alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Lini Bisnis Merosot, Teco Enggan Komentari PHK Serdadu Tridatu

DENPASAR – Sudah melantai di bursa saham dan menjadi klub sepak bola pertama di Indonesia, tidak membuat kondisi keuangan klub Bali United membaik.

Lini bisnis Serdadu Tridatu mengalami kemerosotan tajam dari segi pemasukan. Bali United Café tutup dan merumahkan karyawannya.

Begitupun Bali United Store yang minim pembeli dan mulai merumahkan karyawannya. Selain itu di jajaran staff juga beberapa orang terdepak dengan alasan Covid-19.

Padahal, berdasar dari kabar yang beredar, bukan Covid-19 yang menjadi penyebab banyak staff yang didepak.

Mungkin Manajemen Bali United mencoba memangkas beban biaya klub saja dan atau ada alasan lain.

Dengan situasi sekarang ini, bukan hanya Bali United saja yang membuat alasan Covid-19 untuk melakukan efisiensi.

Baca Juga:  Soal Kontrak Pemain di Liga 1, Bos Yabes Ikuti PSSI

Perusahaan lain pun melakukan hal demikian, namun dianggap tidak adil karena sesuatu dan lain hal. Misalnya pemotongan gaji tanpa pemberitahuan lebih dulu.

Agen pemain Muly Munial sempat protes dengan usulan pemangkasan 75 persen gaji pemain. Sebab, menurutnya, tidak semua pemain memiliki gaji yang besar.

Sama seperti pekerja lainnya yang hanya memiliki gaji kecil namun tetap dipangkas. Staff seperti Media Officer Bali United Ngurah Made Wirya Dharma di-PHK karena alasan Covid-19.

Padahal, dari kabar yang beredar, bukan pandemic ini yang mempengaruhi Ngurah Made Wirya Dharma yang harus di-PHK.

Selain itu jajaran pelatih di Bali United Youth juga terdepak dan hanya sebagian pelatih seperti I Made Pasek Wijaya yang masih dipertahankan namun hanya digaji dengan UMR Provinsi Bali.

Baca Juga:  Bekap Bali United, Ini Kunci Global Cebu Versi Sang Pencetak Gol...

CEO Bali United Yabes Tanuri yang dikonfirmasi kemarin masih belum mau mengangkat telepon ataupun membalas pesan singkat WhatsApp.

Hanya Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra yang bersedia sedikit berbicara mengenai PHK beberapa karyawan dan pelatih di tubuh Bali United musim ini.

Saat diwawancarai kemarin, Teco mengaku jika dia tidak tahu apakah kabar PHK pelatih dan beberapa staff benar atau tidak. Mungkin yang hanya dia tahu adalah Ngurah yang diganti oleh Alexander Maha Putra.

“Saya tidak tahu soal info ini benar atau tidak. Lebih bagus, saya tidak berkomentar agar tidak salah,” tuturnya. 



DENPASAR – Sudah melantai di bursa saham dan menjadi klub sepak bola pertama di Indonesia, tidak membuat kondisi keuangan klub Bali United membaik.

Lini bisnis Serdadu Tridatu mengalami kemerosotan tajam dari segi pemasukan. Bali United Café tutup dan merumahkan karyawannya.

Begitupun Bali United Store yang minim pembeli dan mulai merumahkan karyawannya. Selain itu di jajaran staff juga beberapa orang terdepak dengan alasan Covid-19.

Padahal, berdasar dari kabar yang beredar, bukan Covid-19 yang menjadi penyebab banyak staff yang didepak.

Mungkin Manajemen Bali United mencoba memangkas beban biaya klub saja dan atau ada alasan lain.

Dengan situasi sekarang ini, bukan hanya Bali United saja yang membuat alasan Covid-19 untuk melakukan efisiensi.

Baca Juga:  Kalah dari Bali United, Kolev: Ini Takdir yang Buruk Bagi Persija

Perusahaan lain pun melakukan hal demikian, namun dianggap tidak adil karena sesuatu dan lain hal. Misalnya pemotongan gaji tanpa pemberitahuan lebih dulu.

Agen pemain Muly Munial sempat protes dengan usulan pemangkasan 75 persen gaji pemain. Sebab, menurutnya, tidak semua pemain memiliki gaji yang besar.

Sama seperti pekerja lainnya yang hanya memiliki gaji kecil namun tetap dipangkas. Staff seperti Media Officer Bali United Ngurah Made Wirya Dharma di-PHK karena alasan Covid-19.

Padahal, dari kabar yang beredar, bukan pandemic ini yang mempengaruhi Ngurah Made Wirya Dharma yang harus di-PHK.

Selain itu jajaran pelatih di Bali United Youth juga terdepak dan hanya sebagian pelatih seperti I Made Pasek Wijaya yang masih dipertahankan namun hanya digaji dengan UMR Provinsi Bali.

Baca Juga:  Tepat Prediksi Liga I Bergulir Minggu Ini, Ternyata Coach Widodo‚Ķ

CEO Bali United Yabes Tanuri yang dikonfirmasi kemarin masih belum mau mengangkat telepon ataupun membalas pesan singkat WhatsApp.

Hanya Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra yang bersedia sedikit berbicara mengenai PHK beberapa karyawan dan pelatih di tubuh Bali United musim ini.

Saat diwawancarai kemarin, Teco mengaku jika dia tidak tahu apakah kabar PHK pelatih dan beberapa staff benar atau tidak. Mungkin yang hanya dia tahu adalah Ngurah yang diganti oleh Alexander Maha Putra.

“Saya tidak tahu soal info ini benar atau tidak. Lebih bagus, saya tidak berkomentar agar tidak salah,” tuturnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/