alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

PSSI Ganti Venue Mendadak,Timnas UAE Kecewa Fasilitas Lapangan di Bali

KUTA – Peluang Indonesia melaju ke babak berikutnya di kualifikasi Piala Dunia 2022, hampir pasti tertutup. Empat kali kekalahan sudah diderita Andritany Ardhiyasa dkk.

Dengan empat kekalahan, poin skuad Garuda nol dan berada di posisi buncit di grup G. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.

PSSI juga didenda sebesar Rp 3,5 miliar dan satu laga kandang tanpa penonton akibat insiden suporter saat Indonesia kontra Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno tahun lalu.

Nah sanksi tanpa penonton tersebut berlaku saat menghadapi Timnas Uni Emirate Arab (UAE) pada tanggal 31 Maret mendatang.

Kebetulan menghadapi UAE adalah laga kandang terakhir yang dimiliki oleh skuad Garuda. Awalnya, pertandingan akan digelar di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi.

Baca Juga:  Rumput Stadion Dipta Terancam Stres, Ini Permintaan Khusus Coach Teco

Namun, PSSI mengalihkan pertandingan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta. PSSI memang tidak berkomentar mengenai perpindahan venue pertandingan.

Hanya saja Manajer Timnas UAE Yaser Alsaedi yang bersedia berkomentar. Kebetulan, Jawa Pos Radar Bali sempat bertemu dengan Yaser Alsaedi yang dating didampingi Asisten Pelatih Timnas UAE Predrag Erak, Sabtu lalu (15/2).

Yaser dan Predrag sedang melakukan inspeksi di Lapangan Gelora Samudera Kuta dan Lapangan Gelora Tri Sakti, Legian.

Sehari sebelumnya, mereka sempat menyambangi Stadion Kapten I Wayan Dipta. “Federasi kamu (PSSI) yang mengganti venue pertandingan secara tiba-tiba.

Sebenarnya, kami sudah berada di Jakarta selama empat hari. Akhirnya kami ke Bali untuk melakukan inspeksi,” tegasnya.

Baca Juga:  Prediksi Blitar United vs Bali United: Ajang Para Pemenang

Dari hasil inspeksi, Yaser mengaku cukup kecewa dengan fasilitas lapangan di Pulau Dewata. Dari 10 poin, Yaser bahkan hanya memberikan nilai enam saja.

“Mungkin kamu juga tahu, fasilitas untuk lapangan disini (Bali) tidak bagus. Kami juga sudah melihat beberapa lapangan. Tapi mohon maaf kalau kami berkata seperti itu. Very weak, very bad,” kata Yaser.

Namun, dia sedikit memuji Stadion Kapten I Wayan Dipta yang sudah diinspeksi sebelumnya. “Stadion sudah cukup bagus daripada tempat latihan,” terangnya.

 

 



KUTA – Peluang Indonesia melaju ke babak berikutnya di kualifikasi Piala Dunia 2022, hampir pasti tertutup. Empat kali kekalahan sudah diderita Andritany Ardhiyasa dkk.

Dengan empat kekalahan, poin skuad Garuda nol dan berada di posisi buncit di grup G. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.

PSSI juga didenda sebesar Rp 3,5 miliar dan satu laga kandang tanpa penonton akibat insiden suporter saat Indonesia kontra Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno tahun lalu.

Nah sanksi tanpa penonton tersebut berlaku saat menghadapi Timnas Uni Emirate Arab (UAE) pada tanggal 31 Maret mendatang.

Kebetulan menghadapi UAE adalah laga kandang terakhir yang dimiliki oleh skuad Garuda. Awalnya, pertandingan akan digelar di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi.

Baca Juga:  Kejar Poin di Segiri, Bali United Wajib Waspadai Faktor Nonteknis

Namun, PSSI mengalihkan pertandingan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta. PSSI memang tidak berkomentar mengenai perpindahan venue pertandingan.

Hanya saja Manajer Timnas UAE Yaser Alsaedi yang bersedia berkomentar. Kebetulan, Jawa Pos Radar Bali sempat bertemu dengan Yaser Alsaedi yang dating didampingi Asisten Pelatih Timnas UAE Predrag Erak, Sabtu lalu (15/2).

Yaser dan Predrag sedang melakukan inspeksi di Lapangan Gelora Samudera Kuta dan Lapangan Gelora Tri Sakti, Legian.

Sehari sebelumnya, mereka sempat menyambangi Stadion Kapten I Wayan Dipta. “Federasi kamu (PSSI) yang mengganti venue pertandingan secara tiba-tiba.

Sebenarnya, kami sudah berada di Jakarta selama empat hari. Akhirnya kami ke Bali untuk melakukan inspeksi,” tegasnya.

Baca Juga:  Rumput Stadion Dipta Terancam Stres, Ini Permintaan Khusus Coach Teco

Dari hasil inspeksi, Yaser mengaku cukup kecewa dengan fasilitas lapangan di Pulau Dewata. Dari 10 poin, Yaser bahkan hanya memberikan nilai enam saja.

“Mungkin kamu juga tahu, fasilitas untuk lapangan disini (Bali) tidak bagus. Kami juga sudah melihat beberapa lapangan. Tapi mohon maaf kalau kami berkata seperti itu. Very weak, very bad,” kata Yaser.

Namun, dia sedikit memuji Stadion Kapten I Wayan Dipta yang sudah diinspeksi sebelumnya. “Stadion sudah cukup bagus daripada tempat latihan,” terangnya.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/