alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Prediksi Bali United vs Persela: Ayo Mumpung Tamu Lagi Lunglai Bor!

GIANYAR – 57 poin sudah didapat oleh Bali United musim ini. Tapi, raihan tersebut baru bisa didapat jika menang 

menghadapi Persela Lamongan dipekan ke-26 Liga 1 2019 di Stadion kapten I Wayan Dipta, malam hari ini.

Jika menang, Bali United tidak akan terkalahkan dalam 13 pertandingan di kandang musim ini.

Tapi jika kalah, jelas persaingan semakin ketat dan gelar juara tidak lagi ditentukan pada pekan ke-30 seperti ucapan CEO Bali United Yabes Tanuri.

Entah kebetulan atau tidak, Serdadu Tridatu dalam tiga pekan terakhir selalu melawan tim papan bawah di klasemen sementara. 

Tapi, jangan sampai skuad asuhan Stefano Teco Cugurra tersebut terlena begitu saja. Sebab, lawan sudah mulai membaca skema permainan Teco. 

Cotoh saja ketika menghadapi Barito Putera pekan lalu. Meskipun menang, tetapi tiga gol Serdadu Tridatu berasal dari skema bola mati dan bukan open play. 

SKema open play justru sukses dilakukan oleh Barito saat itu dengan dua gol dari Samsul Arif dan Rizky Rizaldi Pora. Lini tengah Serdadu Tridatu juga dibuat mati kutu.

Jangan sampai hal tersebut terulang lagi. Sebab Persela Lamongan dianggap sebagai tim pembunuh raksasa 

Baca Juga:  9 Klub Papan Atas Liga 1 Belum Punya Pelatih,Bali United Salah Satunya

seperti saat menumbangkan Tira Persikabo, Persebaya Surabaya, bahkan Bali United di putaran pertama. 

Punya hasil mentereng di rumah sendiri, tidak membuat skuad asuhan Nil Maizar bisa menang mudah di laga tandang. 

12 kali mereka bertandang, 12 kali pula tumbang. Terakhir mereka tumbang dengan skor 2-0 menghadapi Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe sebelum lawan ke Stadion Dipta.

Berat perjuangan Persela. Peluang untuk menang pun tipis jika dilihat dari data statistik. Di Bali, Laskar Joko Tingkir alergi kemenangan sejak ISC A 2016. 

Belum lagi empat pemain mereka absen. Mereka adalah Raginha dan Zainuri yang absen karena akumulasi kartu dan mantan bek Bali United Demerson Bruno Costa dan Eky Taufik yang cedera.

 “Tekad kami seperti biasa, berjuang untuk meraih poin agar lepas dari zona degredasi,” ujar Pelatih Persela Lamongan Nil Maizar.

Instruksi khusus jelas ada dari Nil kepada 19 pemain yang diboyongnya ke Bali. Tapi, pelatih asal Sumatera Barat tersebut enggan untuk menjawabnya terlalu gamblang. 

“Secara teori, saya memberikan taktikal bagaimana menghadapi Bali (United) yang sedang dalam euforia. 

Mudah-mudahan instruksi bisa berjalan dengan baik. Apapun yang terjadi sebelum peluit panjang dibunyikan, 

Baca Juga:  Bungkam Bali United, Coret Tujuh Pemain, Indra Kirim Sinyal Ezra Aman

kita semua tidak ada yang tahu tim mana yang menang. Hasil apapun juga tergantung kehendak Tuhan,” terangnya.

Sementara itu, Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra tidak terlalu banyak berkomentar mengenai pertandingan kontra Ahmad Birrul Walidain dkk. 

Termasuk mengenai variasi serangan yang akan dilakukan oleh Brwa Hekmat Nouri dan kolega.

Yang jelas, ayah satu anak tersebut sudah tahu jika Persela Lamongan juga sangat berambisi untuk memenangkan pertandingan meskipun Nil tidak membeberkannya. 

Terlebih Persela juga sedang berambisi lepas dari jurang Liga 2, sama seperti Perseru Badak Lampung dan Barito Putera di dua pekan sebelumnya.

Kebetulan yang tidak disengaja, Persela juga benar-benar pincang, galau, lunglai, dan stress karena kalah 2-0 kontra Kalteng Putra. 

Posisinya saat ini berada di peringkat ke-15 dengan 23 poin. Jumlah poin yang sama dengan Kalteng Putra dan Perseru Badak Lampung yang berada di zona degredasi.

“Persela kalah kemarin. Tapi setiap pertandingan semua tim butuh poin. Saya kira, Persela benar-benar butuh poin untuk perbaiki posisi. 

Bukan hanya Persela, tetapi semua tim harus bekerja keras,” tutup mantan pelatih Chiangrai United dan Royal Thai Navy tersebut. 



GIANYAR – 57 poin sudah didapat oleh Bali United musim ini. Tapi, raihan tersebut baru bisa didapat jika menang 

menghadapi Persela Lamongan dipekan ke-26 Liga 1 2019 di Stadion kapten I Wayan Dipta, malam hari ini.

Jika menang, Bali United tidak akan terkalahkan dalam 13 pertandingan di kandang musim ini.

Tapi jika kalah, jelas persaingan semakin ketat dan gelar juara tidak lagi ditentukan pada pekan ke-30 seperti ucapan CEO Bali United Yabes Tanuri.

Entah kebetulan atau tidak, Serdadu Tridatu dalam tiga pekan terakhir selalu melawan tim papan bawah di klasemen sementara. 

Tapi, jangan sampai skuad asuhan Stefano Teco Cugurra tersebut terlena begitu saja. Sebab, lawan sudah mulai membaca skema permainan Teco. 

Cotoh saja ketika menghadapi Barito Putera pekan lalu. Meskipun menang, tetapi tiga gol Serdadu Tridatu berasal dari skema bola mati dan bukan open play. 

SKema open play justru sukses dilakukan oleh Barito saat itu dengan dua gol dari Samsul Arif dan Rizky Rizaldi Pora. Lini tengah Serdadu Tridatu juga dibuat mati kutu.

Jangan sampai hal tersebut terulang lagi. Sebab Persela Lamongan dianggap sebagai tim pembunuh raksasa 

Baca Juga:  Junius Berlabuh ke PSS Sleman, Kiper, Striker, Gelandang Muda Menyusul

seperti saat menumbangkan Tira Persikabo, Persebaya Surabaya, bahkan Bali United di putaran pertama. 

Punya hasil mentereng di rumah sendiri, tidak membuat skuad asuhan Nil Maizar bisa menang mudah di laga tandang. 

12 kali mereka bertandang, 12 kali pula tumbang. Terakhir mereka tumbang dengan skor 2-0 menghadapi Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe sebelum lawan ke Stadion Dipta.

Berat perjuangan Persela. Peluang untuk menang pun tipis jika dilihat dari data statistik. Di Bali, Laskar Joko Tingkir alergi kemenangan sejak ISC A 2016. 

Belum lagi empat pemain mereka absen. Mereka adalah Raginha dan Zainuri yang absen karena akumulasi kartu dan mantan bek Bali United Demerson Bruno Costa dan Eky Taufik yang cedera.

 “Tekad kami seperti biasa, berjuang untuk meraih poin agar lepas dari zona degredasi,” ujar Pelatih Persela Lamongan Nil Maizar.

Instruksi khusus jelas ada dari Nil kepada 19 pemain yang diboyongnya ke Bali. Tapi, pelatih asal Sumatera Barat tersebut enggan untuk menjawabnya terlalu gamblang. 

“Secara teori, saya memberikan taktikal bagaimana menghadapi Bali (United) yang sedang dalam euforia. 

Mudah-mudahan instruksi bisa berjalan dengan baik. Apapun yang terjadi sebelum peluit panjang dibunyikan, 

Baca Juga:  CATAT! Isu Pengaturan Skor Merebak, WCP: Jangan Pertaruhkan Karirmu

kita semua tidak ada yang tahu tim mana yang menang. Hasil apapun juga tergantung kehendak Tuhan,” terangnya.

Sementara itu, Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra tidak terlalu banyak berkomentar mengenai pertandingan kontra Ahmad Birrul Walidain dkk. 

Termasuk mengenai variasi serangan yang akan dilakukan oleh Brwa Hekmat Nouri dan kolega.

Yang jelas, ayah satu anak tersebut sudah tahu jika Persela Lamongan juga sangat berambisi untuk memenangkan pertandingan meskipun Nil tidak membeberkannya. 

Terlebih Persela juga sedang berambisi lepas dari jurang Liga 2, sama seperti Perseru Badak Lampung dan Barito Putera di dua pekan sebelumnya.

Kebetulan yang tidak disengaja, Persela juga benar-benar pincang, galau, lunglai, dan stress karena kalah 2-0 kontra Kalteng Putra. 

Posisinya saat ini berada di peringkat ke-15 dengan 23 poin. Jumlah poin yang sama dengan Kalteng Putra dan Perseru Badak Lampung yang berada di zona degredasi.

“Persela kalah kemarin. Tapi setiap pertandingan semua tim butuh poin. Saya kira, Persela benar-benar butuh poin untuk perbaiki posisi. 

Bukan hanya Persela, tetapi semua tim harus bekerja keras,” tutup mantan pelatih Chiangrai United dan Royal Thai Navy tersebut. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/