alexametrics
26.7 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Harus Steril, Pedagang di Selatan Stadion Ngurah Rai Akan Direlokasi

DENPASAR – Revitalisasi Stadion Kapten Dipta untuk venue Piala Dunia U-20 akhirnya dipastikan berlangsung bulan.

Selain Stadion Dipta, empat stadion untuk lapangan penunjang akan ikut direvitalisasi. Yakni Stadion Ngurah Rai, Stadion Kompyang Sujana, Lapangan Gelora Samudera Kuta, dan Lapangan Gelora Tri Sakti Legian.

Di Stadion Ngurah Rai, misalnya, sistem drainase yang akan diubah total. Termasuk pembuatan akses masuk ke rung ganti yang memudahkan kitman tim untuk membawa berbagai perlengkapan.

Selebihnya, semua aspek yang direvitalisasi hampir sama. Salah satu aspek yang benar-benar diperhatikan adalah melakukan sterilisasi di area lapangan selama revitalisasi hingga Piala Dunia U-20 rampung dipertengahan tahun depan.

Yang paling disorot adalah pedagang-pedagang disisi selatan Stadion Ngurah Rai. Mau tidak mau, semua pedagang harus direlokasi.

Baca Juga:  Kunci Yabes Jadi Pahlawan Bali United; Cueki Omongan Negatif Hatters!

Kebetulan, KONI Bali sebagai pengelola Stadion Ngurah Rai sudah tahu hal tentang masalah tersebut.

“Ini kan hajatan besar Piala Dunia U-20. Semua aspek harus dipertimbangkan seperti lahan parkir dan sebagainya.

Termasuk juga pedagang disisi selatan yang harus dipindah,” terang Ketum KONI Bali I Ketut Suwandi kemarin.

Pihaknya mengaku akan berdiskusi dengan pihak-pihak terkait mengenai masalah itu. Menurutnya, pedagang yang ada disana tidak resmi dan bukan tanggung jawab dari KONI Bali.

“Istilahnya tidak ada kontrak dengan KONI Bali. Kalau sudah begini, solusinya harus pindah,” tambah Ketut Suwandi.

“Dari hasil rapat tadi (kemarin), waktu revitalisasi hingga rampung sekitar enam bulan mulai dari Oktober. Sekarang sudah proses tender.

Baca Juga:  Lepas dari Persija, Sutanto Tan: Bali United Rumah Saya

Sekarang tinggal perlu sosialisinya saja kepada masyarakat. Kebetulan Dirjen Cipta Karya akan berkunjung ke Bali kalau tidak salah minggu depan

untuk meninjau semuanya. Kami harap proses revitalisasi ini bisa berjalan dengan lancar,” tutur mantan Ketua KONI Badung tersebut. 



DENPASAR – Revitalisasi Stadion Kapten Dipta untuk venue Piala Dunia U-20 akhirnya dipastikan berlangsung bulan.

Selain Stadion Dipta, empat stadion untuk lapangan penunjang akan ikut direvitalisasi. Yakni Stadion Ngurah Rai, Stadion Kompyang Sujana, Lapangan Gelora Samudera Kuta, dan Lapangan Gelora Tri Sakti Legian.

Di Stadion Ngurah Rai, misalnya, sistem drainase yang akan diubah total. Termasuk pembuatan akses masuk ke rung ganti yang memudahkan kitman tim untuk membawa berbagai perlengkapan.

Selebihnya, semua aspek yang direvitalisasi hampir sama. Salah satu aspek yang benar-benar diperhatikan adalah melakukan sterilisasi di area lapangan selama revitalisasi hingga Piala Dunia U-20 rampung dipertengahan tahun depan.

Yang paling disorot adalah pedagang-pedagang disisi selatan Stadion Ngurah Rai. Mau tidak mau, semua pedagang harus direlokasi.

Baca Juga:  Gagal Main di Kandang Karena Corona, Skuad Than Quang Ninh Lagi Galau

Kebetulan, KONI Bali sebagai pengelola Stadion Ngurah Rai sudah tahu hal tentang masalah tersebut.

“Ini kan hajatan besar Piala Dunia U-20. Semua aspek harus dipertimbangkan seperti lahan parkir dan sebagainya.

Termasuk juga pedagang disisi selatan yang harus dipindah,” terang Ketum KONI Bali I Ketut Suwandi kemarin.

Pihaknya mengaku akan berdiskusi dengan pihak-pihak terkait mengenai masalah itu. Menurutnya, pedagang yang ada disana tidak resmi dan bukan tanggung jawab dari KONI Bali.

“Istilahnya tidak ada kontrak dengan KONI Bali. Kalau sudah begini, solusinya harus pindah,” tambah Ketut Suwandi.

“Dari hasil rapat tadi (kemarin), waktu revitalisasi hingga rampung sekitar enam bulan mulai dari Oktober. Sekarang sudah proses tender.

Baca Juga:  Starting II Skuad AFC Cup Ditentukan di Laga Ujicoba Kontra Persela

Sekarang tinggal perlu sosialisinya saja kepada masyarakat. Kebetulan Dirjen Cipta Karya akan berkunjung ke Bali kalau tidak salah minggu depan

untuk meninjau semuanya. Kami harap proses revitalisasi ini bisa berjalan dengan lancar,” tutur mantan Ketua KONI Badung tersebut. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/