alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Persiapan Lebih Gencar, Target Melampaui Fantastic Four

Banyak jalan menuju Roma. Demikian moto konstestan Honda Developmental Basketball League (DBL) 2017, Tim Basket Putri Sanjose alias SMAK Santo Yoseph Denpasar.

 

KADEK SURYA KENCANA, Denpasar

DEMI mengangkat harkat dan martabat sekolah lewat ajang olahraga ini, mereka serius berlatih sejak bulan Mei 2017.

Tim Basket Putri Sanjose sudah bosan menjadi yang kedua. Bermodal prestasi runner up dalam ajang Porseni Pelajar Kota Denpasar, tahun ini mereka ingin menjadi yang terbaik di Bali.

“Persiapan tim untuk DBL tahun ini lebih gencar karena prestasi yang diraih tahun lalu adalah fantastic four (empat besar).

Oleh sebab itu, target untuk tahun ini setidaknya dapat mempertahankan gelar sebelumnya. Bagus-bagus bisa tembus final,” ucap sang pelatih Henry Kurniawan diwawancarai Senin (7/8) kemarin.

Imbuhnya, bila sampai mampu melampau capaian itu, anak asuhnya akan mencetak sejarah baru.

Baca Juga:  Cari Bibit Pemain, PSSI Kembali Putar Kompetisi

“Menjadi sejarah selanjutnya. Sebelumnya juga merupakan sejarah karena pertama kali buat tim Santo Yoseph Putri bisa tembus fantastic four,” jelas pelatih yang pernah membawa Tim Basket Putri Smansa Denpasar menjuarai DBL 5 kali berturut-turut, yakni pada 2008, 2009, 2010, 2011 dan 2012 itu.

Khusus persiapan menghadapi DBL tahun ini, Henry menyebut Tim Sanjose Putri mengandalkan skuad Jova, Diva, Delisia, Fransisca, dan Unique.

“Pertama kali melatih tahun 2006. Ini juga menjadi yang pertama kali saya menangani Tim Putri Sanjose di ajang DBL,” tandasnya.

Untuk memompa fisik dan kegesitan anak asuhnya pemain Bali yang pernah berkiprah di ajang PON itu menyebut berlatih setiap Selasa dan Kamis.

Menu tambahan diberikan pada Rabu dan Minggu. Menariknya, latihan tambahan yang diberikan berupa sparring dengan para pemain jempolan.

Baca Juga:  Lawan Berat, SMA Tunas Dauh Klaim Tak Gentar Hadapi Lawan

“Saya beri tambah latihan di hari Rabu dan minggu di klub Elite Women. Latihannya di GOR Ngurah Rai. Saya juga melatih di klub yang pemainnya adalah gabungan mantan pemain putri yang pernah berjaya di masa dulu dan masih eksis sampai sekarang,” bebernya.

Henry menyebut kesempatan itu harus dia berikan agar anak asuhnya mampu menggali lebih banyak lagi pengalaman. Lebih-lebih yang diajak berlatih adalah para pemain yang pernah berlaga di DBL-DBL sebelumnya.

“Jadi bisa sharing ilmu dari senior seniornya. Juga menambah jam terbang dan bisa berkembang lebih cepat,” tandasnya. Disinggung soal target juara, Henry menjawab timnya akan berusaha terus fight hingga target puncak tercapai. “Siapa pun lawannya,” tegasnya.



Banyak jalan menuju Roma. Demikian moto konstestan Honda Developmental Basketball League (DBL) 2017, Tim Basket Putri Sanjose alias SMAK Santo Yoseph Denpasar.

 

KADEK SURYA KENCANA, Denpasar

DEMI mengangkat harkat dan martabat sekolah lewat ajang olahraga ini, mereka serius berlatih sejak bulan Mei 2017.

Tim Basket Putri Sanjose sudah bosan menjadi yang kedua. Bermodal prestasi runner up dalam ajang Porseni Pelajar Kota Denpasar, tahun ini mereka ingin menjadi yang terbaik di Bali.

“Persiapan tim untuk DBL tahun ini lebih gencar karena prestasi yang diraih tahun lalu adalah fantastic four (empat besar).

Oleh sebab itu, target untuk tahun ini setidaknya dapat mempertahankan gelar sebelumnya. Bagus-bagus bisa tembus final,” ucap sang pelatih Henry Kurniawan diwawancarai Senin (7/8) kemarin.

Imbuhnya, bila sampai mampu melampau capaian itu, anak asuhnya akan mencetak sejarah baru.

Baca Juga:  Terkendala Cuaca, Tidak Mau Target Muluk-Muluk

“Menjadi sejarah selanjutnya. Sebelumnya juga merupakan sejarah karena pertama kali buat tim Santo Yoseph Putri bisa tembus fantastic four,” jelas pelatih yang pernah membawa Tim Basket Putri Smansa Denpasar menjuarai DBL 5 kali berturut-turut, yakni pada 2008, 2009, 2010, 2011 dan 2012 itu.

Khusus persiapan menghadapi DBL tahun ini, Henry menyebut Tim Sanjose Putri mengandalkan skuad Jova, Diva, Delisia, Fransisca, dan Unique.

“Pertama kali melatih tahun 2006. Ini juga menjadi yang pertama kali saya menangani Tim Putri Sanjose di ajang DBL,” tandasnya.

Untuk memompa fisik dan kegesitan anak asuhnya pemain Bali yang pernah berkiprah di ajang PON itu menyebut berlatih setiap Selasa dan Kamis.

Menu tambahan diberikan pada Rabu dan Minggu. Menariknya, latihan tambahan yang diberikan berupa sparring dengan para pemain jempolan.

Baca Juga:  Basket Senang-Senang (BSS) Besties Bali Gelar 3X3 dan Kegiatan Amal

“Saya beri tambah latihan di hari Rabu dan minggu di klub Elite Women. Latihannya di GOR Ngurah Rai. Saya juga melatih di klub yang pemainnya adalah gabungan mantan pemain putri yang pernah berjaya di masa dulu dan masih eksis sampai sekarang,” bebernya.

Henry menyebut kesempatan itu harus dia berikan agar anak asuhnya mampu menggali lebih banyak lagi pengalaman. Lebih-lebih yang diajak berlatih adalah para pemain yang pernah berlaga di DBL-DBL sebelumnya.

“Jadi bisa sharing ilmu dari senior seniornya. Juga menambah jam terbang dan bisa berkembang lebih cepat,” tandasnya. Disinggung soal target juara, Henry menjawab timnya akan berusaha terus fight hingga target puncak tercapai. “Siapa pun lawannya,” tegasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/