27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Sisi Lain Bali United Jadi Klub Musafir:Rindu, Kangen Keluarga dan Pusing Atur Jadwal Padat

Hampir dua pekan para pemain, staf hingga pelatih tim Bali United berada di luar Bali alias jadi tim musafir. Rasa rindu terhadap keluarga pun jadi cerita tersendiri dari mereka selain pengeng mengatur jadwal laga yang padat.

APAKAH mereka kangen berat keluarga di Bali? Tentu saja. Hal tersebut diungkapkan Pelatih Bali United, Stefano “Teco” Cugurra saat diwawancara mengenai tentang harus berada di luar Bali untuk menyelesaikan kompetisi Liga 1 BRI tahun 2022/2023 kali ini.

Maklum, tim kebanggaan krama Bali ini tak bisa menggunakan stadion kebanggaan, Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, lantaran disiapkan untuk perhelatan Piala Dunia U-20, 20 Mei-11 Juni tahun 2023  ini.

Baca Juga:  Coach Wanderley Waspadai Bola Mati Fadil Sausu

“Pasti pemain, pelatih termasuk saya pasti rindu dengan keluarga, istri dan anak. Ya, anak dari saya juga sering tanya saya dimana? Tapi ini situasi bisa kita lewati di tahun ini, kita harus main di luar dan kerja di luar,” ujarnya.

Meski jauh dari keluarga, Teco mengaku komunikasi itu tetap dilakukan, meski tidak bisa bertatap muka. “Pasti setiap hari kami berkomunikasi dengan keluarga,” sambung pelatih asal Brasil ini.

Diketahui, Bali United sendiri tidak bisa bermain kandang di rumahnya, yakni di Stadion I Wayan Dipta karena lapangan kebanggaan masyarakat Bali tersebut menjadi salah satu stadion yang akan digunakan untuk persiapan Piala Dunia U-20 dan akan dilakukan renovasi.

Baca Juga:  Tantang Klub Liga 2 Jelang Kontra PSIS, Enggan Away untuk Ujicoba

Selain mengeluhkan tentang tidak bias bermain di kandang, Teco juga mengakui bahwa jadwal kompetisi untuk Tim Liga 1 saat ini tidak baik untuk tim karena jarak setiap pertandingan yang cukup dekat.

Misalnya, usai pertandingan Bali United vs Persija, lima hari kemudian bertanding dengan PSM Makassar dan lima hari kemudian bertanding dengan RANS Nusantara.

“Semua pertandingan waktu lumayan dekat antara pertandingan. Kita harus punya fokus untuk recovery untuk pemain dulu, terus kita biasanya kita hanya dapat sekali latihan taktik sebelum kami bermain,” pungkasnya. [wayan widyantara/radar bali]

 



Hampir dua pekan para pemain, staf hingga pelatih tim Bali United berada di luar Bali alias jadi tim musafir. Rasa rindu terhadap keluarga pun jadi cerita tersendiri dari mereka selain pengeng mengatur jadwal laga yang padat.

APAKAH mereka kangen berat keluarga di Bali? Tentu saja. Hal tersebut diungkapkan Pelatih Bali United, Stefano “Teco” Cugurra saat diwawancara mengenai tentang harus berada di luar Bali untuk menyelesaikan kompetisi Liga 1 BRI tahun 2022/2023 kali ini.

Maklum, tim kebanggaan krama Bali ini tak bisa menggunakan stadion kebanggaan, Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, lantaran disiapkan untuk perhelatan Piala Dunia U-20, 20 Mei-11 Juni tahun 2023  ini.

Baca Juga:  Patahkan Rekor Tak Pernah Menang dari Bali United, Begini Kata Robert…

“Pasti pemain, pelatih termasuk saya pasti rindu dengan keluarga, istri dan anak. Ya, anak dari saya juga sering tanya saya dimana? Tapi ini situasi bisa kita lewati di tahun ini, kita harus main di luar dan kerja di luar,” ujarnya.

Meski jauh dari keluarga, Teco mengaku komunikasi itu tetap dilakukan, meski tidak bisa bertatap muka. “Pasti setiap hari kami berkomunikasi dengan keluarga,” sambung pelatih asal Brasil ini.

Diketahui, Bali United sendiri tidak bisa bermain kandang di rumahnya, yakni di Stadion I Wayan Dipta karena lapangan kebanggaan masyarakat Bali tersebut menjadi salah satu stadion yang akan digunakan untuk persiapan Piala Dunia U-20 dan akan dilakukan renovasi.

Baca Juga:  Musim Depan, Bali United Pasang Target Tidak Terdegradasi, Optimis...

Selain mengeluhkan tentang tidak bias bermain di kandang, Teco juga mengakui bahwa jadwal kompetisi untuk Tim Liga 1 saat ini tidak baik untuk tim karena jarak setiap pertandingan yang cukup dekat.

Misalnya, usai pertandingan Bali United vs Persija, lima hari kemudian bertanding dengan PSM Makassar dan lima hari kemudian bertanding dengan RANS Nusantara.

“Semua pertandingan waktu lumayan dekat antara pertandingan. Kita harus punya fokus untuk recovery untuk pemain dulu, terus kita biasanya kita hanya dapat sekali latihan taktik sebelum kami bermain,” pungkasnya. [wayan widyantara/radar bali]

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru