alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Borneo FC Sulit Kejar Poin Bali United, Teco Akui Siap Terima Tekanan

DENPASAR – Bali Unites sukses membekap Persib Bandung di di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis malam kemarin (28/11) dengan skor 3 – 2.

Di lain sisi, pesaing terdekat Bali United, Borneo FC tumbang di tangan Persela Lamongan dengan skor 1-2 di Stadion Segiri, Samarinda.

Jelas hasil ini menjadi keuntungan yang besar bagi Bali United. Dengan hanya terisa lima pertandingan lagi, hampir tidak mungkin Borneo FC mengejar poin yang dimiliki oleh Serdadu Tridatu.

Perlu diketahui, sebelum pertandingan menghadapi Persib, Bali United mengemas 57 poin.  Sedangkan Borneo FC mengemas 45 poin.

Masih ada kemungkinan Borneo menyalip, tapi dengan syarat Matias Conti dkk berhasil sapu bersih lima pertandingan dan Bali United tidak pernah memetik satu poin pun.

Baca Juga:  Fisik Prima, Ini Alasan Coach Teco Turunkan Brwa Nouri Hanya 30 Menit

Jelas itu menjadi sesuatu yang sulit terjadi meskipun masih ada kemungkinannya. Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra sudah tahu jika tekanan pasti ada.

Bukan hanya di pertandingan menghadapi Persib Bandung kemarin, tetapi di pertandingan selanjutnya terutama menghadapi Semen Padang dipekan ke-30 Senin mendatang (2/12).

“Saya rasa tekanan pasti ada dimana-mana. Kami ingin menang di setiap pertandingan dan bukan hanya pelatih saja, tetapi semua pemain ingin menang,” terang Teco.

Dia tahu betul bukan pemain yang memiliki tekanan besar, tetapi dirinya sendiri sebagai arsitek Bali United.

Tekanan yang terbesar jelas ada dari suporter karena ekspektasi pemain ke-12 saat ini begitu besar untuk melihat sang kebanggaan merengkuh gelar juara perdana.

Baca Juga:  Ini Catatan Coach Widodo Pasca Game Internal, Ternyata Bikin Tak Puas…

Apalagi sejarah mencatat, belum pernah klub asal Bali menjuarai kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Prestasi paling tinggi diraih oleh Perseden Denpasar yang berhasil masuk empat besar Divsi Utama musim 2002/2003 dan kampiun Liga Nusantara 2016.

“Semua tim tentu tidak mau kalah sekarang. Saya sebagai pelatih profesional juga sudah harus siap menerima tekanan.

Tapi sekarang posisi kami lebih bagus dari tim dibawah kami. Tekanan juga lebih besar dibawah,” terangnya.

 

 



DENPASAR – Bali Unites sukses membekap Persib Bandung di di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis malam kemarin (28/11) dengan skor 3 – 2.

Di lain sisi, pesaing terdekat Bali United, Borneo FC tumbang di tangan Persela Lamongan dengan skor 1-2 di Stadion Segiri, Samarinda.

Jelas hasil ini menjadi keuntungan yang besar bagi Bali United. Dengan hanya terisa lima pertandingan lagi, hampir tidak mungkin Borneo FC mengejar poin yang dimiliki oleh Serdadu Tridatu.

Perlu diketahui, sebelum pertandingan menghadapi Persib, Bali United mengemas 57 poin.  Sedangkan Borneo FC mengemas 45 poin.

Masih ada kemungkinan Borneo menyalip, tapi dengan syarat Matias Conti dkk berhasil sapu bersih lima pertandingan dan Bali United tidak pernah memetik satu poin pun.

Baca Juga:  8 Kemenangan Beruntun Terhenti, The Guardian Memang Sulit Dikalahkan

Jelas itu menjadi sesuatu yang sulit terjadi meskipun masih ada kemungkinannya. Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra sudah tahu jika tekanan pasti ada.

Bukan hanya di pertandingan menghadapi Persib Bandung kemarin, tetapi di pertandingan selanjutnya terutama menghadapi Semen Padang dipekan ke-30 Senin mendatang (2/12).

“Saya rasa tekanan pasti ada dimana-mana. Kami ingin menang di setiap pertandingan dan bukan hanya pelatih saja, tetapi semua pemain ingin menang,” terang Teco.

Dia tahu betul bukan pemain yang memiliki tekanan besar, tetapi dirinya sendiri sebagai arsitek Bali United.

Tekanan yang terbesar jelas ada dari suporter karena ekspektasi pemain ke-12 saat ini begitu besar untuk melihat sang kebanggaan merengkuh gelar juara perdana.

Baca Juga:  Pemain Berkelas, Teco Sebut Kualitas Liga 1 Bisa Turun Usai Greg Out

Apalagi sejarah mencatat, belum pernah klub asal Bali menjuarai kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Prestasi paling tinggi diraih oleh Perseden Denpasar yang berhasil masuk empat besar Divsi Utama musim 2002/2003 dan kampiun Liga Nusantara 2016.

“Semua tim tentu tidak mau kalah sekarang. Saya sebagai pelatih profesional juga sudah harus siap menerima tekanan.

Tapi sekarang posisi kami lebih bagus dari tim dibawah kami. Tekanan juga lebih besar dibawah,” terangnya.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/