31.8 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Astungkara….Akhirnya Sepakat Rp 14 Miliar, Bonus Atlet Lancar

SINGARAJA– Tarik ulur dana hibah bagi KONI Buleleng berakhir happy ending. Pemerintah akhirnya mengucurkan hibah sebanyak Rp 14 miliar pada tahun 2023 mendatang. Susut Rp 3,5 miliar dari usulan yang diajukan KONI.

Pembahasan dana hibah itu dilakukan hanya beberapa jam jelang ketok palu pengesahan APBD Tahun 2023. Pembahasan dilakukan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu (23/11). Dalam pembahasan itu hadir Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika, serta Ketua KONI Buleleng Ketut Wiratmaja yang didampingi beberapa anggota.

Proses pembahasan dana hibah itu berjalan alot. Pembahasan berlangsung sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 10.00. Pembahasan menjadi alot karena pemerintah kokoh mempertahankan angka Rp 10 miliar. Sementara KONI bersikeras anggaran tersebut hanya cukup untuk bonus atlet, tapi tak mampu membiayai pembinaan.

Simulasi KONI, dana pembinaan mencapai Rp 8,5 miliar. Sementara operasional rutin KONI mencapai Rp 1 miliar. Bila hibah hanya diberikan sebanyak Rp 10 miliar, praktis hanya tersisa dana Rp 500 juta untuk pembinaan atlet dalam setahun. Padahal ada 43 cabang olahraga yang dinaungi KONI.

Baca Juga:  Drama Romantis di Arena Porprov 2022: Andika Melamar Cita di Stadion

Setelah pembahasan yang intens, pemerintah akhirnya sepakat menaikkan hibah KONI menjadi Rp 14 miliar. Dana itu akan diprioritaskan untuk membayar bonus atlet, membiayai pembinaan atlet, dan penyelenggaraan serta partisipasi kejuaraan.

Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengatakan, kenaikan alokasi hibah disebabkan kebutuhan biaya pembinaan. Sebab ada banyak cabang olahraga yangd dinaungi KONI Buleleng. Ia berharap dana pembinaan dioptimalkan pengurus cabang olahraga, sehingga prestasi Buleleng bisa meningkat.

“Kalau bisa naik ke peringkat kedua. Itu tentu perlu investasi berupa pembinaan-pembinaan atlet secara konsisten. Kita juga akan mengirim atlet-atlet yang berkualitas dalam setiap ajang olahraga,” kata Lihadnyana.

Sementara itu Ketua DPRD Buleleng mengatakan penambahan anggaran sudah diperhitungkan secara matang. Pihaknya juga ikut membahas secara detil kebutuhan KONI Buleleng serta pengurus cabang olahraga.

“Dengan kesepakatan ini kami harap atlet tetap semangat dan berjuang. Karena kami jamin apa yang menjadi harapan mereka terkait dengan anggaran baik bonus dan pembinaan prestasi sudah dipenuhi,” ujarnya.

Baca Juga:  Wow! Raih 9 Emas, Kodrat Badung Catat Rekor Juara Beruntun 8 Kali

Di sisi lain Ketua KONI Buleleng Ketut Wiratmaja mengungkapkan kesepakatan itu menjadi angin segar bagi tim pelatih dan atlet. Sejak isu pemangkasan hibah bergulir, atlet, tim pelatih, hingga pengurus cabor dibuat gusar. Sebab mereka bukan hanya memperhitungkan soal bonus atlet, tapi juga pembinaan atlet jangka panjang.

“Kami harap tidak ada lagi wacana yang membias. Saya jamin bahwa bonus tidak ada pemangkasan, karena sudah dianggarkan penuh. Kami harap atlet dan tim pelatih bisa fokus kembali mengejar medali demi menjaga prestasi daerah,” tukasnya.

Sekadar diketahui hingga Selasa (22/11) malam, Kontingen Buleleng telah mengantongi 43 medali emas, 38 medali perak, dan 58 medali perunggu. Dengan perolehan medali tersebut, maka butuh anggaran sebesar Rp 5,57 miliar untuk membayar bonus atlet.

Itu pun dengan asumsi nilai bonus sama dengan Porprov Bali 2019. Tak menutup kemungkinan alokasi anggaran yang disiapkan semakin besar, sebab perebutan medali masih akan berlangsung hingga Minggu (27/11). (eka prasetia/radar bali)

 

 



SINGARAJA– Tarik ulur dana hibah bagi KONI Buleleng berakhir happy ending. Pemerintah akhirnya mengucurkan hibah sebanyak Rp 14 miliar pada tahun 2023 mendatang. Susut Rp 3,5 miliar dari usulan yang diajukan KONI.

Pembahasan dana hibah itu dilakukan hanya beberapa jam jelang ketok palu pengesahan APBD Tahun 2023. Pembahasan dilakukan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu (23/11). Dalam pembahasan itu hadir Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika, serta Ketua KONI Buleleng Ketut Wiratmaja yang didampingi beberapa anggota.

Proses pembahasan dana hibah itu berjalan alot. Pembahasan berlangsung sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 10.00. Pembahasan menjadi alot karena pemerintah kokoh mempertahankan angka Rp 10 miliar. Sementara KONI bersikeras anggaran tersebut hanya cukup untuk bonus atlet, tapi tak mampu membiayai pembinaan.

Simulasi KONI, dana pembinaan mencapai Rp 8,5 miliar. Sementara operasional rutin KONI mencapai Rp 1 miliar. Bila hibah hanya diberikan sebanyak Rp 10 miliar, praktis hanya tersisa dana Rp 500 juta untuk pembinaan atlet dalam setahun. Padahal ada 43 cabang olahraga yang dinaungi KONI.

Baca Juga:  Prancis vs Polandia dan Inggris vs Senegal: Siapa Meremehkan Bakal Pulang Duluan

Setelah pembahasan yang intens, pemerintah akhirnya sepakat menaikkan hibah KONI menjadi Rp 14 miliar. Dana itu akan diprioritaskan untuk membayar bonus atlet, membiayai pembinaan atlet, dan penyelenggaraan serta partisipasi kejuaraan.

Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengatakan, kenaikan alokasi hibah disebabkan kebutuhan biaya pembinaan. Sebab ada banyak cabang olahraga yangd dinaungi KONI Buleleng. Ia berharap dana pembinaan dioptimalkan pengurus cabang olahraga, sehingga prestasi Buleleng bisa meningkat.

“Kalau bisa naik ke peringkat kedua. Itu tentu perlu investasi berupa pembinaan-pembinaan atlet secara konsisten. Kita juga akan mengirim atlet-atlet yang berkualitas dalam setiap ajang olahraga,” kata Lihadnyana.

Sementara itu Ketua DPRD Buleleng mengatakan penambahan anggaran sudah diperhitungkan secara matang. Pihaknya juga ikut membahas secara detil kebutuhan KONI Buleleng serta pengurus cabang olahraga.

“Dengan kesepakatan ini kami harap atlet tetap semangat dan berjuang. Karena kami jamin apa yang menjadi harapan mereka terkait dengan anggaran baik bonus dan pembinaan prestasi sudah dipenuhi,” ujarnya.

Baca Juga:  Badung Optimistis Dominan Sejak Cabor Pertama, Denpasar Yakin Memepet

Di sisi lain Ketua KONI Buleleng Ketut Wiratmaja mengungkapkan kesepakatan itu menjadi angin segar bagi tim pelatih dan atlet. Sejak isu pemangkasan hibah bergulir, atlet, tim pelatih, hingga pengurus cabor dibuat gusar. Sebab mereka bukan hanya memperhitungkan soal bonus atlet, tapi juga pembinaan atlet jangka panjang.

“Kami harap tidak ada lagi wacana yang membias. Saya jamin bahwa bonus tidak ada pemangkasan, karena sudah dianggarkan penuh. Kami harap atlet dan tim pelatih bisa fokus kembali mengejar medali demi menjaga prestasi daerah,” tukasnya.

Sekadar diketahui hingga Selasa (22/11) malam, Kontingen Buleleng telah mengantongi 43 medali emas, 38 medali perak, dan 58 medali perunggu. Dengan perolehan medali tersebut, maka butuh anggaran sebesar Rp 5,57 miliar untuk membayar bonus atlet.

Itu pun dengan asumsi nilai bonus sama dengan Porprov Bali 2019. Tak menutup kemungkinan alokasi anggaran yang disiapkan semakin besar, sebab perebutan medali masih akan berlangsung hingga Minggu (27/11). (eka prasetia/radar bali)

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/