alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Main di Lapangan Sintetis, Wawan Hendrawan: Atur Sepatu yang Cocok

DENPASAR – Bali United memiliki tantangan berbeda ketika menghadapi Global Cebu di matchday kedua Grup G Liga Champions Asia Selasa besok (25/2).

Masalah itu bukanlah terkait keinginan mogoknya skuad asuhan Marjo Allado itu akibat dari gaji para pemain yang tidak dibayar selama tiga bulan.

Yang lebih menyita perhatian adalah bagaimana I Gede Sukadand dkk bisa cepat beradaptasi dengan rumput sintetis di Rizal Memorial Stadium, Filipina yang memiliki kapasitas 12.873 penonton ini.

Pemain yang tidak terbiasa jelas akan cukup kewalahan untuk beradaptasi. Apalagi rumput sintetis sejatinya tidak dianjurkan untuk sepakbola.

Lapangan yang keras dan licin menjadi tantangan tersendiri. Ditambah hawa panas dari karet dan plastik rumput sintetis meskipun bermain di malam hari.

Kontur yang licin seringkali membuat pemain terpeleset dan kemungkinan cedera semakin besar. Saat terjatuh, daya tolak dari alas lapangan bisa jauh lebih kencang daripada rumput alami.

Baca Juga:  Ola Taivonen Pulih dari Cedera, Carlos Sesumbar Bungkam Bali United

Hal ini bisa saja enimbulkan cedera otit dan tulang yang semakin besar. Bukan itu saja, rumput sintetis bisa membuat luka di kulit jika dibandingkan dengan rumput alami yang lebih mudah patah dan dengan mudah lepas dari akarnya.

Yang kemungkinan besar pemain yang sering terjatuh di pertandingan nanti adalah penjaga gawang. Penjaga gawang Bali United Wawan Hendrawan sudah mengantisipasinya.

“Pastinya harus beradaptasi agar terus terbiasa. Jatuhnya pasti akan panas,” ucapnya saat diwawancarai kemarin.

Yang terpenting menurutnya adalah pemilihan sepatu yang tepat untuk lapangan sintetis. Pul sepatu bola harus bisa disesuaikan dengan lapangan sintetis yang lebih padat.

“Tentu pul sepatu harus lebih pendek daripada sepatu bola yang biasa dipakai. Walaupun ini menjadi kendala, yang penting kami tetap berusaha dan proses tidak akan mengkhianati hasil,” jelasnya.

Baca Juga:  Komink Sebut Komposisi Skuad Tridatu Warriors di IBL 2021 Cukup Ideal

Terkait Global Cebu FC yang akan menjadi lawan Bali United selanjutnya, dia tidak ingin terlalu menanggapi.

“Saya tidak mau memikirkan mereka. Kami harus fokus untuk kami sendiri dan jangan pikirkan tim lain dulu,” tegas mantan penjaga gawang Borneo FC di Piala Presiden 2017 itu.

Disisi lain sang kapten Fadil Sausu justru tidak terlalu memikirkan bermain di lapangan sintetis.

Apalagi Serdadu Tridatu kemarin sore sudah melakukan latihan ringan disana. Itu artinya dua kali skuad asuhan Widodo Cahyono Putro ini bisa merasakan rumput sintetis.

“Barusan (kemarin, Red kami sudah selesai latihan ringan di lapangan sintetis. Besok (hari ini) baru latihan resminya. Semoga kami semua cepat adaptasi.

Toh kami juga sama-sama main di lapangan sintetis. Kebetulan juga tadi latihan pakai sepatu kets,” tutup pemain bernomor punggung 14 itu. 



DENPASAR – Bali United memiliki tantangan berbeda ketika menghadapi Global Cebu di matchday kedua Grup G Liga Champions Asia Selasa besok (25/2).

Masalah itu bukanlah terkait keinginan mogoknya skuad asuhan Marjo Allado itu akibat dari gaji para pemain yang tidak dibayar selama tiga bulan.

Yang lebih menyita perhatian adalah bagaimana I Gede Sukadand dkk bisa cepat beradaptasi dengan rumput sintetis di Rizal Memorial Stadium, Filipina yang memiliki kapasitas 12.873 penonton ini.

Pemain yang tidak terbiasa jelas akan cukup kewalahan untuk beradaptasi. Apalagi rumput sintetis sejatinya tidak dianjurkan untuk sepakbola.

Lapangan yang keras dan licin menjadi tantangan tersendiri. Ditambah hawa panas dari karet dan plastik rumput sintetis meskipun bermain di malam hari.

Kontur yang licin seringkali membuat pemain terpeleset dan kemungkinan cedera semakin besar. Saat terjatuh, daya tolak dari alas lapangan bisa jauh lebih kencang daripada rumput alami.

Baca Juga:  Kompetisi Break Tanpa Kepastian, Tim Pelatih Rancang Laga Ujicoba

Hal ini bisa saja enimbulkan cedera otit dan tulang yang semakin besar. Bukan itu saja, rumput sintetis bisa membuat luka di kulit jika dibandingkan dengan rumput alami yang lebih mudah patah dan dengan mudah lepas dari akarnya.

Yang kemungkinan besar pemain yang sering terjatuh di pertandingan nanti adalah penjaga gawang. Penjaga gawang Bali United Wawan Hendrawan sudah mengantisipasinya.

“Pastinya harus beradaptasi agar terus terbiasa. Jatuhnya pasti akan panas,” ucapnya saat diwawancarai kemarin.

Yang terpenting menurutnya adalah pemilihan sepatu yang tepat untuk lapangan sintetis. Pul sepatu bola harus bisa disesuaikan dengan lapangan sintetis yang lebih padat.

“Tentu pul sepatu harus lebih pendek daripada sepatu bola yang biasa dipakai. Walaupun ini menjadi kendala, yang penting kami tetap berusaha dan proses tidak akan mengkhianati hasil,” jelasnya.

Baca Juga:  Coach Indra Kepincut Tangani Bali United, Doakan Jadi Juara Liga 1

Terkait Global Cebu FC yang akan menjadi lawan Bali United selanjutnya, dia tidak ingin terlalu menanggapi.

“Saya tidak mau memikirkan mereka. Kami harus fokus untuk kami sendiri dan jangan pikirkan tim lain dulu,” tegas mantan penjaga gawang Borneo FC di Piala Presiden 2017 itu.

Disisi lain sang kapten Fadil Sausu justru tidak terlalu memikirkan bermain di lapangan sintetis.

Apalagi Serdadu Tridatu kemarin sore sudah melakukan latihan ringan disana. Itu artinya dua kali skuad asuhan Widodo Cahyono Putro ini bisa merasakan rumput sintetis.

“Barusan (kemarin, Red kami sudah selesai latihan ringan di lapangan sintetis. Besok (hari ini) baru latihan resminya. Semoga kami semua cepat adaptasi.

Toh kami juga sama-sama main di lapangan sintetis. Kebetulan juga tadi latihan pakai sepatu kets,” tutup pemain bernomor punggung 14 itu. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/