alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Ada Kendala Pasang Single Seat di Dipta, Renovasi Toilet Besar-besaran

GIANYAR – Manajemen Bali United memasang target bulan April nanti pemasangan single seat alias kursi tunggal kelar.

Targetnya sebelum matchday ketiga AFC Cup 2020 grup G menghadapi wakil Filipina, Ceres Negros pada 3 April mendatang.

Menurut CEO Bali United Yabes Tanuri, ada beberapa kendala yang sedikit menghambat pengerjaan kursi tunggal.

Dari tiga vendor yang mengerjakan kursi tunggal tersebut, satu vendor gagal produksi total. Satu vendor lainnya hanya bisa merampungkan sekitar 50 persen pengerjan kursi tunggal.

Dan satu produsen lainnya bisa mengerjakan kursi sesuai target. “Produsen sebelumnya gagal produksi karena alat cetaknya lengket.

Produsen kedua janji mengerjakan 2.500 kursi tapi bisanya 1.500 kursi. Untung produsen pertama bisa sanggup 2.500 kursi. Seharusnya, kami bisa memasang 6 ribu sampai 6.500 kursi.

Baca Juga:  Respek dengan Tira Persikabo, Respons Melvin Patut Diacungi Jempol

Untuk sekarang, produsen menyanggupi pengerjaan 150 kursi per hari. Kalau dalam 40 hari, total ada 6 ribu kursi yang bisa terpasang lagi,” ucapnya.

Nantinya, setiap kursi akan diisi nomor sehingga tidak sembarangan suporter bisa duduk. Pengisian nomor tersebut berdasarkan gate atau section, row atau baris, dan nomor.

Selain itu, Manajemen Bali United juga sedang melakukan renovasi toilet di Stadion Dipta. “Ada beberapa toilet yang kami renovasi. Pelan-pelan dulu karena bayar kursi saja sudah mahal,” tutupnya. 



GIANYAR – Manajemen Bali United memasang target bulan April nanti pemasangan single seat alias kursi tunggal kelar.

Targetnya sebelum matchday ketiga AFC Cup 2020 grup G menghadapi wakil Filipina, Ceres Negros pada 3 April mendatang.

Menurut CEO Bali United Yabes Tanuri, ada beberapa kendala yang sedikit menghambat pengerjaan kursi tunggal.

Dari tiga vendor yang mengerjakan kursi tunggal tersebut, satu vendor gagal produksi total. Satu vendor lainnya hanya bisa merampungkan sekitar 50 persen pengerjan kursi tunggal.

Dan satu produsen lainnya bisa mengerjakan kursi sesuai target. “Produsen sebelumnya gagal produksi karena alat cetaknya lengket.

Produsen kedua janji mengerjakan 2.500 kursi tapi bisanya 1.500 kursi. Untung produsen pertama bisa sanggup 2.500 kursi. Seharusnya, kami bisa memasang 6 ribu sampai 6.500 kursi.

Baca Juga:  Kejar Poin di Segiri, Bali United Wajib Waspadai Faktor Nonteknis

Untuk sekarang, produsen menyanggupi pengerjaan 150 kursi per hari. Kalau dalam 40 hari, total ada 6 ribu kursi yang bisa terpasang lagi,” ucapnya.

Nantinya, setiap kursi akan diisi nomor sehingga tidak sembarangan suporter bisa duduk. Pengisian nomor tersebut berdasarkan gate atau section, row atau baris, dan nomor.

Selain itu, Manajemen Bali United juga sedang melakukan renovasi toilet di Stadion Dipta. “Ada beberapa toilet yang kami renovasi. Pelan-pelan dulu karena bayar kursi saja sudah mahal,” tutupnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/