alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Masuk Nominasi Pemain Terbaik, Si Raja Bola Mati Fadil Sausu Kaget

KUTA-Fadil Sausu menjadi satu-satunya pemain local yang masuk nominasi terbaik Liga 1 Indonesia 2019.

Ditemui di Lapangan Gelora Samudera, Kuta, Jumat kemarin (20/12), pemain berusia 34 tahun berjuluk Si Raja Bola Mati inipun mengaku kaget dengan kabar itu.

Sesuai daftar nominasi, Kapten Bali United (BU) ini akan bersaing dengan dua pemain asing lainnya, yakni Makan Konate dari Arema FC dan Renan Silva dari Borneo FC.

“Saya masuk nominasi saja sudah bersyukur sekali. Saya bisa masuk nominasi pemain terbaik dari ribuan pemain yang ada. Kaget juga saya bisa masuk nominasi karena masih ada pemain yang lebih layak,” terangnya.

Mengaku tidak punya target untuk menjadi pemain terbaik di Liga 1 2019, namun secara pribadi, pemain kelahiran Palu 19 April 1985 ini mengaku akan sangat bersyukur bila nanti dirinya bisa dinobatkan sebagai pemain terbaik “Kalau memang dipilih sebagai pemain terbaik, saya sangat bersyukur sekali,” tambah mantan pemain Mitra Kukar tersebut.

Seperti diketahui, penentuan pemain yang masuk nominasi sendiri merupakan hasil evaluasi dan rapor penampilan pemain selama satu musim yang dipantau langsung oleh empat panelis Tim Technical Study Group (TSG).

Empat panelis Tim Technical Study Group (TSG) tersebut beranggotakan Ansyari Lubis, Mustaqim, Supriyono Prima dan Octavery Krisnandana.

Selain pemain terbaik, PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga mengumumkan siapa saja pelatih terbaik, pemain muda terbaik, dan kandidat gol terbaik



KUTA-Fadil Sausu menjadi satu-satunya pemain local yang masuk nominasi terbaik Liga 1 Indonesia 2019.

Ditemui di Lapangan Gelora Samudera, Kuta, Jumat kemarin (20/12), pemain berusia 34 tahun berjuluk Si Raja Bola Mati inipun mengaku kaget dengan kabar itu.

Sesuai daftar nominasi, Kapten Bali United (BU) ini akan bersaing dengan dua pemain asing lainnya, yakni Makan Konate dari Arema FC dan Renan Silva dari Borneo FC.

“Saya masuk nominasi saja sudah bersyukur sekali. Saya bisa masuk nominasi pemain terbaik dari ribuan pemain yang ada. Kaget juga saya bisa masuk nominasi karena masih ada pemain yang lebih layak,” terangnya.

Mengaku tidak punya target untuk menjadi pemain terbaik di Liga 1 2019, namun secara pribadi, pemain kelahiran Palu 19 April 1985 ini mengaku akan sangat bersyukur bila nanti dirinya bisa dinobatkan sebagai pemain terbaik “Kalau memang dipilih sebagai pemain terbaik, saya sangat bersyukur sekali,” tambah mantan pemain Mitra Kukar tersebut.

Seperti diketahui, penentuan pemain yang masuk nominasi sendiri merupakan hasil evaluasi dan rapor penampilan pemain selama satu musim yang dipantau langsung oleh empat panelis Tim Technical Study Group (TSG).

Empat panelis Tim Technical Study Group (TSG) tersebut beranggotakan Ansyari Lubis, Mustaqim, Supriyono Prima dan Octavery Krisnandana.

Selain pemain terbaik, PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga mengumumkan siapa saja pelatih terbaik, pemain muda terbaik, dan kandidat gol terbaik



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/