25.4 C
Denpasar
Tuesday, June 6, 2023

Sosok Rahmat Arjuna, Skuad BU U-18 Peraih Pemain Terbaik Liga 1 U-18

Nama Rahmat Arjuna Reski mendadak melambung setelah gelaran EPA Liga 1 U-18 2021. Penyerang sayap Bali United U-18 ini menjadi pemain terbaik dalam gelaran tersebut. Pelatih BU-18, I Made Pasek Wijaya bahkan menyebut Rahmat sebagai kunci dalam setiap pertandingan Serdadu Tridatu Muda.

 

BALI United sebenarnya sangat tidak kekurangan stok wide attacker muda. Di musim 2019, ada sosok Irfan Jauhari yang keluar sebagai best player Elite Pro (EPA) Liga 1 2019. Kali ini ada Rahmat Arjuna Reski yang berhasil meraih gelar yang sama.

Posisinya pun sama-sama sebagai penyerang sayap. Dia sebenarnya baru bergabung dengan Serdadu Tridatu tiga hari jelang keberangkatan skuad asuhan I Made Pasek Wijaya itu ke Bandung untuk bertarung di EPA Liga 1 U-18 2021.

Rahmat sendiri adalah penyerang sayap kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan. Saat ini, bocah kelahiran 30 April 2004 itu masih berstatus sebagai siswa kelas XII di SMA Bulukumba.

Bakatnya mulai tercium saat staf dokter Timnas Indonesia memberikan rekomendasi kepada Pasek Wijaya. Singkat cerita, Pasek menyetujui untuk mencoba penyerang sayap dengan postur 171 sentimeter ini.

Baca Juga:  Final Piala Presiden Kali Kedua, Wawan: Saya Tak Mau Gagal Lagi

“Akhirnya dia datang dengan biaya sendiri ke Bali. Kami pantau dan akhirnya bisa bergabung dengan Bali United. Baru dua kali dia latihan. Kami merekrutnya pun sesuai dengan kebutuhan tim,” terang Asisten Pelatih Bali United U-18 Sandhika Pratama saat dihubungi radarbali.id, Jumat (26/11).

Sandhika menjelaskan, Rahmat tidak punya waktu banyak berlatih bersama Bali United. Pada saat kompetisi EPA Liga 1 U-18 itulah, kemampuannya terus diasah. Dia pun menjadi top skorer untuk Bali United dengan sembilan gol.

Bagi mantan Pelatih Bali United Women dan Bali United U-16 ini, Rahmat memiliki bakat alam. Itu sebabnya dia menjadi pemain kunci untuk Serdadu Tridatu Muda.

“Dia ini cukup spesial karena dia adalah pemain sayap murni dengan skill di atas rata-rata. Talenta berbakat. Walaupun dari daerah yang jauh dari perkotaan, mental bermainnya sangat baik. Skill dan mentalnya benar-benar terasah di EPA ini,” terangnya.

Apa yang terlihat dari Rahmat seperti mengingatkan sosok Irfan Jauhari yang saat ini sedang dipinjamkan ke Persis Solo. Untuk itu, Manajemen Bali United perlu memagarinya agar tidak hengkang ke klub lain.

Baca Juga:  Bicara Investasi dan Peran Ganda di Bali United, Begini Kata Bos Yabes

Pasek dan Sandhika pun sudah memberikan rekomendasi kepada manajemen untuk mengontraknya kembali.

“Kalau masalah ini, enaknya tanya ke manajemen. Kalau dari kami di jajaran pelatih, sangat merekomendasikan. Dia itu punya talenta yang sangat baik. Finishing bagus dan penguasaan bolanya juga baik. Seperti mengingatkan kami dengan Irfan Jauhari. Di EPA Liga 1 U-18 tahun depan, dia masih bisa bermain. Mungkin bisa juga naik kelas ke U-20,” tutupnya.

Apalagi, Pasek Wijaya sebelumnya menyebut bahwa Rahmat pantas menyandang sebagai pemain terbaik. Namun, Pasek menyebut peran Rahmat bagi Bali United-18 lebih dari itu.

“Untuk Rahmat sebagai pemain terbaik, sebenarnya dia bukan hanya pemain terbaik. Tapi dia pemain kunci kami dalam 23 pertandingan di EPA (Liga 1 U-18),” jelas Pasek.

Memang, selain mengemas 9 gol, dalam partai krusial yakni pada semifinal dan final, dia menyumbang gol untuk kemenangan Bali United junior ini. 



Nama Rahmat Arjuna Reski mendadak melambung setelah gelaran EPA Liga 1 U-18 2021. Penyerang sayap Bali United U-18 ini menjadi pemain terbaik dalam gelaran tersebut. Pelatih BU-18, I Made Pasek Wijaya bahkan menyebut Rahmat sebagai kunci dalam setiap pertandingan Serdadu Tridatu Muda.

 

BALI United sebenarnya sangat tidak kekurangan stok wide attacker muda. Di musim 2019, ada sosok Irfan Jauhari yang keluar sebagai best player Elite Pro (EPA) Liga 1 2019. Kali ini ada Rahmat Arjuna Reski yang berhasil meraih gelar yang sama.

Posisinya pun sama-sama sebagai penyerang sayap. Dia sebenarnya baru bergabung dengan Serdadu Tridatu tiga hari jelang keberangkatan skuad asuhan I Made Pasek Wijaya itu ke Bandung untuk bertarung di EPA Liga 1 U-18 2021.

Rahmat sendiri adalah penyerang sayap kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan. Saat ini, bocah kelahiran 30 April 2004 itu masih berstatus sebagai siswa kelas XII di SMA Bulukumba.

Bakatnya mulai tercium saat staf dokter Timnas Indonesia memberikan rekomendasi kepada Pasek Wijaya. Singkat cerita, Pasek menyetujui untuk mencoba penyerang sayap dengan postur 171 sentimeter ini.

Baca Juga:  Berharap Jadi Venue Grup G AFC Cup, Bali United Tunggu Laga Ujicoba

“Akhirnya dia datang dengan biaya sendiri ke Bali. Kami pantau dan akhirnya bisa bergabung dengan Bali United. Baru dua kali dia latihan. Kami merekrutnya pun sesuai dengan kebutuhan tim,” terang Asisten Pelatih Bali United U-18 Sandhika Pratama saat dihubungi radarbali.id, Jumat (26/11).

Sandhika menjelaskan, Rahmat tidak punya waktu banyak berlatih bersama Bali United. Pada saat kompetisi EPA Liga 1 U-18 itulah, kemampuannya terus diasah. Dia pun menjadi top skorer untuk Bali United dengan sembilan gol.

Bagi mantan Pelatih Bali United Women dan Bali United U-16 ini, Rahmat memiliki bakat alam. Itu sebabnya dia menjadi pemain kunci untuk Serdadu Tridatu Muda.

“Dia ini cukup spesial karena dia adalah pemain sayap murni dengan skill di atas rata-rata. Talenta berbakat. Walaupun dari daerah yang jauh dari perkotaan, mental bermainnya sangat baik. Skill dan mentalnya benar-benar terasah di EPA ini,” terangnya.

Apa yang terlihat dari Rahmat seperti mengingatkan sosok Irfan Jauhari yang saat ini sedang dipinjamkan ke Persis Solo. Untuk itu, Manajemen Bali United perlu memagarinya agar tidak hengkang ke klub lain.

Baca Juga:  Teco Memuji Brwa Nouri,┬áBisakah Raih Gelar Pemain Terbaik?

Pasek dan Sandhika pun sudah memberikan rekomendasi kepada manajemen untuk mengontraknya kembali.

“Kalau masalah ini, enaknya tanya ke manajemen. Kalau dari kami di jajaran pelatih, sangat merekomendasikan. Dia itu punya talenta yang sangat baik. Finishing bagus dan penguasaan bolanya juga baik. Seperti mengingatkan kami dengan Irfan Jauhari. Di EPA Liga 1 U-18 tahun depan, dia masih bisa bermain. Mungkin bisa juga naik kelas ke U-20,” tutupnya.

Apalagi, Pasek Wijaya sebelumnya menyebut bahwa Rahmat pantas menyandang sebagai pemain terbaik. Namun, Pasek menyebut peran Rahmat bagi Bali United-18 lebih dari itu.

“Untuk Rahmat sebagai pemain terbaik, sebenarnya dia bukan hanya pemain terbaik. Tapi dia pemain kunci kami dalam 23 pertandingan di EPA (Liga 1 U-18),” jelas Pasek.

Memang, selain mengemas 9 gol, dalam partai krusial yakni pada semifinal dan final, dia menyumbang gol untuk kemenangan Bali United junior ini. 


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru