alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Dua Kali Tumbang Beruntun, Strategi Bali United Patut Dipertanyakan

DENPASAR – Bali United dua kali kalah beruntun. Pertama menghadapi Barito Putra dipekan kedelapan dan Kamis sore lalu (18/7) di Stadion Surajaya, Lamongan.

Bali United menelan kekalahan 2-0 kontra Persela. Dua gol kemenangan Persela dilesakkan oleh penyerang asal Brazil Alex Dos Santos Goncalves.

Di pertandingan tersebut, sepertinya ada yang salah dari Bali United. Terutama strategi dari sang pelatih, Stefano Teco Cugurra.

Coach Teco sendiri masih belum memberikan alasan mengapa Ricky Fajrin dan Fadil Sausu justru tidak dimainkan.

Coach Teco justru memainkan Michael Orah dan Muhammad Taufiq. Selain itu, yang patut dipertanyakan tentu saja strategi yang dibuat oleh Coach Teco.

Formasi yang diterapkan Coach Teco kemarin dominan menggunakan skema 4-2-4 dengan hanya menempatkan Muhammad Taufiq dan Paulo Sergio.

Baca Juga:  Under Performa, Demerson Dibela Dua Pelatih dan Agen, Alasannya…

Setelah dua gol bersarang digawang Wawan Hendrawan, Coach Teco juga mengubah strategi. Andhika Wijaya ditarik keluar digantikan Irfan Bachdim yang lebih menyerang.

Menurut ayah satu anak tersebut, pertandingan kemarin tidak mudah. “Hari ini (kemarin) kami tidak bisa mencetak gol,” ucapnya.

Absennya Willian Pacheco dan Brwa Nouri menurut Coach Teco bukan menjadi faktor utama kekalahan skuad asuhannya.

Sebelumnya, Bali United juga sempat kehilangan dua pemain saat menghadapi Perseru Badak Lampung FC. Saat itu Paulo Sergio dan Leonard Tupamahu yang absen.

“Pemain yang hilang itu memang pemain yang penting. Tetapi semua pemain mencoba untuk memberikan yang terbaik dipertandingan,” tegasnya.

Jika bukan karena absennya dua pemain, lalu mengapa permainan Bali United kurang berkembang dan tidak bisa mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir?

Baca Juga:  Bonus Pemprov untuk Bali United Ditunda, Koster Siapkan Bonus Tambahan

Apakah strategi yang diterapkan pelatih kelahiran Rio De Janeiro tersebut salah atau ada faktor lain? Apalagi terlihat permainan Serdadu Tridatu sedikit kurang bertenaga dari biasanya dan banyak kehilangan bola.

Untuk masalah ini, mantan arsitek Persija Jakarta tersebut mempunyai pembelaan. “Seperti yang saya bilang, tim lawan (Persela Lamongan)

punya pressure dan marking yang bagus terutama setelah gol pertama dari Persela. Setelah itu, kami bermain kurang baik,” pungkasnya.



DENPASAR – Bali United dua kali kalah beruntun. Pertama menghadapi Barito Putra dipekan kedelapan dan Kamis sore lalu (18/7) di Stadion Surajaya, Lamongan.

Bali United menelan kekalahan 2-0 kontra Persela. Dua gol kemenangan Persela dilesakkan oleh penyerang asal Brazil Alex Dos Santos Goncalves.

Di pertandingan tersebut, sepertinya ada yang salah dari Bali United. Terutama strategi dari sang pelatih, Stefano Teco Cugurra.

Coach Teco sendiri masih belum memberikan alasan mengapa Ricky Fajrin dan Fadil Sausu justru tidak dimainkan.

Coach Teco justru memainkan Michael Orah dan Muhammad Taufiq. Selain itu, yang patut dipertanyakan tentu saja strategi yang dibuat oleh Coach Teco.

Formasi yang diterapkan Coach Teco kemarin dominan menggunakan skema 4-2-4 dengan hanya menempatkan Muhammad Taufiq dan Paulo Sergio.

Baca Juga:  Mengejutkan, Bali United Dikabarkan Rekrut Fellaini Indonesia

Setelah dua gol bersarang digawang Wawan Hendrawan, Coach Teco juga mengubah strategi. Andhika Wijaya ditarik keluar digantikan Irfan Bachdim yang lebih menyerang.

Menurut ayah satu anak tersebut, pertandingan kemarin tidak mudah. “Hari ini (kemarin) kami tidak bisa mencetak gol,” ucapnya.

Absennya Willian Pacheco dan Brwa Nouri menurut Coach Teco bukan menjadi faktor utama kekalahan skuad asuhannya.

Sebelumnya, Bali United juga sempat kehilangan dua pemain saat menghadapi Perseru Badak Lampung FC. Saat itu Paulo Sergio dan Leonard Tupamahu yang absen.

“Pemain yang hilang itu memang pemain yang penting. Tetapi semua pemain mencoba untuk memberikan yang terbaik dipertandingan,” tegasnya.

Jika bukan karena absennya dua pemain, lalu mengapa permainan Bali United kurang berkembang dan tidak bisa mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir?

Baca Juga:  Pupus Sudah, PSIS Enggan Lepas Hari Nur, Bisa Batal Gabung Bali United

Apakah strategi yang diterapkan pelatih kelahiran Rio De Janeiro tersebut salah atau ada faktor lain? Apalagi terlihat permainan Serdadu Tridatu sedikit kurang bertenaga dari biasanya dan banyak kehilangan bola.

Untuk masalah ini, mantan arsitek Persija Jakarta tersebut mempunyai pembelaan. “Seperti yang saya bilang, tim lawan (Persela Lamongan)

punya pressure dan marking yang bagus terutama setelah gol pertama dari Persela. Setelah itu, kami bermain kurang baik,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/