alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Tempel Ketat Bhayangkara FC, Bali United Optimistis Tembus Zona Asia

RadarBali.com – Meraih hasil imbang 0-0 melawan tuan rumah Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis sore kemarin (21/9) lalu bukan menjadi akhir dari segalanya untuk Bali United.

Masih tersisa sembilan pertandingan lagi untuk bisa mengunci gelar juara sembari berandai-andai sang pemuncak klasemen Bhayangkara FC tergelincir mulai pekan depan melawan Persib Bandung.

Ya, hasil imbang sudah cukup adil bagi kedua tim. Tapi, tentu ada evaluasi yang harus dibenahi usai melawan Persib Bandung.

Kapten Bali United Fadil Sausu kepada Jawa Pos Radar Bali Jumat kemarin (22/9) menjelaskan, saat melawan Persib jelas bukan perkara mudah.

Apalagi melawan Maung Bandung – julukan Persib Bandung di kandang mereka sendiri. “Kami lawan Persib harus lebih hati-hati,” ucapnya. Permainan Serdadu Tridatu juga tidak seperti biasanya.

Ada sedikit rasa terburu-buru dan kurang fokus Kamis kemarin. Fadil mengaku jelas berbeda jika bermain di kandang sendiri dengan bermain di kandang lawan.

“Kami harus hati-hati. Jangan sampai kami kebobolan lebih dulu. Kalau kami sudah kebobolan duluan, semua akan terasa berat,” tandasnya.

Baca Juga:  Cetak Dua Gol di Kroasia, Ini yang Dirasakan Mesin Gol Bali United

Terlepas hasil imbang kontra Persib Bandung, mantan punggawa Mitra Kukar itu mengatakan berada di papan atas membuat Bali United tetap bisa juara.

Tapi, hal itu tidak dipusingkan Fadil. Mungkin saja pemain berusia 32 tahun itu melihat Bali United bisa tetap meraih satu tiket di zona Asia meskipun tanpa gelar juara.

“Jadi saya pikir sembilan pertandingan ini kami harus sapu bersih dan menganggap setiap pertandingan adalah partai final. Kalau kami tetap di papan atas, berarti kami tetap juara karena target memang di papan atas,” jelasnya.

Kalau dilihat dari regulasi AFC Club License, kecil peluang Bhayangkara ikut kualifikasi Liga Champions Asia.

Sesuai regulasi, klub minimal tidak boleh berganti nama atau lisensi selama dua tahun. Bhayangkara sendiri baru satu tahun.

Jadi, kans Bali United melaju ke kualifikasi Liga Champions Asia lebih besar meski Bhayangkara FC menjadi juara Liga I.

Baca Juga:  Kompetisi Lanjut Lagi, PSSI Datangi Polda Bali, Ini Hasil Pertemuannya

Syarat-syarat Bali United untuk bisa berlaga di kompetisi Asia sudah akan dilakukan. Seperti penambahan lampu stadion dari 800 lux menjadi 1.200 lux. Penambahan kursi single seat hingga 4 ribu kursi.

Lalu pemasangan papan skor elektronik, hingga perbaikan-perbaikan dan penambahan umum yang dilakukan.

Satu syarat yang sudah dipenuhi adalah Bali United tidak berganti nama, logo, atau apapun selama kurun waktu dua tahun terakhir.

Praktis, jatah di zona Liga Champions Asia akan menjadi milik Bali United seandainya mereka berhasil bertengger di peringkat kedua. Tapi Fadil enggan untuk berkomentar lebih jauh.

“Mungkin kalau mereka (Bhayangkara FC, Red) yang juara, pasti mereka sudah mempersiapkan jauh-jauh hari. Semua tergantung nanti dan tergantung manajemen seperti apa. Tapi kalau kami bisa bermain di zona Asia, jelas itu menjadi kebanggaan buat kami karena bisa mendapat pengalaman berharga melawan tim-tim di Asia. Itu keuntungan bagi kami,” ucapnya. 



RadarBali.com – Meraih hasil imbang 0-0 melawan tuan rumah Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis sore kemarin (21/9) lalu bukan menjadi akhir dari segalanya untuk Bali United.

Masih tersisa sembilan pertandingan lagi untuk bisa mengunci gelar juara sembari berandai-andai sang pemuncak klasemen Bhayangkara FC tergelincir mulai pekan depan melawan Persib Bandung.

Ya, hasil imbang sudah cukup adil bagi kedua tim. Tapi, tentu ada evaluasi yang harus dibenahi usai melawan Persib Bandung.

Kapten Bali United Fadil Sausu kepada Jawa Pos Radar Bali Jumat kemarin (22/9) menjelaskan, saat melawan Persib jelas bukan perkara mudah.

Apalagi melawan Maung Bandung – julukan Persib Bandung di kandang mereka sendiri. “Kami lawan Persib harus lebih hati-hati,” ucapnya. Permainan Serdadu Tridatu juga tidak seperti biasanya.

Ada sedikit rasa terburu-buru dan kurang fokus Kamis kemarin. Fadil mengaku jelas berbeda jika bermain di kandang sendiri dengan bermain di kandang lawan.

“Kami harus hati-hati. Jangan sampai kami kebobolan lebih dulu. Kalau kami sudah kebobolan duluan, semua akan terasa berat,” tandasnya.

Baca Juga:  Tampil Apik di Internal Game, Pelatih Puji Hanis Saghara

Terlepas hasil imbang kontra Persib Bandung, mantan punggawa Mitra Kukar itu mengatakan berada di papan atas membuat Bali United tetap bisa juara.

Tapi, hal itu tidak dipusingkan Fadil. Mungkin saja pemain berusia 32 tahun itu melihat Bali United bisa tetap meraih satu tiket di zona Asia meskipun tanpa gelar juara.

“Jadi saya pikir sembilan pertandingan ini kami harus sapu bersih dan menganggap setiap pertandingan adalah partai final. Kalau kami tetap di papan atas, berarti kami tetap juara karena target memang di papan atas,” jelasnya.

Kalau dilihat dari regulasi AFC Club License, kecil peluang Bhayangkara ikut kualifikasi Liga Champions Asia.

Sesuai regulasi, klub minimal tidak boleh berganti nama atau lisensi selama dua tahun. Bhayangkara sendiri baru satu tahun.

Jadi, kans Bali United melaju ke kualifikasi Liga Champions Asia lebih besar meski Bhayangkara FC menjadi juara Liga I.

Baca Juga:  Puji Kualitas Coach Teco, Irfan : Seharusnya Kami Bisa Juara Liga 1

Syarat-syarat Bali United untuk bisa berlaga di kompetisi Asia sudah akan dilakukan. Seperti penambahan lampu stadion dari 800 lux menjadi 1.200 lux. Penambahan kursi single seat hingga 4 ribu kursi.

Lalu pemasangan papan skor elektronik, hingga perbaikan-perbaikan dan penambahan umum yang dilakukan.

Satu syarat yang sudah dipenuhi adalah Bali United tidak berganti nama, logo, atau apapun selama kurun waktu dua tahun terakhir.

Praktis, jatah di zona Liga Champions Asia akan menjadi milik Bali United seandainya mereka berhasil bertengger di peringkat kedua. Tapi Fadil enggan untuk berkomentar lebih jauh.

“Mungkin kalau mereka (Bhayangkara FC, Red) yang juara, pasti mereka sudah mempersiapkan jauh-jauh hari. Semua tergantung nanti dan tergantung manajemen seperti apa. Tapi kalau kami bisa bermain di zona Asia, jelas itu menjadi kebanggaan buat kami karena bisa mendapat pengalaman berharga melawan tim-tim di Asia. Itu keuntungan bagi kami,” ucapnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/