alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Liga Tertunda Akibat Anarkhi Suporter , Ini Komentar Berkelas Widodo..

LEGIAN – BOPI, APPI, dan PSSI Selasa kemarin (25/9) menggelar rapat terbatas di Jakarta secara terpisah untuk membahas insiden tewasnya Haringga Sirila yang tewas dikeroyok supporter Persib Bandung.

Intinya BOPI meminta tanggungjawab PSSI terkait insiden ini dan menuntut Liga 1 ditunda sementara waktu. Sebagai catatan, sepanjang 2018, 16 suporter tewas dalam berbagai kasus.

Tapi, kasus Haringga Sirila paling menyita perhatian banyak pihak karena video pengeroyokannya sudah tersebar di media sosial.

Wacana dari BOPI ini ditanggapi positif oleh Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang juga menggelar rapat terbatas kemarin di Jakarta.

Inti dari keputusan dalam rapat APPI kemarin menjelaskan jika para pemain setuju untuk Liga Indonesia ditunda.

Baca Juga:  Duh, Panpel Naikkan Harga Tiket Suporter Bali United Dua Kali Lipat

APPI juga berencana untuk melakukan koordinasi dengan pihak klub dan memberikan pemahaman mengenai hal ini karena ini untuk kepentingan sepakbola Indonesia.

Intinya, pekan depan atau di pekan ke-24 Liga 1, pemain yang tergabung dalam APPI sepakat tidak akan bermain.

“Ini untuk kepentingan sepakbola nasional dan menyikapi kondisi yang terjadi saat ini. Mereka (klub-klub di Liga 1)

merespons cukup positif karena mereka semua berpikir untuk sepakbola Indonesia,” terang General Manajer APPI Ponaryo Astaman di Jakarta kemarin.

Di sisi lain, Menpora Imam Nahrowi juga sudah memberikan pernyataan jika Liga 1 resmi dihentikan selama dua pekan.

Menanggapi hal ini, Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro mengatakan jika semua keputusan yang dibuat adalah keputusan terbaik.

Baca Juga:  Punya Kualitas, Eddy Harto Puji Skill Kiper Muda Bali United

“Kalau saya sebisa mungkin keputusan itu yang terbaik,” terangnya. Yang jelas menurut Widodo, semua keputusan dari Bali United ada di tangan sang owner Pieter Tanuri.

“Nanti biar Pak Pieter yang berkomentar biar satu suara,” terangnya. Sementara itu, CEO Bali United Yabes Tanuri dan Pieter Tanuri yang coba dihubungi terpisah kemarin masih belum memberikan respons. 



LEGIAN – BOPI, APPI, dan PSSI Selasa kemarin (25/9) menggelar rapat terbatas di Jakarta secara terpisah untuk membahas insiden tewasnya Haringga Sirila yang tewas dikeroyok supporter Persib Bandung.

Intinya BOPI meminta tanggungjawab PSSI terkait insiden ini dan menuntut Liga 1 ditunda sementara waktu. Sebagai catatan, sepanjang 2018, 16 suporter tewas dalam berbagai kasus.

Tapi, kasus Haringga Sirila paling menyita perhatian banyak pihak karena video pengeroyokannya sudah tersebar di media sosial.

Wacana dari BOPI ini ditanggapi positif oleh Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang juga menggelar rapat terbatas kemarin di Jakarta.

Inti dari keputusan dalam rapat APPI kemarin menjelaskan jika para pemain setuju untuk Liga Indonesia ditunda.

Baca Juga:  Pecundangi Tim-tim Jawa Timur, PSS Sleman Fokus Kontra Bali United

APPI juga berencana untuk melakukan koordinasi dengan pihak klub dan memberikan pemahaman mengenai hal ini karena ini untuk kepentingan sepakbola Indonesia.

Intinya, pekan depan atau di pekan ke-24 Liga 1, pemain yang tergabung dalam APPI sepakat tidak akan bermain.

“Ini untuk kepentingan sepakbola nasional dan menyikapi kondisi yang terjadi saat ini. Mereka (klub-klub di Liga 1)

merespons cukup positif karena mereka semua berpikir untuk sepakbola Indonesia,” terang General Manajer APPI Ponaryo Astaman di Jakarta kemarin.

Di sisi lain, Menpora Imam Nahrowi juga sudah memberikan pernyataan jika Liga 1 resmi dihentikan selama dua pekan.

Menanggapi hal ini, Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro mengatakan jika semua keputusan yang dibuat adalah keputusan terbaik.

Baca Juga:  Punya Kualitas, Eddy Harto Puji Skill Kiper Muda Bali United

“Kalau saya sebisa mungkin keputusan itu yang terbaik,” terangnya. Yang jelas menurut Widodo, semua keputusan dari Bali United ada di tangan sang owner Pieter Tanuri.

“Nanti biar Pak Pieter yang berkomentar biar satu suara,” terangnya. Sementara itu, CEO Bali United Yabes Tanuri dan Pieter Tanuri yang coba dihubungi terpisah kemarin masih belum memberikan respons. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/