, dia pun tidak membenarkan hal tersebut. Baginya,

chant atau sejenisnya harus sesuai dengan aturan. “Sekali lagi, jangan sampai ada ujaran kebencian,” tuturnya. 

Baca Juga:  Lini Bisnis Merosot, Teco Enggan Komentari PHK Serdadu Tridatu

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/