alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Corona Mewabah, Ada Sinyal Liga Indonesia Berhenti Karena Force Majeur

DENPASAR – Tanggap darurat pagebluk Covid-19 telah diperpanjang oleh pemerintah pusat menjadi hingga 29 Mei mendatang atau selama 91 hari terhitung sejak Senin lalu (15/3).

Hal ini jelas berdampak besar untuk segala kegiatan yang ada di Indonesia. Salah satu yang terdampak adalah dunia olahraga.

Liga 1 dan Liga 2 2020 akhirnya ikut terdampak. PT Luga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga 1 dan Liga 2 2020 membuat surat dengan nomor 153/LIB-KOM/III/2020.

Dalam surat tersebut, PT LIB ingin melakukan korespondensi kepada semua klub mengenai tindak lanjut liga musim ini.

Isi dalam surat tersebut, PT LIB meminta gambaran secara spesifik terhadap keadaan masing-masing daerah dan masing-masing

Baca Juga:  Minta Tak Perlu Takut PSM, Il Capitano Beber Kelemahan Bali United

klub peserta terkait aspek penanganan maupun kebijakan pemerintah daerah yang diterapkan dalam langkah persebaran Covid-19.

Selain itu, PT LIB juga meminta kepada seluruh klub peserta Liga 1 dan Liga 2 2020 untuk memberikan masukan terkait pelaksanaan kompetisi musim ini,

termasuk penentuan jadwal dan izin keamanan dengan mengacu kebijakan serta keadaan persebaran Covid-19 di daerah tempat klub peserta bermarkas.

Senin kemarin (23/3), adalah batas akhir bagi seluruh klub kontestan Liga 1 dan Liga 2 untuk merespons hal tersebut.

CEO Bali United Yabes Tanuri belum merespon apapun terkait masalah ini. Sulit untuk menghubungi manajemen Bali United untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai sikap dari mereka terkait penundaan Liga 1 2020.

Baca Juga:  Diminta Coach Widodo Jadi Bek, Feby: Saya Siap Ubah Posisi

Jelas kondisi ini sangat dilematis bagi Bali United yag bertindak sebagai juara bertahan musim ini. Bukan itu saja, keberadaan sponsor yang

bekerjasama dengan Bali United juga harus tahu bagaimana liga kedepannya. Semoga penyebaran Covid-19 cepat berlalu.



DENPASAR – Tanggap darurat pagebluk Covid-19 telah diperpanjang oleh pemerintah pusat menjadi hingga 29 Mei mendatang atau selama 91 hari terhitung sejak Senin lalu (15/3).

Hal ini jelas berdampak besar untuk segala kegiatan yang ada di Indonesia. Salah satu yang terdampak adalah dunia olahraga.

Liga 1 dan Liga 2 2020 akhirnya ikut terdampak. PT Luga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga 1 dan Liga 2 2020 membuat surat dengan nomor 153/LIB-KOM/III/2020.

Dalam surat tersebut, PT LIB ingin melakukan korespondensi kepada semua klub mengenai tindak lanjut liga musim ini.

Isi dalam surat tersebut, PT LIB meminta gambaran secara spesifik terhadap keadaan masing-masing daerah dan masing-masing

Baca Juga:  Minta Tak Perlu Takut PSM, Il Capitano Beber Kelemahan Bali United

klub peserta terkait aspek penanganan maupun kebijakan pemerintah daerah yang diterapkan dalam langkah persebaran Covid-19.

Selain itu, PT LIB juga meminta kepada seluruh klub peserta Liga 1 dan Liga 2 2020 untuk memberikan masukan terkait pelaksanaan kompetisi musim ini,

termasuk penentuan jadwal dan izin keamanan dengan mengacu kebijakan serta keadaan persebaran Covid-19 di daerah tempat klub peserta bermarkas.

Senin kemarin (23/3), adalah batas akhir bagi seluruh klub kontestan Liga 1 dan Liga 2 untuk merespons hal tersebut.

CEO Bali United Yabes Tanuri belum merespon apapun terkait masalah ini. Sulit untuk menghubungi manajemen Bali United untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai sikap dari mereka terkait penundaan Liga 1 2020.

Baca Juga:  Genjot Latihan, Andhika Ingin Buktikan Telah Berubah di Depan Teco

Jelas kondisi ini sangat dilematis bagi Bali United yag bertindak sebagai juara bertahan musim ini. Bukan itu saja, keberadaan sponsor yang

bekerjasama dengan Bali United juga harus tahu bagaimana liga kedepannya. Semoga penyebaran Covid-19 cepat berlalu.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/