alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Ini Alasan Bali United Pakai Apparel Sendiri, Ternyata

GIANYAR – Jelang bergulirnya Liga I 2018, beberapa klub mulai merilis jersey anyar untuk mengarungi padatnya kompetisi.

Satu di antaranya adalah Bali United. Serdadu Tridatu resmi merilis jersey anyar tepat pada peringatan HUT ke tiga yang dibarengi dengan Bali United Festival di Stadion Kapten Dipta, kemarin malam.

Tak banyak yang berubah dengan jersey anyar Bali United. Kecuali bahan yang dipakai. Kali ini, jersey anyar itu dilengkapi dengan teknologi anti ultraviolet (UV).

Bahan ini diyakini mampu melindungi para pemain terhindari dari terik mentari saat bermain pada siang hari.

“Kebetulan sekarang anti UV. Jadi bahan jerseynya memantulkan sinar ultra violet ketika kami sedang bermain di siang hari,” beber CEO Bali United Yabes Tanuri.

Baca Juga:  Stadion Ngurah Rai Bisa Batal, Bos Yabes: Kami Masih Loby Pemprov Bali

Manajemen Bali United sendiri mematok harga Rp 350 ribu untuk satu jersey. Manajemen akan mencetak setidaknya 7 ribu jersey di tahun 2018.

Ketika ditanya mengapa Manajemen Bali United tidak memakai apparel seperti kebanyakan tim di Liga 1, Yabes mengaku masih memikirkan harga jual yang bisa disesuaikan dengan kantong suporter.

“Kalau untuk apparel, tergantung dari keinginan suporter sebenarnya. Tapi, mau tidak suporter bayar Rp 700 ribu, misalnya. Yang jelas, saya ingin semuanya bisa mendukung Bali United,” tuturnya



GIANYAR – Jelang bergulirnya Liga I 2018, beberapa klub mulai merilis jersey anyar untuk mengarungi padatnya kompetisi.

Satu di antaranya adalah Bali United. Serdadu Tridatu resmi merilis jersey anyar tepat pada peringatan HUT ke tiga yang dibarengi dengan Bali United Festival di Stadion Kapten Dipta, kemarin malam.

Tak banyak yang berubah dengan jersey anyar Bali United. Kecuali bahan yang dipakai. Kali ini, jersey anyar itu dilengkapi dengan teknologi anti ultraviolet (UV).

Bahan ini diyakini mampu melindungi para pemain terhindari dari terik mentari saat bermain pada siang hari.

“Kebetulan sekarang anti UV. Jadi bahan jerseynya memantulkan sinar ultra violet ketika kami sedang bermain di siang hari,” beber CEO Bali United Yabes Tanuri.

Baca Juga:  Tiga Pilar Absen Bikin Laga Perdana Bali United Tak Berjalan Mulus

Manajemen Bali United sendiri mematok harga Rp 350 ribu untuk satu jersey. Manajemen akan mencetak setidaknya 7 ribu jersey di tahun 2018.

Ketika ditanya mengapa Manajemen Bali United tidak memakai apparel seperti kebanyakan tim di Liga 1, Yabes mengaku masih memikirkan harga jual yang bisa disesuaikan dengan kantong suporter.

“Kalau untuk apparel, tergantung dari keinginan suporter sebenarnya. Tapi, mau tidak suporter bayar Rp 700 ribu, misalnya. Yang jelas, saya ingin semuanya bisa mendukung Bali United,” tuturnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/