alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Rans FC Andalkan Pemain Muda, Banur: Masalah Tim, Dia (Teco) yang Tahu

JIMBARAN – Kalah tipis dari tim bertabur bintang Bali United dengan skor 1 – 0, tidak membuat kecewa pelatih Rans Cilegon FC, Bambang Nurdianysah.

Pelatih yang akrab disapa Banur itu mengatakan, selain beda level, dirinya banyak menurunkan pemain muda untuk mengimbangi permainan IIija Spasojevic Dkk.

Kebetulan eks pelatih PSIS Semarang tersebut banyak menurunkan pemain bertipe pelari untuk menghadapi para pemain Serdadu Tridatu.

Apakah ini adalah keinginan Teco sendiri atau tidak? “Ngga ada itu. Saya komunikasi dengan Coach Teco baru disini saja.

Ketemu say hello sebagai sesama pelatih. Tidak ada permintaan khusus. Hanya water break dia yang minta dan saya setuju,” ucap Coach Banur.

Memainkan pemain muda bukan tanpa alasan. Coach Banur ingin semua pemain muda miliknya tidak canggung untuk menghadapi tim-tim yang dihuni pemain bintang di Liga 2 seperti Dewa United atau Persis Solo.

Baca Juga:  Hasil Swab Test Negatif, Skuad Bali United Gelar Latihan Senin Depan

“Biar ada transfer knowledge untuk pemain muda. Toh mereka harus belajar dan bisa termotivasi. Kalau kalahpun, mereka tidak akan dicibir,” ujarnya.

- Advertisement -

Terkait masukan untuk Coach Teco, dia tidak ingin terlalu banyak berkomentar. Sebagai sesama pelatih profesional, dia mengibaratkan seperti bus kota yang tidak boleh saling mendahului.

“Saya pikir dia (Teco) tahu apa yang harus dia perbuat. Masalah di timnya, dia yang tahu. Ingat, hasil dari ujicoba tidak bisa dijadikan acuan.

Namanya ujicoba, pasti diuji dan dicoba. Piala Menpora kemarin juga tidak bisa jadi acuan,” tegas Coach Banur lagi.

Yang jelas, kritikan penting untuk tim dan pelatih agar bisa lebih berkembang. Jangan sampai seorang pelatih atau pemain anti terhadap kritikan.

Baca Juga:  Ini Alasan Banyak Pemain PSIS ke Bali United Versi Sang Manager

“Kalau tidak mau dimaki, jangan jadi pelatih. Kalau dengarkan fans terus, gila juga. Ambil positifnya saja. Artinya banyak yang memperhatikan.

Saya setuju kalau kritikan itu adalah bukti kecintaan kepada klub dan orang-orang termasuk fans juga harus mengerti sebuah proses,” tuturnya.

- Advertisement -

JIMBARAN – Kalah tipis dari tim bertabur bintang Bali United dengan skor 1 – 0, tidak membuat kecewa pelatih Rans Cilegon FC, Bambang Nurdianysah.

Pelatih yang akrab disapa Banur itu mengatakan, selain beda level, dirinya banyak menurunkan pemain muda untuk mengimbangi permainan IIija Spasojevic Dkk.

Kebetulan eks pelatih PSIS Semarang tersebut banyak menurunkan pemain bertipe pelari untuk menghadapi para pemain Serdadu Tridatu.

Apakah ini adalah keinginan Teco sendiri atau tidak? “Ngga ada itu. Saya komunikasi dengan Coach Teco baru disini saja.

Ketemu say hello sebagai sesama pelatih. Tidak ada permintaan khusus. Hanya water break dia yang minta dan saya setuju,” ucap Coach Banur.

Memainkan pemain muda bukan tanpa alasan. Coach Banur ingin semua pemain muda miliknya tidak canggung untuk menghadapi tim-tim yang dihuni pemain bintang di Liga 2 seperti Dewa United atau Persis Solo.

Baca Juga:  Bikin Video Perpisahan, Van Velden: Saya Harap Bisa Bertahan

“Biar ada transfer knowledge untuk pemain muda. Toh mereka harus belajar dan bisa termotivasi. Kalau kalahpun, mereka tidak akan dicibir,” ujarnya.

Terkait masukan untuk Coach Teco, dia tidak ingin terlalu banyak berkomentar. Sebagai sesama pelatih profesional, dia mengibaratkan seperti bus kota yang tidak boleh saling mendahului.

“Saya pikir dia (Teco) tahu apa yang harus dia perbuat. Masalah di timnya, dia yang tahu. Ingat, hasil dari ujicoba tidak bisa dijadikan acuan.

Namanya ujicoba, pasti diuji dan dicoba. Piala Menpora kemarin juga tidak bisa jadi acuan,” tegas Coach Banur lagi.

Yang jelas, kritikan penting untuk tim dan pelatih agar bisa lebih berkembang. Jangan sampai seorang pelatih atau pemain anti terhadap kritikan.

Baca Juga:  Hasil Swab Test Negatif, Skuad Bali United Gelar Latihan Senin Depan

“Kalau tidak mau dimaki, jangan jadi pelatih. Kalau dengarkan fans terus, gila juga. Ambil positifnya saja. Artinya banyak yang memperhatikan.

Saya setuju kalau kritikan itu adalah bukti kecintaan kepada klub dan orang-orang termasuk fans juga harus mengerti sebuah proses,” tuturnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/