alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Utamakan Protokol Covid-19, M. Rahmat Pilih Tak Boyong Keluarga

DENPASAR – Meski belum ada keputusan kapan Liga 1 kembali bergulir secara pasti, PSSI mengirim sinyal kompetisi akan dipusatkan di Pulau Jawa.

Sinyal PSSI ini disambut positif pemain Bali United. Salah satunya wide attacker Bali United M. Rahmat. Hanya satu yang dipikirkan M. Rahmat jika Liga 1 kembali bergulir.

Yakni memastikan kesehatan setiap pemain. “Sehat menjadi faktor paling penting sekarang. Jadi dipusatkan di satu tempat, lebih memudahkan untuk tim dokter dalam mengontrol kesehatan pemain,” ujar M. Rahmat.

“Tim juga tidak perlu setiap laga tandang, harus terbang dengan pesawat. Kalau di Jawa, bisa naik kereta atau bus. Jadi lebih mudah aksesnya,” tambah mantan penyerang sayap PSM Makassar ini.

Baca Juga:  12 Pertandingan 21 Hari, Kondisi Rumput Dipta Diklaim Baik-baik Saja

Yang jelas, setelah beberapa bulan tinggal bersama keluarga, Rahmat dan pemain lainnya mau tidak mau harus meninggalkan keluarganya terlebih dahulu jika kompetisi berlangsung selama tiga bulan.

Ada juga beberapa pemain yang memboyong keluarganya. Khusus untuk Rahmat, keluarganya tetap tinggal di Makassar.

“Kalau itu memang konsekuensinya, tidak apa-apa. Kami cari nafkah di dunia bola untuk keluarga juga. Yang terpenting, sekarang bagaimana kompetisi bisa berjalan dulu,” tuturnya.

 

 



DENPASAR – Meski belum ada keputusan kapan Liga 1 kembali bergulir secara pasti, PSSI mengirim sinyal kompetisi akan dipusatkan di Pulau Jawa.

Sinyal PSSI ini disambut positif pemain Bali United. Salah satunya wide attacker Bali United M. Rahmat. Hanya satu yang dipikirkan M. Rahmat jika Liga 1 kembali bergulir.

Yakni memastikan kesehatan setiap pemain. “Sehat menjadi faktor paling penting sekarang. Jadi dipusatkan di satu tempat, lebih memudahkan untuk tim dokter dalam mengontrol kesehatan pemain,” ujar M. Rahmat.

“Tim juga tidak perlu setiap laga tandang, harus terbang dengan pesawat. Kalau di Jawa, bisa naik kereta atau bus. Jadi lebih mudah aksesnya,” tambah mantan penyerang sayap PSM Makassar ini.

Baca Juga:  Tunggu Hasil PI 2018, Draft Jadwal Liga 1 Dirilis, Ini Jadwalnya…

Yang jelas, setelah beberapa bulan tinggal bersama keluarga, Rahmat dan pemain lainnya mau tidak mau harus meninggalkan keluarganya terlebih dahulu jika kompetisi berlangsung selama tiga bulan.

Ada juga beberapa pemain yang memboyong keluarganya. Khusus untuk Rahmat, keluarganya tetap tinggal di Makassar.

“Kalau itu memang konsekuensinya, tidak apa-apa. Kami cari nafkah di dunia bola untuk keluarga juga. Yang terpenting, sekarang bagaimana kompetisi bisa berjalan dulu,” tuturnya.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/