alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Disiplin Jaga Pertahanan BU, Andhika Berpeluang Tampil di SEA Games

RadarBali.com – Terlepas dari penampilan Miftahul Hamdi yang moncer, Taufiq yang brilian, dan Agus Nova yang bermain tenang di jantung pertahanan Bali United saat menghempaskan PSM Makassar 3-0 di pekan ke-16 Liga 1, Minggu (23/7) malam, ada satu pemain lain yang mencuri perhatian.

Dia adalah I Made Andhika Wijaya. Andhika yang diposisikan sebagai bek kanan Bali United mampu menjalankan tugasnya dengan ngotot dan disiplin.

Apalagi, Andhika di pertandingan tersebut tidak mendapatkan kartu sama sekali. Dalam pertandingan tersebut, Andhika juga sempat terpental cukup keras setelah dihadang penjaga gawang PSM Syaiful.

Diwawancarai Senin kemarin (24/7), Andhika mengatakan, dukungan suporter membuatnya bisa tampil apik. Statistik Andhika saat melawan PSM memang cukup bagus dibandingkan 12 pertandingan lainnya.

Baca Juga:  7 Pemain Bali United Absen Kontra PSS, Bali United Tekan Tombol Kuning

“Saya harus memberikan yang terbaik bagi suporter. Apalagi setelah saya terpental jatuh, NSB 12 (North Side Boys, Red) dan Semeton Dewata menyebut nama saya. Itu yang membuat saya bisa bangkit lagi,” ujarnya.

Memang dalam pertandingan tersebut, bek berusia 20 tahun itu diberikan instruksi khusus oleh coach Bali United Widodo Cahyono Putro.

Bukan untuk bertahan, tapi coach Widodo menginstruksikan agar dia melakukan overlapping untuk menyerang.

Namun hal tersebut justru sedikit membuat anak dari Asisten Pelatih Bali United, I Made Pasek Wijaya itu galau.

“Memang disuruh disiplin dan terus menyerang. Tapi, saya takut kalau pertahanan diserang terus. Main menyerang tetapi kemarin M. Rahmat pemain yang cukup kencang. Saat itu saya memiliki dua pemikiran,” ujarnya.

Baca Juga:  PAHIT! Ini yang Membuat Fano Kenang Buruk Piala AFF 2016, Ternyata…

Dia tidak melakukan instruksi yang diberikan coach Widodo untuk menyerang. Andhika lebih memilih untuk terus bertahan menjaga M. Rahmat.

Hasilnya, tidak ada kebobolan sama sekali untuk Serdadu Tridatu. “Saya memilih bermain aman,” terangnya.

Main dengan ngotot, Andhika memiliki motivasi tersendiri yaitu bisa memperkuat Timnas Indonesia. Kemungkinan itu bisa saja terwujud, sebab Pelatih Timnas Indonesia Luis Milla Aspas masih bisa mencari pemain lagi untuk SEA Games 2017.



RadarBali.com – Terlepas dari penampilan Miftahul Hamdi yang moncer, Taufiq yang brilian, dan Agus Nova yang bermain tenang di jantung pertahanan Bali United saat menghempaskan PSM Makassar 3-0 di pekan ke-16 Liga 1, Minggu (23/7) malam, ada satu pemain lain yang mencuri perhatian.

Dia adalah I Made Andhika Wijaya. Andhika yang diposisikan sebagai bek kanan Bali United mampu menjalankan tugasnya dengan ngotot dan disiplin.

Apalagi, Andhika di pertandingan tersebut tidak mendapatkan kartu sama sekali. Dalam pertandingan tersebut, Andhika juga sempat terpental cukup keras setelah dihadang penjaga gawang PSM Syaiful.

Diwawancarai Senin kemarin (24/7), Andhika mengatakan, dukungan suporter membuatnya bisa tampil apik. Statistik Andhika saat melawan PSM memang cukup bagus dibandingkan 12 pertandingan lainnya.

Baca Juga:  Terpikat Skill Aldino, Coach Teco: Dia Bisa Bantu Tim di Putaran Kedua

“Saya harus memberikan yang terbaik bagi suporter. Apalagi setelah saya terpental jatuh, NSB 12 (North Side Boys, Red) dan Semeton Dewata menyebut nama saya. Itu yang membuat saya bisa bangkit lagi,” ujarnya.

Memang dalam pertandingan tersebut, bek berusia 20 tahun itu diberikan instruksi khusus oleh coach Bali United Widodo Cahyono Putro.

Bukan untuk bertahan, tapi coach Widodo menginstruksikan agar dia melakukan overlapping untuk menyerang.

Namun hal tersebut justru sedikit membuat anak dari Asisten Pelatih Bali United, I Made Pasek Wijaya itu galau.

“Memang disuruh disiplin dan terus menyerang. Tapi, saya takut kalau pertahanan diserang terus. Main menyerang tetapi kemarin M. Rahmat pemain yang cukup kencang. Saat itu saya memiliki dua pemikiran,” ujarnya.

Baca Juga:  Fano dan Ricky Absen, N’Diaye Cedera, Agus Nova Siap Tempur

Dia tidak melakukan instruksi yang diberikan coach Widodo untuk menyerang. Andhika lebih memilih untuk terus bertahan menjaga M. Rahmat.

Hasilnya, tidak ada kebobolan sama sekali untuk Serdadu Tridatu. “Saya memilih bermain aman,” terangnya.

Main dengan ngotot, Andhika memiliki motivasi tersendiri yaitu bisa memperkuat Timnas Indonesia. Kemungkinan itu bisa saja terwujud, sebab Pelatih Timnas Indonesia Luis Milla Aspas masih bisa mencari pemain lagi untuk SEA Games 2017.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/