alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Fokus Kejar Lisensi, Taufiq Ingin Kembangkan Sepakbola Usia Dini

DENPASAR – Libur kompetisi dimanfaatkan dengan baik oleh kapten Bali United Fadil Sausu dan vice captian M. Taufiq.

Dari unggahan di akun instagramnya, vice kapten Bali United sejak QNB League 2015 tersebut sedang mengunjungi Bali United Store di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Mungkin dia rindu suasana stadion dan ingin melihat sejauh mana perkembangan proyek revitalisasi Stadion Dipta untuk Piala Dunia U-20 tahun depan.

Pemilik nomor punggung delapan di skuad Serdadu Tridatu itu mengaku tidak ada persiapan khusus untuk mempersiapkan ujian kali ini.

“Intinya saya harus bisa mengikuti kursus dengan baik dan mendengarkan materi yang diberikan oleh instruktur,” beber Taufiq.

 “Materi yang diberikan ada yang didapat saat latihan di tim, tapi ada yang harus diperdalam lagi,” terangnya. Selama kursus, Taufiq mengaku tidak ada masalah dan rasa jenuh.

“Kami disini harus benar-benar belajar dan tidak boleh sekadar ikut-ikutan kursus saja. Banyak sekali ilmu yang saya dapat di kursus sampai saat ini.

Saya perhatikan, peserta lainnya sangat antusias mengikuti kursus kali ini. Bagi saya, peserta yang ada di kursus ini adalah keluarag baru dan kami harus saling dukung satu sama lain,” ucapnya.

Jika Fadil ingin menyalurkan ilmu kepelatihannya di Palu untuk pesepak bola muda disana, lalu bagaimana dengan Taufiq?

Mantan gelandang Persib Bandung tersebut tidak terlalu menjawab dengan spesifik. Tapi tujuan utamanya hampir sama dengan Fadil.

“Pastinya ilmu yang kami dapat bisa berguna untuk masa depan. Ilmu yang kami dapatkan sekarnag bisa disalurkan untuk adik-adik usia dini dan semoga kami bisa membantu sepak bola Indonesia,” tutupnya. 



DENPASAR – Libur kompetisi dimanfaatkan dengan baik oleh kapten Bali United Fadil Sausu dan vice captian M. Taufiq.

Dari unggahan di akun instagramnya, vice kapten Bali United sejak QNB League 2015 tersebut sedang mengunjungi Bali United Store di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Mungkin dia rindu suasana stadion dan ingin melihat sejauh mana perkembangan proyek revitalisasi Stadion Dipta untuk Piala Dunia U-20 tahun depan.

Pemilik nomor punggung delapan di skuad Serdadu Tridatu itu mengaku tidak ada persiapan khusus untuk mempersiapkan ujian kali ini.

“Intinya saya harus bisa mengikuti kursus dengan baik dan mendengarkan materi yang diberikan oleh instruktur,” beber Taufiq.

 “Materi yang diberikan ada yang didapat saat latihan di tim, tapi ada yang harus diperdalam lagi,” terangnya. Selama kursus, Taufiq mengaku tidak ada masalah dan rasa jenuh.

“Kami disini harus benar-benar belajar dan tidak boleh sekadar ikut-ikutan kursus saja. Banyak sekali ilmu yang saya dapat di kursus sampai saat ini.

Saya perhatikan, peserta lainnya sangat antusias mengikuti kursus kali ini. Bagi saya, peserta yang ada di kursus ini adalah keluarag baru dan kami harus saling dukung satu sama lain,” ucapnya.

Jika Fadil ingin menyalurkan ilmu kepelatihannya di Palu untuk pesepak bola muda disana, lalu bagaimana dengan Taufiq?

Mantan gelandang Persib Bandung tersebut tidak terlalu menjawab dengan spesifik. Tapi tujuan utamanya hampir sama dengan Fadil.

“Pastinya ilmu yang kami dapat bisa berguna untuk masa depan. Ilmu yang kami dapatkan sekarnag bisa disalurkan untuk adik-adik usia dini dan semoga kami bisa membantu sepak bola Indonesia,” tutupnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/