alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Serahkan Urusan Kompetisi ke PSSI, Bali United Perkuat Lini Bisnis

DENPASAR – Bergulirnya kompetisi Liga 1 maupun 2 musim 2021 kini berada ditangan Kapolri baru Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Harapan pemain hingga manajemen klub, kompetisi segera bergulir. Minimal ada turnamen pra musim untuk menjaga kualitas permainan mereka.

Manajemen Bali United sendiri tidak memberikan batas waktu kapan PT. LIB dan PSSI harus segera menggelar kompetisi resmi.

CEO Bali United Yabes Tanuri menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI dan PT. LIB. “Silakan ditanyakan langsung ke PT. LIB dan PSSI,” ujar adik kandung anggota Exco PSSI Pieter Tanuri ini.

Tidak seperti beberapa klub yang membubarkan skuadnya, Serdadu Tridatu masih sedikit lebih beruntung. Hal ini karena Bali United masih memiiki pemasukan dari lini bisnis milik mereka.

Baca Juga:  Liga 1 Break Karena Corona, Ini Pernyataan Sikap Bali United

Meski beberapa lini bisnis mati suri selama pandemi seperti Bali United Café di Stadion Kapten I Wayan Dipta yang sudah tutup sejak April tahun lalu, namun ada beberapa lini bisnis baru yang menjanjikan.

“Agar roda klub ini terus berputar, kami berusaha memaksimalkan lini-lini bisnis seperti (penjualan) merchandise, Bali United Radio, dan studio yang bisa disewa di Jakarta,” tuturnya. 



DENPASAR – Bergulirnya kompetisi Liga 1 maupun 2 musim 2021 kini berada ditangan Kapolri baru Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Harapan pemain hingga manajemen klub, kompetisi segera bergulir. Minimal ada turnamen pra musim untuk menjaga kualitas permainan mereka.

Manajemen Bali United sendiri tidak memberikan batas waktu kapan PT. LIB dan PSSI harus segera menggelar kompetisi resmi.

CEO Bali United Yabes Tanuri menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI dan PT. LIB. “Silakan ditanyakan langsung ke PT. LIB dan PSSI,” ujar adik kandung anggota Exco PSSI Pieter Tanuri ini.

Tidak seperti beberapa klub yang membubarkan skuadnya, Serdadu Tridatu masih sedikit lebih beruntung. Hal ini karena Bali United masih memiiki pemasukan dari lini bisnis milik mereka.

Baca Juga:  Dipinjam Bali United Hingga Akhir Musim, Berharap Bisa Gantikan GDC

Meski beberapa lini bisnis mati suri selama pandemi seperti Bali United Café di Stadion Kapten I Wayan Dipta yang sudah tutup sejak April tahun lalu, namun ada beberapa lini bisnis baru yang menjanjikan.

“Agar roda klub ini terus berputar, kami berusaha memaksimalkan lini-lini bisnis seperti (penjualan) merchandise, Bali United Radio, dan studio yang bisa disewa di Jakarta,” tuturnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/