alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Timba Ilmu di Diklat Salatiga, Haudi Nyaman dengan Nomor Punggung 35

DENPASAR – Selama kompetisi break karena pandemic corona virus disease (Covid-19), para pemain Bali United memilih beraktivitas di rumah.

Termasuk saat menjaga kondisi fisik mereka tetap prima. Salah satunya yang dilakukan bek Bali United Haudi Abdillah.

Pemain kelahiran Denpasar ini rutin bersepeda, jogging dan gym di rumah. Latihan rutin tetap dia lakukan meski saat ini dalam kondisi berpuasa.

Kebiasaan berlatih sudah dijalani Haudi Abdillah semenjak menimpa ilmu di Diklat Salatiga. Selain untuk kesehatan, juga untuk menunjang fisiknya agar tetap prima.

Diklat Salatiga sendiri menjadi salah satu diklat sepak bola terbaik yang ada di Indonesia. Sebut saja Kurniawan Dwi Yulianto, Bambang Pamungkas, Ravi Murdianto, Awan Setho Raharjo, hingga Septian David Maulana.

Diklat Salatiga sendiri sekarang sudah pindah ke Semarang dan dilebur menjadi PPLP Jawa Tengah. “Ikut SSB pertama kali sejak usia sembilan tahun.

Setelah itu lanjut ke SMA dan ke Diklat Salatiga. Setelah lulus, akhirnya mulai ikut klub dan sampai sekarang di klub profesional,” ucapnya.

Sebelum ke Bali United, Haudi adalah pilar andalan PSIS Semarang. Mengenai nomor punggung 35 yang dipakai Haudi, menurutnya nomor tersebut tidak ada arti yang spesial.

Dia hanya mengaku nyaman mengenakan nomor punggung 35 karena sejak berkarier sebagai pesepak bola profesional, dia sudah

memakai nomor punggung tersebut. “Saya sudah nyaman dan saya tidak terpikirkan untuk mengganti nomor lain,” tuturnya.



DENPASAR – Selama kompetisi break karena pandemic corona virus disease (Covid-19), para pemain Bali United memilih beraktivitas di rumah.

Termasuk saat menjaga kondisi fisik mereka tetap prima. Salah satunya yang dilakukan bek Bali United Haudi Abdillah.

Pemain kelahiran Denpasar ini rutin bersepeda, jogging dan gym di rumah. Latihan rutin tetap dia lakukan meski saat ini dalam kondisi berpuasa.

Kebiasaan berlatih sudah dijalani Haudi Abdillah semenjak menimpa ilmu di Diklat Salatiga. Selain untuk kesehatan, juga untuk menunjang fisiknya agar tetap prima.

Diklat Salatiga sendiri menjadi salah satu diklat sepak bola terbaik yang ada di Indonesia. Sebut saja Kurniawan Dwi Yulianto, Bambang Pamungkas, Ravi Murdianto, Awan Setho Raharjo, hingga Septian David Maulana.

Diklat Salatiga sendiri sekarang sudah pindah ke Semarang dan dilebur menjadi PPLP Jawa Tengah. “Ikut SSB pertama kali sejak usia sembilan tahun.

Setelah itu lanjut ke SMA dan ke Diklat Salatiga. Setelah lulus, akhirnya mulai ikut klub dan sampai sekarang di klub profesional,” ucapnya.

Sebelum ke Bali United, Haudi adalah pilar andalan PSIS Semarang. Mengenai nomor punggung 35 yang dipakai Haudi, menurutnya nomor tersebut tidak ada arti yang spesial.

Dia hanya mengaku nyaman mengenakan nomor punggung 35 karena sejak berkarier sebagai pesepak bola profesional, dia sudah

memakai nomor punggung tersebut. “Saya sudah nyaman dan saya tidak terpikirkan untuk mengganti nomor lain,” tuturnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/