alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Kiper Timnas Ini Jobless, Sinyal Bali United Mendadak Lemah, Ada Apa?

DENPASAR – Untuk musim ini, posisi dua penjaga gawang potensial di Liga 1 sebenarnya lowong.

Mereka adalah Teja Paku Alam yang memilih hengkang dari Sriwijaya FC dan M. Ridho yang sudah mengakhiri kerjasama dengan Borneo FC setelah 2,5 musim bersama.

Pertanyaan selanjutnya, apakah dua penjaga gawang ini memang menjadi incaran Bali United. Jika melihat dari gesture, sepertinya hal tersebut tidak akan terjadi.

Padahal dua penjaga gawang tersebut bisa dikatakan mumpuni dan matang usia dan menit bermain lumayan tinggi.

Meskipun Teja Paku Alam tidak mampu mempertahankan Sriwijaya FC di Liga 1 musim depan, tetapi setidaknya dia berkontribusi besar musim ini.

Dari data statistik, Teja sudah bermain sebanyak 32 kali dengan menit bermain sebanyak 2.867 menit. Penyelamatannya juga jauh diatas kiper Bali United Wawan Hendrawan musim ini.

Baca Juga:  Exco PSSI Bahas Kompetisi Besok, Coach Teco Kirim Pesan Menyengat

Teja berhasil membukukan penyelamatan sebanyak 110 kali. Tetapi sayangnya, Teja sudah memilih pelabuhan barunya.

Entah antara Semen Padang atau Arema FC. Tetai dugaan kuat Teja berlabuh ke Arema FC. Yang seharusnya bisa direkrut dengan mudah oleh Bali United adalah M. Ridho.

Penjaga gawang asal Pekalongan, Jawa Tengah ini dalam dua musim terakhir menunjukkan peningkatan permainan yang luar biasa.

Meskipun hanya bermain sebanyak 14 kali dan penyelematannya hanya 41 kali, tetapi sejak Asian Games 2018 hingga AFF Cup 2018, dia menjadi langganan Timnas.

Bahkan sejak musim lalu, M. Ridho sudah diincar oleh Manajemen Bali United dan sudah berkomunikasi dengan Presiden Borneo FC Nabil Husein.

Baca Juga:  CATAT! Coach Teco tak Peduli Alfredo Vera, Masih Optimis Rebut 7 Poin

Namun, Nabil saat itu tidak ingin melepas M. Ridho. Ridho juga sebenarnya ingin bermain bersama Serdadu Tridatu musim ini.

 

 



DENPASAR – Untuk musim ini, posisi dua penjaga gawang potensial di Liga 1 sebenarnya lowong.

Mereka adalah Teja Paku Alam yang memilih hengkang dari Sriwijaya FC dan M. Ridho yang sudah mengakhiri kerjasama dengan Borneo FC setelah 2,5 musim bersama.

Pertanyaan selanjutnya, apakah dua penjaga gawang ini memang menjadi incaran Bali United. Jika melihat dari gesture, sepertinya hal tersebut tidak akan terjadi.

Padahal dua penjaga gawang tersebut bisa dikatakan mumpuni dan matang usia dan menit bermain lumayan tinggi.

Meskipun Teja Paku Alam tidak mampu mempertahankan Sriwijaya FC di Liga 1 musim depan, tetapi setidaknya dia berkontribusi besar musim ini.

Dari data statistik, Teja sudah bermain sebanyak 32 kali dengan menit bermain sebanyak 2.867 menit. Penyelamatannya juga jauh diatas kiper Bali United Wawan Hendrawan musim ini.

Baca Juga:  CATAT! N’Diaye Khawatir Naik Lion Air, Ambisi Cetak Gol di Tanah Papua

Teja berhasil membukukan penyelamatan sebanyak 110 kali. Tetapi sayangnya, Teja sudah memilih pelabuhan barunya.

Entah antara Semen Padang atau Arema FC. Tetai dugaan kuat Teja berlabuh ke Arema FC. Yang seharusnya bisa direkrut dengan mudah oleh Bali United adalah M. Ridho.

Penjaga gawang asal Pekalongan, Jawa Tengah ini dalam dua musim terakhir menunjukkan peningkatan permainan yang luar biasa.

Meskipun hanya bermain sebanyak 14 kali dan penyelematannya hanya 41 kali, tetapi sejak Asian Games 2018 hingga AFF Cup 2018, dia menjadi langganan Timnas.

Bahkan sejak musim lalu, M. Ridho sudah diincar oleh Manajemen Bali United dan sudah berkomunikasi dengan Presiden Borneo FC Nabil Husein.

Baca Juga:  Bali United Jadi Tim Spesial, Fano: Semua Peluang Masih Terbuka

Namun, Nabil saat itu tidak ingin melepas M. Ridho. Ridho juga sebenarnya ingin bermain bersama Serdadu Tridatu musim ini.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/