alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Coach Widodo Ibaratkan Bhayangkara Seperti Kera Terkena Angin Sepoi

DENPASAR – Jumat lusa (29/9) adalah partai hidup mati Bali United. Demikian juga dengan Bhayangkara FC sebagai pemuncak klasemen sementara Liga 1 dan hanya terpaut satu poin dari Bali United di posisi kedua.

Siapapun yang mampu memenangkan pertandingan nanti, salah satu tim dipastikan akan kokoh di puncak klasemen sementara Liga 1.

Tersisa delapan pekan lagi untuk bisa mengetahui siapa yang akan menjadi juara Liga 1 musim ini.

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro pernah berkata kalau setiap pertandingan adalah partai final dan melawan Bhayangkara adalah partai final pertama.

Simon Mcmenemy sempat melontarkan pernyataan timnya akan menunggu Bali United di kandangnya dan akan menekan terus Serdadu Tridatu sejak menit awal.

Bukannya dianggap psywar oleh Widodo, tetapi hal tersebut dianggap WIdodo sebagai kelemahan Bhayangkara yang ingin ditutupi oleh pelatih asal Inggris itu.

Ditanya apakah sudah tahu tentang kelemahan Evan Dimas Darmono dkk, pelatih kelahirran Cilacap 46 tahun silam tersebut mengaku sudah mengetahuinya.

“Mungkin itu untuk menutupi kekurangan mereka (Bhayangkara, red). Nanti lihat dan buktikan saja di lapangan,” ucap Coach Widodo Cahyono Putro usai latihan di Lapangan Trisakti, Legian, kemarin (26/9).

Baca Juga:  Lini Bisnis Merosot, Teco Enggan Komentari PHK Serdadu Tridatu

Bhayangkara FC termasuk sang arsiteknya yang terlalu sombong bisa menjadi keuntungan bagi Bali United.

Maka dari itu, mantan penyerang Warna Agung tersebut tidak mau terpancing ucapan Coach Simon Mcmenemy.

Apalagi sebelum melontarkan komentar terkait Bali United, Simon sempat menyatakan bahwa Persib Bandung akan kalah.

Sehari sebelum pertandingan di pekan ke-26 Liga 1 lalu melawan tuan rumah Persib Bandung, Simon sempat berbicara bahwa Persib akan kalah.

Dan hasilnya Bhayangkara tidak mampu mengalahkan Persib dan harus puas bermain imbang 1-1.

“Kami tahu mereka tim bagus dan kami juga bermain bagus. Sekarang mereka ada peringkat satu dan kami sebelumnya juga pernah merasakan puncak klasemen. Untuk apa berbicara seperti itu, lebih baik kami low profile saja,” terang Widodo.

Coach Widodo lantas mengibaratkannya dengan tiga jenis angin. Yang pertama adalah angin badai, kedua adalah angin puyuh, dan angin sepoi-sepoi. Lalu apa hubungannya dengan Bhayangkara?

Baca Juga:  Tumbang di Malang, Ricky Fajrin Ungkap Penyebab Pastinya…

“Angin mana yang bisa menjatuhkan kera dari atas pohon? Pasti angin sepoi-sepoi. Mereka sudah nyaman dengan posisinya, dengan angin terasa sejuk, mereka lupa dan terlena sehingga bisa saja jatuh,” ucapnya.

Terlepas dari masalah itu, persiapan melawan Bhayangkara FC sejatinya sudah dilakukan saat melawan Perseru Serui.

Il Capitano Fadil Sausu dan Nick Van Der Velden tidak dimainkan sejak menit awal. Sedangkan Irfan Bachdim, Marcos Flores, dan Sylvano Comvalius juga tidak bermain selama 90 menit.

“Kami harus rotasi dan kami simpan mereka melawan Bhayangkara karena saya sudah bilang ke pemain untuk bisa menang lawan Perseru dan bukan gol banyak yang dicari. Untuk Ahn (Byung Keon) yang tidak latihan hari ini, dia harus ke rumah sakit dan semoga dia bisa sehat kembali. Mungkin dia hanya diare sedikit dan besok (hari ini, Red) kemungkinan bisa diboyong. Tergantung perkembangannya,” tutup Widodo.



DENPASAR – Jumat lusa (29/9) adalah partai hidup mati Bali United. Demikian juga dengan Bhayangkara FC sebagai pemuncak klasemen sementara Liga 1 dan hanya terpaut satu poin dari Bali United di posisi kedua.

Siapapun yang mampu memenangkan pertandingan nanti, salah satu tim dipastikan akan kokoh di puncak klasemen sementara Liga 1.

Tersisa delapan pekan lagi untuk bisa mengetahui siapa yang akan menjadi juara Liga 1 musim ini.

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro pernah berkata kalau setiap pertandingan adalah partai final dan melawan Bhayangkara adalah partai final pertama.

Simon Mcmenemy sempat melontarkan pernyataan timnya akan menunggu Bali United di kandangnya dan akan menekan terus Serdadu Tridatu sejak menit awal.

Bukannya dianggap psywar oleh Widodo, tetapi hal tersebut dianggap WIdodo sebagai kelemahan Bhayangkara yang ingin ditutupi oleh pelatih asal Inggris itu.

Ditanya apakah sudah tahu tentang kelemahan Evan Dimas Darmono dkk, pelatih kelahirran Cilacap 46 tahun silam tersebut mengaku sudah mengetahuinya.

“Mungkin itu untuk menutupi kekurangan mereka (Bhayangkara, red). Nanti lihat dan buktikan saja di lapangan,” ucap Coach Widodo Cahyono Putro usai latihan di Lapangan Trisakti, Legian, kemarin (26/9).

Baca Juga:  LOW PROFILE!! Peluang Juara Liga I, Pieter Pasang Target Tak Degradasi

Bhayangkara FC termasuk sang arsiteknya yang terlalu sombong bisa menjadi keuntungan bagi Bali United.

Maka dari itu, mantan penyerang Warna Agung tersebut tidak mau terpancing ucapan Coach Simon Mcmenemy.

Apalagi sebelum melontarkan komentar terkait Bali United, Simon sempat menyatakan bahwa Persib Bandung akan kalah.

Sehari sebelum pertandingan di pekan ke-26 Liga 1 lalu melawan tuan rumah Persib Bandung, Simon sempat berbicara bahwa Persib akan kalah.

Dan hasilnya Bhayangkara tidak mampu mengalahkan Persib dan harus puas bermain imbang 1-1.

“Kami tahu mereka tim bagus dan kami juga bermain bagus. Sekarang mereka ada peringkat satu dan kami sebelumnya juga pernah merasakan puncak klasemen. Untuk apa berbicara seperti itu, lebih baik kami low profile saja,” terang Widodo.

Coach Widodo lantas mengibaratkannya dengan tiga jenis angin. Yang pertama adalah angin badai, kedua adalah angin puyuh, dan angin sepoi-sepoi. Lalu apa hubungannya dengan Bhayangkara?

Baca Juga:  14 Pemain Habis Masa Kontrak, Begini Pernyataan Berkelas Coach Eko…

“Angin mana yang bisa menjatuhkan kera dari atas pohon? Pasti angin sepoi-sepoi. Mereka sudah nyaman dengan posisinya, dengan angin terasa sejuk, mereka lupa dan terlena sehingga bisa saja jatuh,” ucapnya.

Terlepas dari masalah itu, persiapan melawan Bhayangkara FC sejatinya sudah dilakukan saat melawan Perseru Serui.

Il Capitano Fadil Sausu dan Nick Van Der Velden tidak dimainkan sejak menit awal. Sedangkan Irfan Bachdim, Marcos Flores, dan Sylvano Comvalius juga tidak bermain selama 90 menit.

“Kami harus rotasi dan kami simpan mereka melawan Bhayangkara karena saya sudah bilang ke pemain untuk bisa menang lawan Perseru dan bukan gol banyak yang dicari. Untuk Ahn (Byung Keon) yang tidak latihan hari ini, dia harus ke rumah sakit dan semoga dia bisa sehat kembali. Mungkin dia hanya diare sedikit dan besok (hari ini, Red) kemungkinan bisa diboyong. Tergantung perkembangannya,” tutup Widodo.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/