alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Soal Wasit Asing, Coach Widodo Serahkan ke PT LIB

RadarBali.com – Jika tak ada aral melintang, PT LIB bakal memanfaatkan wasit asing menggantikan wasit lokal yang dianggap kinerjanya kurang maksimal pada putaran kedua Liga I.

Tetapi apakah itu berhasil? Tentu ini menimbulkan pro dan kontra. Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts sebelum pertandingan melawan Bali United mengatakan, PT LIB tidak perlu memakai wasit asing.

Lebih baik, kata Coach Rene Albert, memberdayakan wasit lokal. Di sisi lain, Coach Bali United tak mempermasalahkan wasit asing berkiprah di Liga I pada putaran kedua Liga I nanti.

“Tidak apa-apa kalau dalam artian bisa membantu. Wasit ini kan harus bisa saling mensukseskan pertandingan. Kedua tim harus sama-sama diberikan keputusan yang adil,” ujarnya.

Baca Juga:  Suport Fadil Dkk dari Atas Tribun, Comvalius Kirim Pesan Penting, Apa?

Soal wasit lokal yang dianggap kurang maksimal bekerja, dia mengaku tak bisa berbuat apa-apa kecuali menyerahkan sepenuhnya kepada PT LIB.

“Pertanyaan yang sulit dijawab. Kalau saya jawab, nanti bisa bumerang. Kalau menurut mereka (PT LIB) perlu, yang silakan saja,” jelasnya.

Menurut informasi, PT LIB akan memanfaatkan wasit dari Liga Tiongkok, Malaysia, dan Thailand. Mereka dipilih lantaran kultur sepak bolanya hampir mirip dengan Indonesia.

“Sekarang kalau misalnya dari Eropa bagaimana? Sanggup tidak membayar? Jangan serta merta egois. Wasit ini juga menjadi salah satu elemen pembelajaran untuk pemain muda.

Lihat seperti Irfan Bachdim yang ditekel keras pemain Barito Putera, Douglas Packer. Berdampak juga ke timnas. Mereka main tekel saja.

Baca Juga:  Kick Off Liga 1 Bulan Mei, Sponsor Tak Jelas, Ini Respons Coach Teco

Wasit seakan membiarkan tekel itu terjadi. Seharusnya ada tindakan tegas, apalagi kalau masuk kategori pelanggaran berbahaya,” paparnya.

Jika tidak perlu menggunakan wasit asing, masih ada opsi lain yaitu menggunakan video assistant referees (VAR) yang sudah digunakan saat Piala Konfederasi 2017.

“Masalahnya, apakah bisa diterapkan di Serui (Perseru, Red). Sinyal saja kadang-kadang tidak ada,” tutup Coach Widodo. 



RadarBali.com – Jika tak ada aral melintang, PT LIB bakal memanfaatkan wasit asing menggantikan wasit lokal yang dianggap kinerjanya kurang maksimal pada putaran kedua Liga I.

Tetapi apakah itu berhasil? Tentu ini menimbulkan pro dan kontra. Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts sebelum pertandingan melawan Bali United mengatakan, PT LIB tidak perlu memakai wasit asing.

Lebih baik, kata Coach Rene Albert, memberdayakan wasit lokal. Di sisi lain, Coach Bali United tak mempermasalahkan wasit asing berkiprah di Liga I pada putaran kedua Liga I nanti.

“Tidak apa-apa kalau dalam artian bisa membantu. Wasit ini kan harus bisa saling mensukseskan pertandingan. Kedua tim harus sama-sama diberikan keputusan yang adil,” ujarnya.

Baca Juga:  Tumpul di Tengah Banyak Peluang, Lini Serang Bali United Disorot

Soal wasit lokal yang dianggap kurang maksimal bekerja, dia mengaku tak bisa berbuat apa-apa kecuali menyerahkan sepenuhnya kepada PT LIB.

“Pertanyaan yang sulit dijawab. Kalau saya jawab, nanti bisa bumerang. Kalau menurut mereka (PT LIB) perlu, yang silakan saja,” jelasnya.

Menurut informasi, PT LIB akan memanfaatkan wasit dari Liga Tiongkok, Malaysia, dan Thailand. Mereka dipilih lantaran kultur sepak bolanya hampir mirip dengan Indonesia.

“Sekarang kalau misalnya dari Eropa bagaimana? Sanggup tidak membayar? Jangan serta merta egois. Wasit ini juga menjadi salah satu elemen pembelajaran untuk pemain muda.

Lihat seperti Irfan Bachdim yang ditekel keras pemain Barito Putera, Douglas Packer. Berdampak juga ke timnas. Mereka main tekel saja.

Baca Juga:  Spaso Kesal dengan Andhika, Ini Komentar Berkelas Widodo‚Ķ

Wasit seakan membiarkan tekel itu terjadi. Seharusnya ada tindakan tegas, apalagi kalau masuk kategori pelanggaran berbahaya,” paparnya.

Jika tidak perlu menggunakan wasit asing, masih ada opsi lain yaitu menggunakan video assistant referees (VAR) yang sudah digunakan saat Piala Konfederasi 2017.

“Masalahnya, apakah bisa diterapkan di Serui (Perseru, Red). Sinyal saja kadang-kadang tidak ada,” tutup Coach Widodo. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/