alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Tiga Kalah Beruntun, Coach Simon Jadikan Jadwal Liga 1 Kambing Hitam

DENPASAR – Pemain Timnas Indonesia kelelahan. Kata kelelahan ini terus menghiasai ucapan Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy dalam tiga kekalahan beruntun mereka.

Tidak ada alasan lain selain kelelahan yang dimiliki oleh Coach Simon. Coach Simon seakan tidak peduli dengan omongan warganet mengenai alasan klasik yang terus didengungkan dalam sebulan terakhir.

Coach Simon seperti tidak memiliki solusi lain untuk mengatasi faktor kelelahan yang menjadi kambing hitam kekalahan Timnas Indonesia.

Saat konferensi pers jelang pertandingan kontra Vietnam di Maya Resort, Sanur, Senin kemarin (14/10), mantan arsitek Bhayangkara FC tersebut justru tertawa setelah

mendengar pertanyaan dari awak media mengenai dia yang selalu mencari alasan kelelahan dalam tiga kekalahan beruntun Timnas Indonesia.

Baca Juga:  Finishing Buruk, Coach Widodo Kritisi Kinerja Pemain

Bukan solusi yang didapat, tetapi Coach Simon justru menyalahkan jadwal liga yang padat. “Tentu ini adalah tantangan bagi pelatih.

Tapi secara individu, saya kesulitan untuk menjawabnya karena ini semestinya adalah tantangan untuk kita semua,” terang Simon.

Maksud dari Simon adalah dia mengkritisi jadwal yang sangat padat di Liga 1 yang mengharuskan klub-klub kontestan melakoni minimal satu pertandingan dalam tiga sampai empat hari.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada klub-klub lainnya, kondisi fisik pemain setelah dari liga tidak terlalu bagus. Penjadwalan adalah sebuah masalah yang harus diselesaikan bersama-sama,” terangnya.

Dia membayangkang, pertandingan resmi sekelas kualifikasi Piala Dunia, liga memiliki jadwal yang sangat padat. Itu sebabnya, skuad Garuda tidak pernah dalam kondisi yang fit dalam tiga pertandingan.

Baca Juga:  Persaingan Lini Belakang Ketat, Andhika Tersentuh Pesan Pasek Wijaya

“Kita semua tahu, Piala Dunia adalah kompetisi terbesar. Kami tidak bisa datang dengan kondisi fisik hanya 60 sampai 70 persen saja. Kami harus datang dengan kondisi fisik 100 persen. Ini untuk pembelajaran di kompetisi berikutnya,” terangnya.

“Kita semua harus mencari solusi terbaik, kalau masalahnya tetap sama, Vietnam yang akan menunjukkan bagaimana mencari solusi dari permasalahan ini,” pungkas pelatih berusia 41 tahun tersebut.

 



DENPASAR – Pemain Timnas Indonesia kelelahan. Kata kelelahan ini terus menghiasai ucapan Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy dalam tiga kekalahan beruntun mereka.

Tidak ada alasan lain selain kelelahan yang dimiliki oleh Coach Simon. Coach Simon seakan tidak peduli dengan omongan warganet mengenai alasan klasik yang terus didengungkan dalam sebulan terakhir.

Coach Simon seperti tidak memiliki solusi lain untuk mengatasi faktor kelelahan yang menjadi kambing hitam kekalahan Timnas Indonesia.

Saat konferensi pers jelang pertandingan kontra Vietnam di Maya Resort, Sanur, Senin kemarin (14/10), mantan arsitek Bhayangkara FC tersebut justru tertawa setelah

mendengar pertanyaan dari awak media mengenai dia yang selalu mencari alasan kelelahan dalam tiga kekalahan beruntun Timnas Indonesia.

Baca Juga:  Rayakan Tahun Baru di Bali, Tak Menolak Jika Diminta Latih Bali United

Bukan solusi yang didapat, tetapi Coach Simon justru menyalahkan jadwal liga yang padat. “Tentu ini adalah tantangan bagi pelatih.

Tapi secara individu, saya kesulitan untuk menjawabnya karena ini semestinya adalah tantangan untuk kita semua,” terang Simon.

Maksud dari Simon adalah dia mengkritisi jadwal yang sangat padat di Liga 1 yang mengharuskan klub-klub kontestan melakoni minimal satu pertandingan dalam tiga sampai empat hari.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada klub-klub lainnya, kondisi fisik pemain setelah dari liga tidak terlalu bagus. Penjadwalan adalah sebuah masalah yang harus diselesaikan bersama-sama,” terangnya.

Dia membayangkang, pertandingan resmi sekelas kualifikasi Piala Dunia, liga memiliki jadwal yang sangat padat. Itu sebabnya, skuad Garuda tidak pernah dalam kondisi yang fit dalam tiga pertandingan.

Baca Juga:  Matikan Pluim – Klok, Pertimbangkan Mainkan Tiga Gelandang Bertahan

“Kita semua tahu, Piala Dunia adalah kompetisi terbesar. Kami tidak bisa datang dengan kondisi fisik hanya 60 sampai 70 persen saja. Kami harus datang dengan kondisi fisik 100 persen. Ini untuk pembelajaran di kompetisi berikutnya,” terangnya.

“Kita semua harus mencari solusi terbaik, kalau masalahnya tetap sama, Vietnam yang akan menunjukkan bagaimana mencari solusi dari permasalahan ini,” pungkas pelatih berusia 41 tahun tersebut.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/