alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Optimis Indonesia Jadi Tuan Rumah, Pamor Pariwisata Bali Kian Meroket

GIANYAR – Sekjen PSSI Ratu Tisha menjelaskan, Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara untuk menjadi calon tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Keputusan itu diambil setelah Thailand dan Myanmar menyatakan mundur dari proses bidding FIFA U-20 World Cup.

“Demi mendukung PSSI. Kami berharap ASEAN mendukung Indonesia sebagai tuan rumah salah satu kejuaraan FIFA terbesar ini,” tulisnya di akun Instagram.

Ada kurang lebih sembilan stadion yang disipakan oleh PSSI untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Salah satunya adalah markas dari Serdadu Tridatu, Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Memang terlalu dini untuk fokus ke pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Peluang Indonesia cukup tipis untuk bisa memenangkan pengundian karena masih ada Uni Emirate Arab (UEA) dan Brazil.

Baca Juga:  Aksi Wawan “Spiderman” Hendrawan - Gede “Nano” Sukadana Banjir Pujian

Apalagi, dalam tiga edisi terakhir, negara-negara di benua Amerika belum sempat menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Sedangkan di Benua Asia, Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah. Pada tahun 2015, Selandia Baru menjadi tuan rumah, disusul Korsel pada tahun 2017, dan Polandia pada tahun 2019.

“Soal bidding UEA dan Brazil memiliki budaya sepakbola di luar kemampuan kita. Misalnya Brazil, sepakbola sudah menjadi tradisi dan agama mereka.

Tapi kami optimis bisa memenangkan bidding ini dengan dibantu bukan hanya Bali, tetapi juga kota-kota lainnya yang dipersiapkan untuk menjadi tuan rumah,” ucap Ketum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana.

Mantan Manajer Persegi Gianyar tersebut juga menilai jika Indonesia berhasil memenangkan pengundian tuan rumah Piala DUnia U-20 2021, Bali dan kota tuan rumah lainnya bisa memiliki dampak yang signifikan.

Baca Juga:  Comvalius Hengkang, Bali United Butuh Spaso Segera

Yang pertama, sarana dan prasarana yang sudah direnovasi bisa dinikmati jangka panjang. “Masyarakat Bali juga harus bisa membangun semangat dan spirit dari Piala Dunia itu sendiri

karena akan memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian Bali dan Indonesia. Kawasan Ubud, bisa juga dijadikan destinasi untuk tim peserta karena sudah terkenal keramahtamahannya,” tutupnya. 



GIANYAR – Sekjen PSSI Ratu Tisha menjelaskan, Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara untuk menjadi calon tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Keputusan itu diambil setelah Thailand dan Myanmar menyatakan mundur dari proses bidding FIFA U-20 World Cup.

“Demi mendukung PSSI. Kami berharap ASEAN mendukung Indonesia sebagai tuan rumah salah satu kejuaraan FIFA terbesar ini,” tulisnya di akun Instagram.

Ada kurang lebih sembilan stadion yang disipakan oleh PSSI untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Salah satunya adalah markas dari Serdadu Tridatu, Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Memang terlalu dini untuk fokus ke pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Peluang Indonesia cukup tipis untuk bisa memenangkan pengundian karena masih ada Uni Emirate Arab (UEA) dan Brazil.

Baca Juga:  Berburu Juara Liga I, Pieter Tanuri: Serasa Berburu Juara Liga Inggris

Apalagi, dalam tiga edisi terakhir, negara-negara di benua Amerika belum sempat menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Sedangkan di Benua Asia, Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah. Pada tahun 2015, Selandia Baru menjadi tuan rumah, disusul Korsel pada tahun 2017, dan Polandia pada tahun 2019.

“Soal bidding UEA dan Brazil memiliki budaya sepakbola di luar kemampuan kita. Misalnya Brazil, sepakbola sudah menjadi tradisi dan agama mereka.

Tapi kami optimis bisa memenangkan bidding ini dengan dibantu bukan hanya Bali, tetapi juga kota-kota lainnya yang dipersiapkan untuk menjadi tuan rumah,” ucap Ketum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana.

Mantan Manajer Persegi Gianyar tersebut juga menilai jika Indonesia berhasil memenangkan pengundian tuan rumah Piala DUnia U-20 2021, Bali dan kota tuan rumah lainnya bisa memiliki dampak yang signifikan.

Baca Juga:  Redam Agresivitas Anak Asuh Shin Tae-yong, Teco Siapkan Strategi Jitu

Yang pertama, sarana dan prasarana yang sudah direnovasi bisa dinikmati jangka panjang. “Masyarakat Bali juga harus bisa membangun semangat dan spirit dari Piala Dunia itu sendiri

karena akan memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian Bali dan Indonesia. Kawasan Ubud, bisa juga dijadikan destinasi untuk tim peserta karena sudah terkenal keramahtamahannya,” tutupnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/